<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076</id><updated>2012-02-16T06:08:30.300-08:00</updated><title type='text'>BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>206</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-3367573748739529956</id><published>2011-12-29T07:26:00.001-08:00</published><updated>2011-12-29T07:26:12.969-08:00</updated><title type='text'>Perjalanan Ke Tiga Masjid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Monday, 05 December 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Senin, 28 November 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا تُشَدُّ  الرِّحَالُ ،إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ، الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ،  وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ  الْأَقْصَى &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Sabda Rasulullah SAW:  “Janganlah kalian memaksakan diri untuk melakukan perjalanan, kecuali  kepada tiga masjid, Masjidil Haram, dan Masjid Rasul SAW, dan Masjidil  Aqsha”. (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ  قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ  عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَفْعَلُهُ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Dan bahwasanya Rasul SAW mengunjungi Masjid Quba setiap hari  sabtu, dengan berjalan kaki atau berkendaraan, dan pula Abdullah bin  umar ra melakukannya” (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/habibana05.jpg" title="Image" width="170" /&gt;Limpahan  puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang terus  melimpahkan keluhuran kepada kita dengan waktu dan tempat. Di malam ini  kita sedang berada di bulan haram, dan salah satu bulan haram (bulan  yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala) adalah bulan Muharram, yang  mana di bulan itu sayyidina Umar ibn Khattab menjadikannya sebagai awal  perhitungan bulan hijriyah, meskipun dalam pendapat yang mu’tamad bahwa  hijrah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah di bulan Rabi’ al  Awal, namun izin untuk hijrah dari Allah subhanahu wata’ala telah turun  sejak bulan Muharram. Maka kaum Muhajirin pun mulai meninggalkan Makkah  Al Mukarramah menuju Yatsrib ( Madinah Al Munawwarah ) pada bulan  Muharram.&lt;br /&gt;Semakin hari jiwa semakin gelap dari cahaya iman, dari cahaya sifat yang  luhur, tabir-tabir kegelapan terus menutupi jiwa sehingga keluhuran  tidak lagi terpancar, sehingga tidak lagi terbesit keinginan-keinginan  untuk berbuat luhur, bahkan berubah menjadi sebuah kebosanan. Oleh  karena itu, majelis-majelis dzikir atau mejelis ta’lim yang di dalamnya  digemuruhkan nama Allah, hal itu akan menggetarkan jiwa serta membuka  tabir-tabir yang gelap, sehingga tersingkaplah cahaya-cahaya kewibawaan  Ilahi di dalam jiwa seorang hamba untuk menerangi sanubari dan  menumbuhkan kembali sifat-sifat luhur ynag telah padam, menyalakan api s  emangat untuk kembali berbuat luhur, menyalakan cahaya keluhuran di  dalam jiwa untuk bersatu dengan cahaya Yang Maha Indah, yang menuntun  hamba-hamba-Nya dengan cahaya iman, dan seluruh cahaya keluhuran yang  dibawa dan diwariskan kepada sang rahmat Allah sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah Allah gelari dengan Siraajan  Muniira (cahaya yang terang benderang), sehingga dengan hal itu seorang  hamba akan menjadi malas dan enggan untuk berbuat ma’siat dan dosa,  berubah menjadi semangat dan kembali bangkit keinginannya untuk berbuat  hal yang mulia, enggan berbuat jahat atau menyakiti perasaan orang lain,  ingin selalu menyenangkan perasaan orang lain, dan orang yang seperti  itu selalu ingin digembirakan oleh Allah subhanahu wata’ala dimana pun  ia berada baik di dunia atau di akhirat, Allah selalu ingin membuatnya  senang, karena ia selalu ingin membuat orang lain senang. Sebagaimana  sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اِرْحَمُوْا مَنْ فِي اْلأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Sayangilah (penduduk ) yang ada di bumi, maka akan menyayangi kalian (malaikat) yang di langit”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kita pada hadits luhur, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لا تُشَدُّ الرِّحَالُ إلاَّ لِثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ المَسْجِد الْحَرَامِ ومَسْجِدِي هَذَا ومسْجِدِ الأقْصَى &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan  kecuali pada tiga masjid, Masjid Al Haram, dan Masjidku ini (masjid  Nabawi) dan masjid al aqsha” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani menukil riwayat yang lain, yang juga  teriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam setiap hari Sabtu mengunjungi masijd Qubah, maka hal  ini menunjukkan bahwa tidak hanya 3 masjid tersebut yang diinginkan oleh  nabi untuk selalu dikunjungi. Dan Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani  menjelaskan makna hadits tersebut bahwa yang dimaksud adalah masjid yang  digunakan untuk melakukan shalat, dimana dalam melakukan shalat semua  masjid memiliki derajat yang sama, kecuali 3 masjid yang disebut dalam  hadits tersebut yaitu Masjid Al Haram, Masjid An Nabawi, Majid Al Aqsha  dan selain ketiga masjid tersebut maka derajatnya sama. Oleh karena itu  dalam madzhab Syafi’i jika ada seseorang yang bernadzar misalnya ingin  melakukan shalat di masjid Jami’ Al Munawwar, maka boleh juga dilakukan  di masjid lain karena hukumnya semua masjid sama. Namun jika untuk  perjalanan lain, seperti ingin silaturrahmi, ziarah atau yamg lainnya  maka hal itu tidak ada larangan dalam hal itu, demikian yang dijelaskan  di dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari. Maka pendapat yang  mengatakan larangan-larangan untuk ziarah ke makam para shalihin yang  disana terdapat masjid, seperti makam Wali Songo dan lainnya, maka hal  tersebut tidak benar karena tujuan mendatangi tempat itu bukan untuk  shalat di Masjid Wali Songo namun untuk ziarah ke makamnya. Namun dalam  hal ini ada pengecualian, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  juga mengecualikan masjid Quba’ dimana setiap hari Sabtu beliau  mendatangi masjid Quba’ dengan berjalan kaki atau dengan menaiki  tunggangan beliau, hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam tetap ingin datang ke masjid selain 3 masjid tersebut,  menunjukkan bahwa mengunjungi masjid-masjid yang disukai hal itu  diperbolehkan, dan larangan dalam hadits tersebut bukanlah larangan yang  bersifat haram, namun adalah larangan yang bersifat makruh, yang mana  jika dikerjakan tidak mendapatkan dosa dan jika ditinggalkan mendapatkan  pahala.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah makhluk yang tersuci  dari seluruh ciptaan Allah subhanahu wata’ala, manusia terindah dan  panutan yang paling mulia. Sehingga sucilah mereka yang mencintai  makhluk yang paling suci ini, bahkan Allah subhanahu wata’ala tidak akan  menerima kesempurnaan iman seseorang sebelum ia mencintai sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sempurna, karena cinta  Allah subhanahu wata’ala kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam, dan Allah telah menyimpan seluruh ajaran keluhuran pada nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Allah menciptakan keluhuran  untuk didapatkan oleh hamba-hamba-Nya di dunia dan di akhirat kelak yang  telah terhimpun pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita  melihat bagaimana pedihnya jika hewan disembelih, namun ketika  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang akan menyembelihnya, mereka  berdesakan untuk disembelih oleh tangan nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam, Allah berikan magnet cinta yang besar pada wajah  sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga semua yang  memandang beliau akan mencintai beliau, bahkan hewan pun berdesakan  ingin segera disembelih oleh beliau karena cinta kepada beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam. Disebutkan dalam kitab As Syifaa bahwa  sayyidina Zaid bin Haritsah RA menjelaskan ketika Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam ingin buang air kecil dan ketika itu di sekitarnya  tidak ada tempat yang tersembunyi, maka beliau berkata kepada sayyidina  Zaid bin Haritsah untuk datang pada semua pohon dan batu besar, kemudian  mengatakan bahwa Muhammad Rasulullah memanggil mereka, maka pohon-pohon  dan batu-batu itu bergerak membelah bumi dan mendekat ke arah  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bagaikan hutan belantara yang  menutupi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hingga beliau tidak  terlihat oleh siapapun, adakah wajah di dunia yang dimuliakan oleh Allah  seperti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam!.&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga dalam kitab As Syifaa oleh Al Imam Qadhi ‘Iyadh,  bahwa sayyidah Aisyah berkata bahwa tidak satu pun pohon-pohon besar  kecuali bersujud kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,  sehingga ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah bersama  sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra, beliau melihat seekor kambing bersujud  kepada Rasulullah, maka sayyidina Abu Bakr pun bersujud kepada beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam menarik pundak beliau dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Abu Bakr, jangan engkau bersujud kepadaku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       ,maka Sayyidina Abu Bakr berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Rasulullah kami lebih berhak bersujud kepada-mu daripada hewan, karena kami adalah ummatmu dan hewan bukanlah ummatmu”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         Ketahuilah bahwa sujud adalah ungkapan ta’zhim (memuliakan), di  zaman nabi Yusuf As dijelaskan bahwa saudara-saudara nabi Yusuf bersujud  kepada nabi Yusuf dan kepada ayah nya, maka sujud adalah suatu  penghormatan dan bukanlah hal yang syirik, namun Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam melarang ummatnya untuk bersujud kepada beliau atau  kepada ummat sesama, dan menjadikan sujud hanya kepada Allah, sedangkan  di masa ummat-ummat terdahulu ada sujud yang dimaksudkan untuk  pengagungan, bahkan kita ketahui bahwa malaikat pun sujud kepada nabi  Adam, namun bukan menyembahnya. Di masa lalu pengagungan dilakukan  dengan cara bersujud, namun di zaman ini pengagungan dilakukan dengan  cara pujian atau yang lainnya namun bukan dnegan sujud. Hal yang ingin  saya sampaikan pada kesempatan ini adalah pengagungan terhadap makhluk  yang diagungkan oleh Allahn telah dilakukan Allah sejak zaman nabi Adam  As hingga zaman nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dimana semua  pohon dan bebatuan pun sujud kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam. Sebagiamna sayyidina Abu Bakr pun sujud kepada nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hal tersebut dilarang oleh beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dan  lainny, dimana ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terlambat  mendatangi shalat jamaah, kemudian Rasulullah memasuki barisan pertama,  sehingga sayyidina Abu Bakr As Shiddiq mundur kemudian Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam maju untuk menjadi imam. Setelah usai  melakukan shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada  sayyidina Abu Bakr mengapa ia mundur dari menjadi imam shalat, maka  sayyidina Abu Bakr As Shiddiq berkata : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  &amp;nbsp;لَايَنْبَغِى لِابْنِ أَبِيْ قَحَافَةَ&amp;nbsp;أَنْ يَتَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيَّ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Tidak selayaknya putra Abi Qahafah maju ( menjadi imam shalat) di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka perbuatan untuk pengagungan bukanlah suatu yang kultus, namun  yang disebut kultus adalah pengagungan yang berlebihan yang mengarah  pada penyembahan. Pengagungan adalah hal yang luhur, dimana itu adalah  perbuatan para sahabat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,  sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dimana salah seorang  sahabat menunjukkan sehelai rambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam yang berwarna kemerah-merahan, maka sahabat yang lainnya  berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Jika aku mempunyai sehelai rambut Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam, sungguh hal itu lebih mulia dari dunia dan  segala isinya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        karena cintanya kepada nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan juga dalam Shahih Al Bukhari  bahwa sayyidina Anas bin Malik berwasiat kepada orang-orang di  sekitarnya bahwa ia menyimpan beberapa helai rambut Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam dan beberapa potong kain bekas menyeka  keringat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan jika ia wafat agar  dimasukkan kedalam kain kafannya, karena ingin selalu bersentuhan  dengan sesuatu yang bersentuhan dengan kulit Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam, apakah hal ini disebut syirik?!, jika hal yang seperti  ini adalah perbuatan syirik maka telah berbuat syirik juga para sahabat  nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, juga sayyidina Umar bin  Khattab yang ketika itu ia telah ditusuk dengan pisau, dengan  terengah-engah beliau berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“aku ingin dikubur di sebelah makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;          sambil terengah-engah beliau menunggu kabar sehingga datang  putranya membawa kabar bahwa beliau telah mendapat izin untuk dimakamkan  di sebelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka sayyidina Umar  berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Demi Allah, tiada sesuatu yang lebih kudambakan daripada aku dimakamkan di sebelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        Demikian keadaan para sahabat Ra dalam mencintai sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka di zaman ini siapakah yang  harus kita panut, apakah sahabat Rasulullah ataukah kelompok yang muncul  di abad ke-18 yang memusyrikkan orang-orang yang memulikan nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan Allah subhanahu  wata’ala telah memerintahkan untuk memuliakan nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;( الأحزاب : 6 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang yang beriman daripada  diri mereka sendiri; dan isteri-isterinya adalah menjadi ibu-ibu  mereka”. ( QS. Al Ahzab : 6 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  وَأَيُّمَا مُؤمِنٍ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ وَعَصَبَتِهِ مَنْ  كانُوا، وَإِنْ تَرَكَ دَيْنا أوْ ضيَاعًا فَلْيأْتِني وَأَنَا مَوْلاَهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Mukmin manapun yang wafat dan meninggalkan harta maka ahli  warisnya yang mewarisi hartanya, dan jika meninggalkan hutang atau  barang yang hilang maka hendaklah ia mendatangiku karena aku adalah  tuannya” (shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Inilah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia yang  paling mencintai seluruh makhluk Allah. Musuh-musuh beliau yang  menyakiti dan melempari beliau dengan batu, meskipun demikian beliau  menolak jika diturunkan bala’ untuk mereka, karena rasul melihat  keturunan-keturunan musuhnya kelak, barangkali sel-sel yang akan muncul  dari mereka kelak akan menjadi muslimin. Rasulullah menyayangi  benih-benih itu lebih dari sayangnya mereka terhadap benih-benih  tersbut, karena beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mempertahankan agar  musuh-musuhnya jangan sampai wafat, jika saat itu mereka adalah  musuh-musuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, barangkali  keturunan-keturunan mereka kelak akan beriman. Inilah indahnya budi  pekerti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak ada  manusia yang lebih indah dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka  pengagungan terhadap nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bukanlah  hal yang kultus. Banyak yang merasa bingung dan berkata jika aku  mengagungkan nabi maka berarti aku telah merendahkan Allah, tidak  demikian justru ketika kita mengagungkan nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam maka kita juga mengagungkan Allah subhanahu wata’ala,  karena beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan menjadi nabi jika  Allah tidak mengangkatnya, dan Allah subhanahu wata’ala telah  menciptakan neraka dan memasukkan para pendosa serta membakar mereka di  dalamnya, kemudian nabi Muhammad memintakan syafaat untuk mereka,  manakah yang lebih penyayang, sedangkan Allah subhanahu wata’ala Maha  Pengasih dan Maha Penyayang, namun Allah yang menciptakan neraka, dan  nabi Muhammd shallallahu ‘alaihi wasallam yang memintakan syafaat!,  jawaban dari pertanyaan itu adalah siapakah yang menciptakan nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Dialah Allah subhanahu wata’ala.   Dan kasih sayang Allah masih ada untuk para penduduk neraka, nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah wujud rahmat dan kasih  sayang Allah subhanahu wata’ala untuk para pendosa, para pezina,  penjudi, pemabuk yang tidak menyembah selain Allah, dan mengakui bahwa  nabi Muhammad adalah utusan Allah, mereka masih akan mendapatkan kasih  sayang Allah walaupun mereka berada di dalam api neraka yang terdalam,  yang mana kasih sayang itu berupa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam yaitu berupa syafaat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, jika  demikian masih adakah sang idola selain nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam?!, maka salahkah jika kita memuji nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam?!, dan bagaimanakah keadaan orang yang  membenci orang yang memuji nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,  dan bagaimana pula keadaan orang yang memusyrikkan orang yang memuliakan  nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bagaimana kemurkaan Allah  terhadap mereka?!.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Selanjutnya mohon doa semoga saya diberi kesehatan oleh Allah, dan  semoga acara tanggal 19 Desember 2011 di Monas sukses, akan hadir di  acara kita 7 Kiyai besar di Indonesia, yaitu KH. Idris Marzuqi Lirboyo,  KH. Ahmad Su’aidi Giren Tegal, KH. Ma’ruf Amin, KH. Abdul Rasyid  Syafi’i, KH. Abdurrahman Nawi, KH. Muhyiddin Sumedang, KH. Abdullah  Mukhtar Sukabumi, kesemuanya akan hadir bersama massa-massa nya insya  Allah untuk turut bersatu dalam acara dzikir akbar di Monas bersama guru  mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh,  insyaallah.  Kedua, telah tersebar di facebook bahwa saya akan hadir pada acara  Tablig Akbar di Lirboyo tanggal 10 Desember 2011, dan saya sampaikan  bahwa hal tersebut ada kesalahfahaman, karena undangannya adalah sudah 9  bulan yang lalu, namun baru disampaikan kemarin kepada saya, maka saya  tidak bisa menghadiri acara tersebut. &lt;br /&gt;Maka para jamaah yang ingin bergabung menjadi crew persiapkan diri  dan jiwa, berlaku sopan santun terhadap tamu karena yang akan hadir  bukan hanya jamaah majelis rasulullah saja, namun ribuan jamaah dari  berbagai daerah di luar Jakarta juga yang akan menghadiri karena acara  guru mulia di Jakarta hanya ada dua acara, yaitu acara Haul di Cidodol  dan acara di Monas tanggal 19 Desember 2011, selesai acara di Monas  beliau langsung menuju Bandara untuk berangkat ke Dubai, jadi beliau  hanya 3 hari di Indonesia. Tumpukan massa dari seluruh wilayah di  Indonesia, Malaysia dan Singapora akan berpadu di Monas. Oleh sebab itu  kita harus konsentrasi penuh dan kita kerahkan kemampuan kita sepenuhnya  untuk mensukseskan acara ini, agar acara ini menjadi rahmat bagi kita,  bangsa kita dan negeri kita, amin allahumma amin. Selanjutnya qasidah  penutup kemudian doa oleh guru kita Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al  Atthas, yatafaddhal masykura.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-3367573748739529956?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/3367573748739529956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/12/perjalanan-ke-tiga-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3367573748739529956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3367573748739529956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/12/perjalanan-ke-tiga-masjid.html' title='Perjalanan Ke Tiga Masjid'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-4172105040485157017</id><published>2011-12-29T07:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T07:21:20.904-08:00</updated><title type='text'>We Will Not Go Down Lyrics</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblSngTitle"&gt;We Will Not Go Down&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Lyrics&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d3d3d;"&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblContent" style="display: block;"&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they're dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.6lyrics.com/we_will_not_go_down-lyrics-michael_heart.aspx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who's wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-4172105040485157017?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/4172105040485157017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/12/we-will-not-go-down-lyrics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4172105040485157017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4172105040485157017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/12/we-will-not-go-down-lyrics.html' title='We Will Not Go Down Lyrics'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-8680282768412770630</id><published>2011-11-25T23:13:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T23:13:33.264-08:00</updated><title type='text'>Diperlihatkannya Tempat Manusia Setelah Wafat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Thursday, 10 November 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Senin, 07 November 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بالغَدَاةِ  والْعَشِيِّ إنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ ،  وإنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ، فَيُقَالُ : هذا  مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ القِيَامةَ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;( صحيح البخاري) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Sabda Rasulullah SAW: “Sungguh jika diantara kalian telah  wafat, diperlihatkan padanya tempatnya kelak setiap pagi dan sore, jika  ia penduduk sorga maka diperlihatkan bahwa ia penduduk sorga, jika ia  penduduk neraka maka diperlihatkan bahwa ia penduduk neraka, dan  dikatakan padanya: inilah tempatmu. Demikian hingga kau dibangkitkan  Allah di hari kiamat”                                 (Shahih Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="225" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/mr%282%29.jpg" title="Image" width="169" /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahamatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’'ala Yang Maha Luhur,  Yang Maha Melimpahkan kebahagiaan sepanjang waktu dan zaman, Yang Maha  membuka kemuliaan dan keluhuran sepanjang waktu dan zaman hingga seluruh  waktu dan zaman berakhir, kemudian muncullah alam  yang diciptakan oleh  Sang Pemilik waktu dan zaman, yang berupa alam yang kekal yang tiada  lagi mengenal akhirnya zaman dan waktu, di saat itu tiada lagi waktu dan  zaman, namun yang ada hanyalah alam abadi yaitu dalam keluhuran atau  kehinaan. Demikianlah alam abadi yang akan dan pasti kita temui kelak  dalam kehidupan setelah kehidupan. Dan sungguh peristiwa yang disebut  “kematian” justru itulah hakikat kehidupan yang abadi.&lt;br /&gt;Telah kita baca hadits luhur, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam bersabda bahwa barangsiapa yang telah wafat maka ia akan  melihat tempatnya kelak yang akan ia tempati, setiap pagi dan sore  diperlihatkan kepadanya, maka apabila ia akan menempati sorga maka ia  akan melihat surga, namun apabila ia akan menempati neraka maka ia akan  melihat neraka di setiap pagi dan sore, dan jika hal itu yang terjadi  maka itu merupakan siksaan yang cukup tanpa ada siksaan kubur,  begitupula jika ia diperlihatkan surga di setiap pagi dan sore maka hal  itu merupakan kenikmatan yang luhur sebelum menempatinya. Maka fahami  dan renungkanlah bahwa hal itu pasti akan datang kepada kita, dan  sungguh beruntung bagi mereka yang setiap pagi dan sorenya melihat surga  yang akan menjadi tempatnya kelak, maka hari-harinya semakin dekat  dengan hari perjumpaannya dengan Allah subhanahu wata’ala. Al Imam Ibn  Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari  menjelaskan bahwa hadits ini mengandung makna yang sangat dalam dan  memiliki banyak makna, yang diantaranya adalah bahwa kehidupan setelah  kehidupan telah jelas adanya dan dibuktikan dengan hadits ini, hadits  ini membuktikan bahwa ruh itu tetap hidup di alam kubur, karena yang  wafat hanyalah jasad. Hadits di atas menyebutkan bahwa akan  diperlihatkan tempat seseorang kelak di akhirat dan hal itu membutuhkan  kehidupan, karena jika ruh telah meninggal maka apa yang diperlihatkan  tidak akan terlihat olehnya, maka ruh orang yang telah meninggal akan  tetap hidup sehingga ruh itu melihat apa yang diperlihatkan kepadanya  kelak saat ia dibangkitkan oleh Allah subhanahu wata’ala. &lt;br /&gt;Maka keluhuran dan kemuliaan hadits ini mengingatkan kita, bahwa jika  berada dalam kemuliaan atau dalam kehinaan, di dalam kenikmatan atau  dalam musibah, dan jika hadits ini selalu kita ingat dan kita renungi,  sebagaimana kita ketahui bahwa semua ucapan rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam adalah mutiara-mutiara indah, dan jika kita berpegang  teguh satu dari mutiara-mutiar indah tersebut, berpegang dengan satu  hadits ini, sungguh hal ini akan menjadi obat di saat kita dalam keadaan  sedih dan juga tidak akan membuat kita tertipu di saat kita dalam  kenikmatan dan akan membuat kita selalu bersyukur dengan berpegang pada  hadits ini, mengapa? karena kelak setelah kita wafat kita akan memiliki  tempat keabadian, dimana di saat berada di alam kubur Allah subhanahu  wata’ala memperlihatkan kepada ruh kita di setiap pagi dan sore tempat  yang akan kita tempati kelak, surga atau neraka. Maka sungguh sangat  beruntung bagi orang-orang yang beriman, dan beruntunglah kita yang  hadir di majelis ini karena berada dalam tumpahan rahmat Allah subhanahu  wata’ala. Al Imam Ibn Hajar dan para imam ahlu hadits yang lainnya  menjelaskan bahwa hari-hari yang mulia di bulan Dzulhijjah termsuk juga  hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, maka tidak hanya  tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah saja, namun hari-hari mulia yang maksud  dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  مَاالْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هذه قَالُوْا: وَلاَ  الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ، إِلاَّ رَجُلٌ  خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَي &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Tiada amalan pada hari-hari yang lebih utama daripada (yang  dilakukan) di dalamnya." Mereka bertanya:  "Tidak pula jihad fi  sabilillah?" Beliau menjawab: "Tidak pula jihad, kecuali seseorang yang  keluar dengan membawa dirinya dan hartanya, lalu ia kembali tanpa  membawa sesuatu.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Ibn Hajar dan beberapa pendapat lainnya berkata bahwa  hari-hari mulia itu termasuk hari tasyrik, 3 hari setelah tanggal 10  Dzulhijjah yaitu hingga tanggal 13 Dzulhijjah, dimana amal kebaikan  dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wata’ala hingga 700 kali  lipat bahkan lebih.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Beruntunglah mereka yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah, dan  sangat beruntung pula mereka yang memiliki keturunan yang shalih dan  shalihah. Sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa  sayyidina Abdullah bin Abbas RA menjelaskan dimana ketika datang seorang  lelaki kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Rasulullah, ibuku telah wafat apakah akan bermanfaat baginya jika aku bersedekah atas nama ibuku ?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt; maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “iya betul, hal itu bermanfaat bagi ibumu yang telah wafat”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Maka bersedekah atau melakukan amal ibadah lainnya seperti bacaan Al  qur’an atau yang lainnya yang dihadiahkan untuk yang telah wafat, hal  itu bermanfaat untuknya sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan hal ini menunjukkan suatu kemuliaan  bahwa tidak terputus kebaikan sebab kematian jika mempunyai kerabat,  teman, atau keturunan yang shalih dan shalihah yang mendoakannya.  Diriwayatkan di dalam Adab Al Mufrad oleh Al Imam Al Bukhari dalam  Shahihnya bahwa Abu Hurairah RA berkata bahwa ketika salah seorang yang  telah wafat dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala, derajatnya  diangkat oleh Allah setelah ia wafat, kemudian ruhnya bertnya kepada  Allah subhanahu wata’ala : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Wahai Allah, bagaimana aku bisa termuliakan sedangkan aku telah wafat?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt; padahal setelah wafat ia tidak bisa berbuat apa-apa, maka dikatakan kepada ruh tersebut : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “ anakmu telah memohonkan pengampunan kepada Allah atas dosa-dosamu”,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;maka  Allah menaikkan derajatnya di alam kuburnya, dan terlebih lagi kelak di  akhiratnya. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda  diriwayatkan dalam Shahih Ibn Hibban dan lainnya :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ  عَلَى وَلَدِهِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa  orang tua terhadap anaknya, doa orang yang terdzhalimi, dan doa orang  yang bepergian”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tiga doa yang pasti dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala tanpa  ada keraguan, yaitu adalah doa orang tua terhadap anaknya, kedua doa  orang yang terzhalimi, maka berhati-hati terhadap orang yang dizhalimi  karena jika ia berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala maka sungguh  doanya akan dijawab oleh Allah, ketiga adalah doa orang yang dalam  perjalanan, selama perjalanannya bukan dalam maksiat maka doanya pasti  dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Hadits ini menjelaskan bahwa  yang dimaksud adalah doa seorang ayah kepada anaknya, namun bagaimana  dengan doa seorang ibu kepada anaknya?, maka tanpa keraguan bahwa  terlebih lagi doa seorang ibu akan dikabulkan oleh Allah subhanahu  wata’ala, maka selama seseorang mempunyai orang tua yang masih hidup  selalulah memohon doa kepada keduanya. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dalam kitab Adab Al Mufrad :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  مَنْ برّ وَالِدَيْهِ طُوْبَى لَهُ، زَادَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيْ عُمْرِهِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya keberuntungan baginya, Allah menambahkan usianya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam makna yang lain bahwa baginya kelak kemuliaan di surga, dan  Allah menambahkan usia untunknya. Bagaimana usia bisa bertambah,  bukankan usia itu telah ditentukan oleh Allah subhanahu wata’ala?, hal  ini yang perlu kita fahami, banyak muncul pertanyaan mengenai takdir,  yang sebagian diantara kita terkadang merasa bingung akan hal tersebut.  Memang takdir tidak bisa berubah karena telah ditentukan oleh Allah  subhanahu wata’ala, namun Allah juga telah menentukan sejak manusia  belum lahir bahwa si fulan jika ia berbuat hal ini maka usianya sekian,  rizkinya sekian, dan wafat dalam keadaan seperti ini, dan jika ia  berbuat hal ini, maka usianya sekian dan rizkinya sekian, dan wafat  dalam keadaan seperti ini, dan juga jika ia berbakti kepada orang tuanya  maka usianya demikian, dan jika ia tidak berbakti kepada kedua orang  tuanya maka usianya sekian, maka hal itu telah ditentukan oleh Allah dan  tidak akan bisa dirubah lagi. Namun jika kita memilih jalan yang  terbaik, maka tentunya masa depan kita akan berubah ke arah yang lebih  baik. Mereka yang selalu mengarah kepada jalan kebaikan maka Allah  subhanahu wata’ala akan memberikan takdir yang lebih baik daripada  takdir yang ia hadapi saat itu, maka selalulah berniat dengan niat yang  ikhlas untuk membenahi keadaan agar menjadi lebih baik dan semakin baik,  maka takdir kita di hari esok akan semakin baik dan semakin indah. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah panutan tunggal bagi  segenap makhluk Allah subhanahu wata’ala, dan beliau adalah orang yang  selalu membukakan bagi kita keluhuran, dan beliau lah yang doanya paling  diijabah oleh Allah subhanahu wata’ala dari semua doa, sehingga para  nabi dan rasul yang lainnya memohon doa kepada Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam, dan diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari, shahih  Muslim dan lainnya, di hari dimana ketika semua hamba tidak mampu  berbuat sesuatu, dan para nabi dan rasul berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  نَفْسِيْ نَفْسِيْ اِذْهَبُوْا إِلَى غَيْرِيْ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Diriku, diriku, pergilah kepada selain aku ”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Namun di saat itu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَنَا لَهَا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Aku yang akan memberi syafaat ( bagi para pendosa) ”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Demikian indah keadaan para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam, limpahan kemuliaan dalam kehidupan dunia dan akhirat  bagi mereka para pecinta sayyidina Muhammad shallallalhu ‘alaihi  wasallam. Semoga kita semua yang hadir berada dalam naungan cinta kepada  sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hingga kami wafat dalam  keadaan cinta kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,  dan berkumpul kelak di hari kiamat bersama sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, karena semua orang akan berkumpul dengan  orang yang dicintainya. &lt;br /&gt;Selanjutnya saya pribadi mengucapkan minal aidin wal faizin kulla  ‘aam wa antum bikhair mohon maaf lahir dan bathin kepada segenap jamaah  majelis Rasulullah yang hadir pada malam hari ini atau yang menyaksikan  di streaming website www.majelisrasulullah.org . Selanjutnya kita berdoa  bersama untuk kita dan para saudara kita yang sedang berada di medan  haji , yang sebagian mereka masih beribadah di Mina semoga dilimpahi  rahmat dan kekuatan, dan semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan  kesehatan kepada mereka, sehingga pulang dengan keadaan haji mabrur, dan  semoga kita yang berada disini juga diberi pahala ibadah haji mabrur  oleh Allah subhanahu wata’ala, karena kita telah mendoakan saudara kita  yang sedang dalam ibadah haji, dan seseorang yang mendoakan saudaranya  maka malaikat berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  آمِين وَلَكَ مِثْلُهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Amin, dan bagimu sebagaimana (doamu) untuknya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allah pastikan kami semua yang hadir disini berada dalam naungan keridhaan dan kebahagiaan dari-Mu…&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ  إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ  إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ  السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا  نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ  تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-8680282768412770630?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/8680282768412770630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/11/diperlihatkannya-tempat-manusia-setelah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/8680282768412770630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/8680282768412770630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/11/diperlihatkannya-tempat-manusia-setelah.html' title='Diperlihatkannya Tempat Manusia Setelah Wafat'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-5214337796482412099</id><published>2011-11-25T23:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T23:12:44.736-08:00</updated><title type='text'>Amal Yang Lebih Afdhal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Thursday, 10 November 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Senin, 31 Oktober 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :   مَاالْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هذه قَالُوْا: وَلاَ  الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ، إِلاَّ رَجُلٌ  خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ.  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;( صحيح البخاري) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah SAW: “Tiada amal yang lebih afdhal  (pahalanya) daripada hari-hari ini” para sahabat bertanya: walaupun  Jihad?, Rasul SAW bersabda: “Walau Jihad, kecuali ia keluar dengan diri  dan semua hartanya, dan tak kembali keduanya” (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar18meic.jpg" title="Image" width="170" /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahamatullahi wabarakatuh &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur,  Yang Maha melimpahkan kepada kita rahasia keluhuran-Nya di setiap waktu  dan kejap, Yang selalu melimpahkan kebahagiaan kepada kita tiada pernah  terputus, dan tidak ada satu hamba pun yang terputus darinya pemberian  kebahagiaan dari Allah subhanahu wata’ala, walaupun diantara mereka ada  yang bagiannya dilebihkan dari yang lainnya, namun tidak satu pun hamba  Allah yang dicabut seluruh kebahagiaan atau pemberiannya, kecuali hanya  sebagian kecil saja yang mungkin masih ditahan oleh Allah subhanahu  wata’ala untuk sementara waktu, namun masih banyak kebahagiaan yang  terus ada pada seorang hamba tanpa ia sadari. Tidak ada yang memberi  kita anugerah yang besar dan mulia seperti anugerah yang telah diberikan  oleh Allah subhanahu wata’ala, dan tidak ada juga yang mampu menyiapkan  kebahagiaan yang kekal setelah kematian kecuali Allah subhanahu  wata’ala.&lt;br /&gt;Di hari keempat di bulan Dzulhijjah yang merupakan salah satu dari 10  hari yang luhur, yang mana para ulama’ telah menjelaskan makna firman  Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; وَالْفَجْرِ ، وَلَيَالٍ عَشْرٍ ، وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;( الفجر : 1-3 ) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil (Qs. Al Fajr : 1-3 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini ( والفجر ) menjelaskan akan kemuliaan pagi hari Idul Adha,  yaitu hari penyembelihan hewan kurban. Kemudian ayat (وليال عشر  ) yang  dimaksud adalah malam 1 Dzulhijjah hingga malam 10 Dzulhijjah. Maka  dalam 10 hari tersebut tidak ada amal perbuatan yang lebih utama  daripada hari-hari tersebut, sebagaimana hadits yang tadi kita baca. Al  Imam Ibn Hajar Al Astqalani menjelaskan makna hadits tersebut adalah  kemuliaan pada 10 hari Dzulhijjah yaitu tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah,  namun sebagian ulama’ mengatakan bahwa hari-hari tasyrik yaitu tanggal  11, 12, dan 13 Dzulhijjah termasuk dalam makna hadits tersebut. Maka  seseorang yang beramal pada hari-hari tersebut sungguh pahalanya lebih  besar daripada beramal di hari-hari yang lainnya, bahkan tidak ada  pahala yang lebih besar daripada beramal di hari-hari tersebut. Hadits  ini bersifat ‘aamun makhshush ( hadits umum namun mempunyai pengecualian  ), bahwa ada waktu-waktu yang mulia seperti bulan Ramadhan, namun  hadits ini menunjukkan kemuliaan 10 hari Dzulhijjah, dimana Allah  subhaanahu wata’'ala melipatgandakan pahala setiap amal kebaikan manusia  hingga 700 kali lipat bahkan lebih. Jadi orang yang beramal pada  tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah minimal  ia akan mendapatkan 700 kali  lipat pahalanya, maka kehadiran kita di malam hari ini minimal seperti  700 kali hadir majelis seperti malam ini, dan yang berdoa di malam-malam  tersebut maka minimal ia telah berdoa dengan 700 kali doa yang sama,  begitu juga dengan amalan yang lainnya. Maka disunnahkan pada  waktu-waktu tersebut untuk memperbanyak amal ibadah di siang hari atau  di malam hari.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam bersabda barangsiapa yang berpuasa di hari Arafah, yaitu  tanggal 9 Dzulhijjah maka diampuni dosa setahun yang lalu dan dosa  setahun yang akan datang. Sebagian riwayat mengatakan diampuni dosa dua  tahun sebelumnya, namun dalam riwayat Shahih Muslim mengatakan bahwa  akan diampuni dosa setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang.  Sungguh anugerah Allah subhanahu wata’ala terkadang tidak bisa kita  renungkan dengan logika, bagaimana Allah akan mengampuni dosa-dosa yang  akan datang? sehingga sebagian orang akan berpendapat bahwa ia bisa  berbuat semaunya di tahun yang akan datang, namun tidak demikian karena  jika seseorang telah berniat yang tidak baik dengan puasanya, maka di  saat puasanya dipertimbangkan di hadapan Allah ia akan mendapatkan  pertimbangan yang lain karena tujuan dari puasanya adalah untuk  bermaksiat di hari-hari berikutnya, maka perhitungan di hadapan Allah  akan berbeda, namun jika berpuasa dengan niat ikhlas karena Allah  subhanahu wata’'ala, maka Allah mampu untuk memberi lebih dari setahun  yang akan datang. Jika Allah subhanahu wata’ala memberinya husnul  khatimah dan dibebaskan dari api neraka, maka jauh sebelum ia wafat  telah diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala. Demikianlah Allah  subhanahu wata’ala terus menyeru kita untuk selalu berbuat baik dan  mendekat kepada-Nya.&lt;br /&gt;Mengenai masalah kurban, telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menyembelih hewan kurban  beliau mengucapkan: &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Ya Allah, terimalah (kurban) ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari ummat Muhammad “ &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al Imam An Nawawi berkata di dalam Syarh An Nawawiyah ‘alaa Shahih  Muslim bahwa hadits ini menunjukkan bahwa pahala kurban nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam sampai untuk seluruh ummatnya yang ketika  itu masih hidup atau yang telah wafat bahkan yang saat itu belum lahir  hingga di akhir zaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat  memperhatikan ummatnya sehingga ketika berkurban pun beliau tetap  teringat kepada ummatnya. Oleh sebab itu Al Imam Abu Abbas Muhammad bin  Ishaq As Tsaqafi telah menyembelih 12.000 ekor kambing yang pahalnya  dihadiahkan untuk rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , kemudian  beliau mengkhatamkan Al qur’an 12.000 kali dan pahalanya dihadiahkan  untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian cinta mereka  para shalihin kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,  semoga kita termasuk dalam kelompok pecinta Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam, meskipun kita tidak bisa mengikuti amal perbuatan yang  telah mereka lakukan akan tetapi seseorang akan bersama dengan orang  yang dicintainya, maka jika mencintai mereka kelak kita akan bersama  mereka, sebagaimana sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Seseorang bersama orang yang dicintainya” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di bulan yang mulia ini, selayaknya kita memperbanyak amal baik  terlebih sebelum kita melewati hari Idul Adha. Adapun diantara amalan  yang telah kita kenal di hari-hari tersebut adalah “Takbir”, dimana  takbiran mulai boleh dilakukan mulai terbitnya fajar di hari Arafah,  namun takbirnya hanya terbatas setiap selesai melakukan shalat, dan  ketika terbenam matahari di hari Arafah maka takbiran boleh dilakukan  terus menerus tanpa berhenti hingga selesai shalat Idul Adha, dan  setelah waktu itu masih tetap boleh bertakbir namun terikat setiap  selesai melakukan shalat saja hingga terbenamnya matahari pada tanggal  13 Dzulhijjah, demikian yang terdapat dalam madzhab Syafi’i.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ  وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ، وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ  فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;( الفجر: 15- 16 ) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu  dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Rabbku  telah memuliakanku". Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi  rezkinya maka dia berkata: "Rabbku menghinakanku”. ( QS. Al Fajr: 15-16 )  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tabiat manusia ketika ia diberi kenikmatan dengan rizki yang banyak oleh Allah maka ia akan memuji Allah, dengan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Allah Maha Dermawan”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; namun ketika Allah memberinya rizki yang sedikit maka ia berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “Allah telah menghinakan aku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;demikianlah  keadaan manusia. Maka di hari-hari ini kita memperbanyak doa dan lebih  lagi memahami makna keindahan dan kelembutan Allah subhanahu wata’'ala  kepada kita. Sebagaimana kita ketahui kelembutan Allah dibalik ketentuan  yang secara dhahir sangat menyakitkan yang telah menimpa sayyidah Hajar  As wanita yang shalihah, istri nabi Ibrahim As. Ketika Allah  memerintahkan nabi Ibrahim As untuk meninggalkan sayyidah Hajar di  sebuah padang pasir yang sangat tandus yang tidak ada penghuni dan tidak  pula ada tempat untuk berteduh, di tempat itu sayyidah Hajar dan  putranya sayyidina Ismail ditinggalkan oleh nabi Ibrahim As dengan  meninggalkan bekal beberapa kurma dan air untuk mereka. Maka sayyidah  Hajar berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Ibrahim, kemana kau akan pergi apakah kau akan meninggalkan kami di lembah ini?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;namun  nabi Ibrahim tidak menjawab, maka sayyidah Hajar terus mengejarnya dan  kembali bertanya namun nabi Ibrahim tetap tidak menjawab, dan yang  ketiga kalinya sayyidah Hajar bertanya: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Wahai Ibrahim, apakah Allah yang telah memerintahkan hal ini?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kemudian nabi Ibrahim menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “ iya betul, Allah Yang telah memerintahkan ku untuk meninggalkan kalian di tempat ini”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Bagaimana jawaban wanita shalihah itu setelah mendengar perkataan nabi  Ibrahim As, jawaban yang sangat agung yang menjadikan ribuan pintu  rahmat Allah subhanahu wata’ala terbuka hingga akhir zaman, sayyidah  Hajar berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Jika demikian sungguh Allah tidak akan mengecewakan kita”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Setelah beberapa waktu dan persediaan makanan dan minuman yang telah  ditinggalakan nabi Ibrahim untuk mereka mulai habis, sayyidah Hajar  mulai merasa bingung karena anaknya nabi Isma’il mulai menangis merasa  kehausan dan kelaparan. Maka sayyidah Hajar mulai naik ke bukit Shafa  untuk mencari air atau menemukan kafilah yang sedang lewat di tempat  itu, kemudian turun dari bukit Shafa dan naik ke bukit Marwa namun tetap  tidak menemukan apa yang ia harapkan. Sayyidah Hajar terus menaiki  bukit Shafa dan Marwa, hingga kali yang ketujuh di bukit Marwa ia  bertemu dengan malaikat Jibril As, yang kemudian malaikat Jibril  menghentakkan  kakinya lalu memancarlah air yang kemudian disebut dengan  Air Zamzam, maka saat itu sayyidah Hajar berteriak dengan mengucapkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Zam Zam ( berkumpullah, berkumpullah)”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  kemudian beliau membuatkan semacam kolam untuk menampung agar air  tersebut tidak tumpah kemana-mana, sehingga Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam bersabda ketika menceritakan kisah ini:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  رَحِمَ اللهُ أُمَّ إِسْمَاعِيْلَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Allah melimpahkan rahmat kepada ibu Isma’il” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena jika sayyidah Hajar membiarkan air itu memancar begitu saja,  maka Makkah akan menjadi danau yang digenangi air zam zam. Kemudian  sayyidah Hajar meminum air itu yang rasanya sangat nikmat dan berbeda  dengan semua air yang ada di dunia, dimana air itu tidak hanya  menghilangkan haus tetapi juga menghilangkan lapar, dan kandungan zat  yang ada dalam air zam zam belum pernah ditemukan di semua air yang ada  di dunia ini. Setelah sayyidah Hajar minum dan kemudian memberi minum  anaknya nabi Ismail As, beliau duduk dan tidak tau apa yang harus  dilakukan. Beberapa lama kemudian lewatlah kafilah di tempat itu dan  mereka melihat ada burung di sekitar tempat itu, puluhan tahun mereka  melewati tempat itu namun tidak pernah mereka mendapati burung disana  yang mana yang hal itu menunjukkan bahwa ada air di tempat tersebut,  kemudian mereka mulai mencari sumber air tersebut lalu mereka menemukan  seorang wanita yang sedang memeluk putranya di sebelah pancaran air itu.  Maka setelah meminta izin kepada sayyidah Hajar mereka dan hewan-hewan  mereka minum dari air itu, namun air itu terus memancar tiada hentinya.  Kemudian mereka menjadikan tempat itu sebagai tempat bersinggah lalu  mereka membangun perkemahan yang akhirnya tempat itu menjadi sebuah  perkampungan, demikianlah sejarah kota Makkah, buah dari kesabaran  sayyidah Hajar  As. Kota Makkah berasal dari kalimat&lt;b&gt;&lt;i&gt; Bakkah &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang memiliki banyak arti yang diantaranya berarti&lt;b&gt;&lt;i&gt; tangisan,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  yaitu tangisan sayyidah Hajar As yang saat itu berdoa kepada Allah,  adapun makna yang kedua adalah kota tangisan karena Makkah adalah tempat  paling banyak orang menangis, diantaranya ketika orang mengunjungi  Makkah ia akan menangis ketika melihat Ka’'bah. Demikian perbuatan mulia  dari seorang wanita shalihah yang bersabar atas takdir Allah subhanahu  wata’ala.  &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Ibadah Haji atau Umrah merupakan gambaran perbuatan yang telah dilakukan  oleh ummat-ummat sebelum kita, namun Allah subhanahu wata’'ala tidak  melewatkannya begitu saja dengan menjadikan pahalanya hanya untuk ummat  terdahulu saja, akan tetapi Allah subhanahu wata’'ala menjadikan kita  untuk bisa mendapatkan sekilas keberkahan daripada perbuatan-perbuatan  mereka di masa lalu. Dimana saat ini kita tidak akan mampu jika kita  diperintah untuk menyembelih anak kita sendiri, namun sebagai  penggantinya kita disunnahkan untuk menyembelih kurban agar kita  mendapatkan bagian keberkahan dari ketakwaan nabi Ibrahim As ketika  diperintah oleh Allah untuk menyembelih anaknya. Begitu pula sebagaimana  kita tidak akan mampu jika kita ditinggal di padang pasir yang sangat  tandus tidak ada kehidupan disana seperti sayyidah Hajar dan nabi  Ismail, namun Allah mensyari’atkan kepada ummat Islam untuk melintasi  langkah-langkah sayyidah Hajar diantara bukit Shafa dan Marwa ketika  mencari air, yang kita kenal dengan sa’'i , hal ini agar kita  mendapatkan bagian keberkahan dari perbuatan sayyidah Hajar As dan  kesabarannya akan takdir Allah subhanahu wata’ala. Begitu pula  sebagaimana kita tidak mendapatkan bagian pahala untuk turut membangun  Ka’'bah yang telah runtuh di masa Nabi Ibrahim As, yang kemudian Allah  memerintahkan untuk dibangun kembali, sebagai gantinya Allah subhanahu  wata’ala mensyari’atkan kepada kita untuk melakukan thawaf, karena  setelah selesai membangun Ka’'bah, nabi Ibrahim dan nabi Isma’il  mengitari Ka’'bah sebanyak 7 kali, maka ketika kita melakukan thawaf  berarti kita telah mengikuti langkah mereka sehingga kita mendapatkan  bagian keberkahan dari perbuatan mereka. Demikian banyak hal-hal luhur  yang diperbuat oleh para nabi terdahulu kemudian Allah perintahkan  kepada ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk diikutinya  agar mendapatkan bagian dari keberkahan tersebut. &lt;br /&gt;Seluruh kemuliaan yang Allah tumpahkan di permukaan bumi dalam  kehidupan di dunia ini telah Allah siapkan pada sosok sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Diantaranya adalah indahnya akhlak  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bermasyarakat, beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam adalah panutan tunggal dan panutan utama  dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam kehidupan kita sehari-hari.  Dimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menyukai orang-orang  yang memuliakan tetangganya, dan meremehkan tetangga merupakan hal yang  sangat berbahaya dan tidak disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, diriwayatkan  oleh Al Imam Al Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bukanlah seseorang yang sempurna imannya orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahkan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam banyak menyampaikan  banyak hadits  dalam Shahihul Bukhari dan Shahih Muslim tentang adab dan  mu’'amalah terhadap tetanggga. Disebutkan dalam kitab Adabul Mufrad  dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada  istrinya untuk membagikan makanan kepada tetangganya, dan di saat itu  tetangga yang terdekat dari pintu rumah beliau adalah orang yahudi, maka  rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada istrinya : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “apakah sudah kau berikan bagian untuk tetangga kita”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;maka istri beliau menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “belum wahai rasulullah, karena dia adalah seorang yahudi”,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;maka  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memberikan bagian itu  meskipun dia seorang yahudi, karena ia adalah tetangga beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam, demikian akhlak luhur sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan pula ketika salah seorang  datang kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengadukan  kepada beliau bahwa ia diganggu oleh tetangganya, maka Rasulullah  memerintahkan kepada orang itu untuk mengeluarkan barang-barangnya dan  meletakkannya di jalan agar orang-orang yang lewat di jalan itu  terganggu, maka ia pun melaksanakan perintah Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam dengan meletakkan barang-barangnya di jalan. Kemudian  orang-orang yang lewat di jalan itu merasa terganggu dan semua orang  yang lewat di jalan itu melaknat dan mencaci nya, maka Rasulullah  berkata kepada orang itu : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Katakan kepada tetanggamu itu, bahwa seperti itulah yang diperbuat Allah kepadanya karena telah menyakiti tetangganya”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Maka orang yang mengganggu itu meminta maaf dan berjanji tidak akan  lagi mengganggunya.  Allah subhanahu wata’ala ingin menunjukkan bahwa  orang yang mengganggu tetangganya, seperti itulah keadaannya dilaknat  dan dicaci oleh orang lain, maka jika seseorang mengganggu tetangganya  maka Allah yang melaknat orang tersebut. &lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al Imamul Bukhari bahwa Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam dikabari tentang seorang wanita yang shalihah, yang  banyak melakukan ibadah, banyak berpuasa di siang hari dan selalu  melakukan qiyamul lail, namun ia sering membicarakan aib tetangganya dan  menyakiti perasaan tetangganya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam bahwa wanita itu tempatnya di neraka, karena dia tidak  memuliakan tetangganya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  مَنْ كَانَ يُؤمِنُ باللهِ واليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beriman pada hari akhir (kiamat) maka muliakanlah tetangganya” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling memuliakan tetanggannya, para sahabat berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Rasulullah, aku mempunyai dua orang tetangga, manakah yang harus aku dahulukan?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “ tetangga yang paling dekat dengan pintu rumahmu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; indahnya budi pekerti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam hadits qudsi :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  ياَدَاوُد لَوْ يَعْلَمُ الْمُدْبِرُوْنَ عَنِّيْ شَوْقِي لِعَوْدَتِهِمْ ،  وَمَحَبَّتِيْ فِيْ تَوْبَتِهِمْ ، وَرَغْبَتِيْ فِي إِناَبَتِهِمْ  لَطاَرُوْا شَوْقًا إِلَيَّ  يَادَاوُد هَذِهِ رَغْبَتِيْ فِى الْمُدْبِرِيْنَ عَنِّي ، فَكَيْفَ  تَكُوْنُ مَحَبَّتِيْ فِى الْمُقْبِلِيْنَ عَلَيَّ...؟ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Daud :&amp;nbsp;Seandainya orang-orang yg berpaling dari-Ku  mengetahui kerinduan-Ku atas  kembalinya mereka, dan cinta-Ku akan  taubatnya mereka, dan besarnya sambutanku atas kembalinya mereka pada  keridhoan Ku, niscaya mereka akan terbang karena rindunya mereka  kepada-Ku.&amp;nbsp;Wahai Daud, demikianlah cinta-Ku kepada orang-orang yg  berpaling dari Ku (jika mereka ingin kembali), maka bagaimanakah  cinta-Ku kepada orang-orang yg datang (mencintai dan menjawab cinta  Allah ) kepada-Ku?” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita berdzikir bersama dan berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala  semoga saudara saudari kita yang berangkat haji diberi keselamatan dan  kemudahan dalam medan haji dan pulang dengan haji mabrur, amin. Wahai  Allah, bukalah seluruh pintu kemuliaan Arafah, pintu kemuliaan Mina,  bukalah seluruh pintu kemulian Shafa dan Marwa, Ya Allah bukalah seluruh  pintu kemuliaan di Makkah dan Madinah, demi kemuliaan shahib Makkah dan  Madinah, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, demi  kemuliaan sayyid Ad Dunya wal Akhirah sayyidina Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam. Ya Allah, kami tenggelamkan seluruh dosa-dosa kami  dalam samudera pengampunan dan kasih sayang-Mu, dan kami titipkan sisa  hidup kami dalam gerbang kelembutan dan kasih sayang-Mu… &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ucapkanlah bersama-sama &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ  إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ  إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ  السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا  نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ  تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-5214337796482412099?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/5214337796482412099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/11/amal-yang-lebih-afdhal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/5214337796482412099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/5214337796482412099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/11/amal-yang-lebih-afdhal.html' title='Amal Yang Lebih Afdhal'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-7058075813777206241</id><published>2011-10-31T07:42:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T07:42:47.107-07:00</updated><title type='text'>Pesan Rasul SAW Pada Haji Wada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Monday, 31 October 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; P&lt;/i&gt;esan Rasul SAW Pada Haji Wada&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَقْبَلَ رَجُلٌ، غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ، مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ،  نَاتِئُ الْجَبِينِ، كَثُّ اللِّحْيَةِ، مَحْلُوقٌ، فَقَالَ، اتَّقِ  اللَّهَ يَا مُحَمَّدُ، فَقَالَ رسنول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ : منْ يُطِعْ اللَّهَ إِذَا عَصَيْتُ؟، أَيَأْمَنُنِي اللَّهُ،  عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ، فَلَا تَأْمَنُونِي؟، فَسَأَلَهُ رَجُلٌ قَتْلَهُ،  أَحْسِبُهُ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ، فَمَنَعَهُ، فَلَمَّا وَلَّى، قَالَ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا، أَوْ فِي  عَقِبِ هَذَا، قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ، لَا يُجَاوِزُ  حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ، مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ  الرَّمِيَّةِ، يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ، وَيَدَعُونَ أَهْلَ  الْأَوْثَانِ، لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ، لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ  عَادٍ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; (صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berkata Abu sa’id Al Khudriy ra saat Nabi saw sedang membagi  bagi harta pada beberapa orang, maka datanglah seorang lelaki, matanya  membelalak, kedua pelipisnya tebal cembung kedepan, dahinya besar,  janggutnya sangat tebal, rambutnya gundul, sarungnya pendek, berkata:  Bertakwalah pada Allah wahai Muhammad…!, Sabda Rasulullah SAW: “Siapa  yang taat pada Allah kalau aku bermaksiat??, apakah Allah mempercayaiku  untuk mengamankan penduduk bumi dan kalian tidak mempercayaiku??” dan  berkata Khalid bin Walid ra: Wahai Rasulullah, kutebas lehernya..!,  Rasul SAW melarangnya, lalu beliau SAW melirik orang itu yang sudah  membelakangi Nabi saw, dan Rasul saw bersabda: “Sungguh akan keluar dari  keturunan lelaki ini suatu kaum yang membaca Alqur’an namun tidak  melewati tenggorokannya (tidak kehatinya), mereka semakin jauh dari  agama seperti menjauhnya panah dari busurnya, mereka memerangi orang  islam dan membiarkan penyembah berhala”, jika kutemui kaum itu akan  kuperangi seperti diperanginya kaum ‘Aad” (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  عَنْ جَرِيرٍ:أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  لَهُ : فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ، اسْتَنْصِتْ النَّاسَ، فَقَالَ: لَا  تَرْجِعُوا بَعْدِي، كُفَّارً،ا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ، رِقَابَ بَعْضٍ.   &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dari Jarir ra: “Sungguh Nabi SAW bersabda padanya, pada Haji  Wada’ (Haji perpisahan/haji Nabi saw yang terakhir). Simaklah dengan  baik wahai orang-orang, lalu beliau bersabda: “Jangan kalian kembali  kepada kekufuran setelah aku wafat, saling bunuh dan memerangi satu sama  lain” (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="210" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/habibana%20%281%29.jpg" title="Image" width="170" /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur,  Yang Maha menerangi permukaan bumi dan langit dengan cahaya-Nya, dan  Maha menerangi jiwa hamba-hamba Nya dimana ketika jiwa seseorang telah  diterangi oleh cahaya Allah, maka akan berpijarlah seluruh keluhuran  disekitarnya, pada keluarganya, pada tetangganya, pada segala sesuatu  yang ia ucapkan, ia dengarkan dan yang ia lewati. Cahaya keberkahan  Ilahi berpijar pada segala sesuatu, sebagaimana firman Allah subhanahu  wata’ala dalam hadits qudsi :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  &amp;nbsp;وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا  افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ  بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ  الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي  يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي  لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;”Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu  yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan  terus menerus hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan yang  sunnah hingga Aku mencintai dia. Jika Aku sudah mencintainya, maka  Akulah pendengarannya yang dia mendengar dengannya, dan pandangannya  yang dia memandang dengannya, dan tangannya yang dia menyentuh  dengannya, dan kakinya yang dia berjalan dengannya. Jikalau dia meminta  kepada-Ku niscaya pasti akan Kuberi, dan jika dia meminta perlindungan  kepada-Ku niscaya pasti akan Kulindungi.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika seorang hamba melewati tuntunan Ilahi baik amalan yang  wajib atau yang sunnah semampunya sampai Allah mencintainya, karena jika  Allah mencintainya maka cahaya Allah subhanahu wata’ala berpijar dari  penglihatannya, pendengarannya, dan  sanubarinya, cahaya Allah berpijar  dari doa-doa dan munajatnya, ketika jiwanya bergetar maka bergetar  seluruh alam semesta dengan getaran jiwanya .&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Di tahun yang lalu kita mengetahui bagaimana banyak gunung-gunung di  hampir seluruh permukaan pulau Jawa yang akan meletus,  sehingga  dinaikkan statusnya menjadi status awas, status siaga 2 atau siaga 1,  hampir semua gunung-gunung merapi itu mendadak ingin meletus, namun  setelah masuk bulan Rabi’ul Awal dan mulailah seluruh pulau Jawa  bergemuruh dengan bacaan dzikir dan maulid nabi sehingga mulai reda dan  tidak satu gunung pun yang meletus, dikarenakan kewibawaan Allah yang  Allah munculkan dengan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,  padahal beliau telah wafat 14 abad yang silam, namun pijaran cahaya  Ilahi tetap berpijar pada para pewarisnya, tetap berpijar pada jiwa para  pecintanya, pada jiwa para pembelanya, dan tidak ada orang-orang yang  dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala selain para pengikut sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, para pecinta sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala telah menyampaikan kepada sang nabi secara  tegas dan lugas, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah  menasihati ummatnya setelah beliau wafat untuk tidak saling hantam satu  sama lain, tidak saling menyakiti satu sama lain, tidak saling membunuh  antar sesama. Beberapa waktu yang lalu di wilayah ini belum pernah  terjadi tawuran, namun sejak tahun 1998 mulai terjadi tawuran maka hal  ini merupakan pemerosotan sosial yang sangat memalukan, dan semoga  tidak akan pernah terjadi lagi. Saya menghimbau kepada para pemuda  Pancasila, dari Forum Betawi Rembuk, dari FORKABI dan seluruh  organisasi-organisasi Islam untuk sama-sama bersatu dalam satu kesatuan &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallaah Muhammadun Rasulullah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         Ketahuilah bahwa perkelahian hanya akan menyebabkan kesusahan  dan akan memunculkan banyak korban, akan timbul balas dendam, dan hal  ini merupakan taktik lama yaitu adu domba dibuat oleh musuh-musuh Islam,  namun tetap saja muslimin terkecoh atau terpancing olehnya. Maka  janganlah kita tersu terkecoh olehnya, kita sesame muslimin bersatu  dalam kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         ikatan pertama yang tidak bisa terputus di dunia dan di akhirat,  dan ikatan yang kedua adalah ikatan saudara sebangsa meskipun mungkin  berbeda agama. Satu contoh misalnya seseorang pergi ke luar negeri,  negara yang tidak menggunakan bahasa Indonesia, kemudian orang tersebut  kehilangan sesuatu atau mungkin tersesat di jalan, maka ia akan  kebingungan karena orang disana tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia  dan ia tidak bisa berbahasa bahasa di negara tersebut, tiba-tiba di saat  seperti itu ia bertemu dengan orang Indonesia maka bagaimana rasa  gembiranya orang tersebut, maka tanpa memandang apakah orang itu seagama  dengannya apa tidak, maka ia akan sangat gembira karena merasa telah  bertemu dengan saudaranya, itulah saudara sebangsa yang terkadang di  dalam negeri tidak merasakan persaudaraan tersebut. Dan ikatan  persaudaraan yang lain adalah bahwa seluruh manusia di barat dan timur  berasal dari Adam dan Hawa. Ketiga ikatan besar ini, yang dua akan  terputus di dunia dan satu ikatan akan abadi di akhirat yaitu ikatan  iman dan islam . Namun yang sangat menyayangkan dan menyedihkan saat ini  justru ikatan iman yang banyak terputus dan berantakan . &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kepada kita  peringatan bagaimana seharusnya kita menjaga ikatan tali silaturrahmi  dan balasan yang dahsyat jika memutuskan hubungan tali silaturrahmi.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al  Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad bahwa tidak ada balasan yang lebih  cepat datang kepada seseorang yang berbuat dosa, melebihi balasan untuk  orang yang memutuskan tali silaturrahmi. Orang yang memutuskan tali  silaturrahmi akan cepat mendapatkan balasannya baik di dunia atau di  akhirat, dan terlebih lagi jika yang terputus adalah hubungan kita  dengan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, atau mungkin dengan  mencaci orang yang bershalawat kepada sayyidina Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah  membagikan emas kepada beberapa orang Najd, maka gemuruhlah orang  Quraisy dan Anshar karena emas tersebut hanya diberikan kepada mereka,  maka seseorang datang dan berkata kepada kepada nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Muhammad, bertaqwalah engkau kepada Allah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        kemudian mendengar hal tersebut berkatalah sayyidina Khalid bin Walid : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Rasulullah izinkan aku untuk membunuh orang ini”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangnya,  ketika orang tersebut pergi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Akan muncul dari keturunan orang tersebut suatu  kelompok yang membaca Al qur’an namun tidak melewati tenggorokannya,  mereka keluar dari Islam sebagaimana melesetnya anak panah dari  sasarannya, mereka membunuh orang Islam dan membiarkan hidup para  penyembah berhala, dan jika aku sempat mendapati mereka maka akan  kubunuh mereka sebagaimana pembunuhan terhadap kaum  ‘Ad”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         Dan zaman sekarang banyak yang membaca Al qur’an dengan suara yang  indah dan bagus namun tidak sampai ke tenggorokan, maksudnya adalah hati  mereka masih penuh dengan kedengkian terhadap orang lain, mereka adalah  orang-orang yang memerangi orang-orang muslim dan membiarkan  orang-orang yang menyembah berhala. Banyak di zaman sekarang orang-orang  yang membid’ahkan shalawat, mengatakan orang yang ziarah kubur telah  melakukan kesyirikan, padahal mereka adalah saudara sesama muslim yang  mengakui &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasuulullah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         namun mereka tidak memerangi orang- orang yang menyembah berhala.  Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Jika aku mendapati mereka maka akan kubunuh mereka sebagaimana pembunuhan terhadap kaum ‘Ad”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Bari bisyarh  Shahih Al Bukhari menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam tidak memerintah untuk memerangi kelompok tersebut, dari hadits  tersebut dapat difahami bahwa hanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam yang berhak memerangi mereka, adapaun tugas kita tidak  memerangi akan tetapi membenahi saja, jangan sampai ajaran tersebut  semakin meluas dan tersebar, maka waspadalah terhadap keluarga,  anak-anak, saudara, teman dan para tetangga agar tidak terjebak ke dalam  ajaran-ajaran kelompok tersebut yang mana ajaran itu akan mengakibatkan  tercemarnya nama baik Islam.&lt;br /&gt;Dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari dikatakan oleh sayyidina  Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata  kepada para sahabat :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Maukah kuberitahukan kepada dosa-dosa yang paling besar?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka para sahabat berakata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“tentu wahai Rasulullah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  الإِشْرَاكُ بالله وَعُقُوْقُ اْلوَالِدَيْنِ وَقَوْلُ الزُّوْرِ ( رواه البخاري) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan perkataan dusta”. (Shahih Al Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketiga perbuatan tersebut merupakan dosa yang paling besar, dan  ketika Rasulullah mengucapkan kalimat قول الزور ( ucapan/ persaksian  yang dusta), beliau mengulang-ulang ucapan itu, yang mana ucapan  tersebut bisa berupa fitnah, adu domba, dan lainnya sehingga dengan  ucapan itu membuat orang yang baik menjadi hina atau sebaliknya. Dan hal  itu merupakan dosa yang paling besar diantara perbuatan dosa yang  lainnya. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah menyampaikan  kepada kita akan keutamaan dan pahala dari berbuat baik kepada kedua  orang tua. Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Rasulullah, ibuku telah wafat dan jika aku mengirimkan pahala untuknya apakah pahala itu akan sampai kepadanya?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“iya betul”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         oleh sebab itu berbaktilah kepada kedua orang tua karena  berbakti kepada keduanya adalah hal yang lebih mulia daripada jihad,  sebagaimana ketika salah seorang pemuda berkata kepada Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Rasulullah, akun ingin berhijrah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       pemuda itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“iya, mereka masih hidup”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Pulanglah dan berbaktilah kepada kedua orang tuamu karena berbakti kepada mereka lebih utama daripada jihad”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;         Maka jika ada orang yang belum berbakti kepada kedua orang  tuanya maka tidak sebaiknya tidak membicarakan jihad fisabilillah namun  berjihadlah terlebih dahulu terhadap nafsunya dan berbaktilah kepada  kedua orang tunya. Dan salah satu keberkahan besar bahwa orang yang  berkhidmah kepada ibunya akan selalu dilimpahi kemakmuran oleh Allah,  sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat seperti sayyidina  Anas bin Malik RA, Abu Hurairah RA, dan yang lainnya yang telah  dilimpahi keberkahan dan kemakmuran oleh Allah subhanahu wata’ala karena  berbakti kepada ibunya. Oleh karena itu jika kalian masih mempunyai  ayah ibu maka berbaktilah kepada mereka karena hal itu adalah jihad yang  termulia, dan jika mereka memiliki akhlaq yang tidak baik maka  nasihatilah dengan lemah lembut namun jika tidak berubah maka hal itu  adalah hubungan antara mereka dengan Allah subhanahu wata’ala, dan  sebagai seorang anak harus selalu berbuat baik dan berbakti kepada  mereka. Dan jika ibunda kalian telah wafat maka kirimilah ia dengan  amalan-amalan baik seperti shadaqah dan lainnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya kita berdoa dan bermunajat kepada Allah subhanahu  wata’ala semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat dan  keberkahan kepada kita, mengampuni segala dosa dan kesalahan kita yang  telah lalu dan menyiapkan pengampunan atas dosa dan kesalahan yang akan  datang, semoga Allah mengabulkan seluruh hajat kita, dan mengangkat  seluruh musibah kita, dan mempermudah segala urusan kita. Wahai Rabbi,  kami memohon dengan nama-Mu Yang Maha Agung, kami tenggelamkan segala  musibah dalam keagungan nama-Mu, kami bentengi diri kami dari seluruh  musibah dengan kewibawaan nama-Mu, kami bentengi seluruh masalah dan  segala kesedihan kami dengan kewibawaan nama-Mu Ya Allah…&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;    فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ  إلَّاالله... لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ  رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ  وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ  عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ  اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-7058075813777206241?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/7058075813777206241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/pesan-rasul-saw-pada-haji-wada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7058075813777206241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7058075813777206241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/pesan-rasul-saw-pada-haji-wada.html' title='Pesan Rasul SAW Pada Haji Wada'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-2219413830490654561</id><published>2011-10-31T07:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T07:40:02.450-07:00</updated><title type='text'>Perkelahian Yang Menyebabkan Masuk Neraka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" dir="ltr" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#EFF0DF" dir="ltr" valign="top"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" dir="ltr" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" dir="ltr" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="3" valign="top"&gt;&lt;div class="contentblock"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneoutter"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Wednesday, 26 October 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; P&lt;/i&gt;erkelahian Yang Menyebabkan Masuk Neraka&lt;br /&gt;Senin, 17 Oktober 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  عَنْ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ : ذَهَبْتُ لِأَنْصُرَ هَذَا الرَّجُلَ  فَلَقِيَنِي أَبُو بَكْرَةَ فَقَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قُلْتُ أَنْصُرُ هَذَا  الرَّجُلَ قَالَ ارْجِعْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ،  بِسَيْفَيْهِمَا، فَالْقَاتِلُ، وَالْمَقْتُولُ، فِي النَّارِ، قُلْتُ يَا  رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ؟ : قَالَ  إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; (صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Berkata Ahnaf bin Qeis ra: Aku berangkat (dengan pedang  terhunus) untuk menolong seseorang, lalu kutemu Abu Bakrah ra berkata:  kau akan kemana?, kujawab: ingin menolong pria itu..!, maka berkata Abu  Bakrah ra: Pulanglah..!, aku mendengar Rasul saw bersabda: “Jika  berkelahi dua kelompok muslimin dengan senjata mereka, maka yang  membunuh dan yang dibunuh masuk neraka”. Lalu kubertanya: Wahai  Rasulullah (SAW), aku mengerti kalau yang membunuh masuk neraka, tapi  apa salahnya yang dibunuh (masuk neraka pula)?, sabda Rasul SAW: “Karena  sebelum ia terbunuh ia sudah siap (menghunus pedang) untuk membunuh  temannya itu”(Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar%208.jpg" title="Image" width="170" /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur,  Yang Maha melimpahkan hidayah kepada hamba-hamba-Nya, Yang Maha  menenangkan jiwa dengan mengingat dan menyebut nama-Nya, sebagaimana  firman Allah subhanahu wata’ala : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( الرعد : 28 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi  tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati  Allah-lah hati menjadi tenteram”. ( QS. Ar Ra’d : 28 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika banyak orang yang tidak mengingat Allah, maka akan semakin  banyak pula hati yang tidak merasa tenang, sehingga semakin banyak  terjadi keributan, semakin banyak terjadi tawuran, semakin banyak  terjadi perkelahian dan perselisihan karena sedikit dalam mengingat  Allah subhanahu wata’ala. Kita ketahui bahwa Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam adalah makhluk yang paling berani namun beliau juga  adalah makhluk yang paling berlemah lembut, baik kepada teman atau  kepada musuh sekalipun, bahkan kepada hewan dan tumbuhan. Sebagaimana  beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda diriwayatkan di dalam  Shahih Al Bukhari, yaitu hadits yang kita baca tadi dimana ketika Ahnaf  bin Kais RA menghunus senjatanya, kemudian Abu Bakrah bertanya  kepadanya akan pergi kemana dia, maka ia menjawab bahwa ia akan pergi  untuk membantu temannya yang sedang dalam permasalahan (perkelahian),  maka Abu Bakrah berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“pulanglah engkau dan janganlah kau  mengikuti mereka, karena aku telah mendengar sabda Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa jika dua orang atau dua kelompok  muslim saling beradu dengan senjata, maka yang terbunuh dan yang  membunuh keduanya sama-sama akan masuk neraka, kemudian aku berkata  kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “ Wahai Rasulullah,  orang yang membunuh wajar jika masuk neraka namun bagaimana dengan yang  dibunuh?”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:  “karena orang yang telah dibunuh itu jika tidak dibunuh maka ia juga  akan berusaha untuk membunuh lawannya”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Maka pembunuh dan  yang dibunuh keduanya sama-sama di dalam neraka, oleh karena itu jangan  memilih kedua-duanya. Jika melihat ada perkelahian maka segera mundur  dan laporkan pada aparat keamanan yang berwenang, tetapi jika  kedatanganmu dalam perkelahian itu akan meredam dan menghentikan  perkelahian tersebut maka datangilah, namun jika tidak demikian maka  jangan pula ikut menyaksikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al  Bukhari : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لَا يُشِيرُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيهِ بِالسِّلاحِ ، فَإِنَّهُ لا يَدْرِي  أَحَدُكُمْ لَعَلَّ الشَّيْطَانَ أَنْ يَنْزِعَ فِي يَدِهِ ، فَيَقَعَ فِي  حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Janganlah seseorang diantara kalian mengacungkan senjata  kepada saudaranya, karena sesungguhnya kalian tidak tau bisa jadi  syaithan merenggut (nyawanya) melalui tangannya sehingga  mengakibatkannya masuk ke lubang api neraka”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka janganlah seeorang diantara kalian mengacungkan senjata kepada  muslim yang lain, karena terkadang tanpa disadari syaithan akan  membimbing tangannya sehingga ia melukainya atau bahkan membunuhnya,  sehingga hal itu menjatuhkannya ke dalam api neraka. Sehingga  diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Rasulullah melarang untuk  menghunuskan pedang atau mengeluarkan anak panah dari busurnya di  masjid-masjid atau di pasar karena khawatir akan melukai orang lain,  seperti itulah perhatian Rasulullah dalam menjaga kedamaian. Maka kita  sesama muslim janganlah saling hantam satu sama lain karena musuh-musuh  kita akan mentertawakannya. Dan sebagai warga yang baik, tidaklah salah  jika membela temannya yang terdhalimi, namun cara membelanya lah yang  perlu kita benahi. &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Hakikat kehidupan ini adalah kematian dan sesudahnya, dan hakikat orang  yang paling berani adalah orang yang bisa menahan hawa nafsunya, dan  orang yang selalu bersabar dan bersabar dialah orang yang paling  berbahaya jika ia telah marah, karena jika ia adalah seorang yang sabar  maka Allah akan turut marah dengan kemarahannya, dan jika Allah telah  murka maka tidak akan ada yang bisa menahan kemurkaan itu. Dijelaskan  oleh para salafusshalih bahwa api neraka bukanlah tempat kemurkaan  Allah, karena api neraka yang begitu dahsyat itu pun tidak akan mampu  menampung kemurkaan Allah subhanahu wata’ala bahkan ia akan hancur dan  lebur jika ia menampung kemurkaan Allah yang hakiki, namun neraka  hanyalah tempat untuk hamba-hamba Allah yang dimurkai. Maka dalam  kehidupan ini kita harus melewati banyak pintu ibadah, adapun salah satu  pintu ibadah yang sangat mulia adalah berbakti kepada orang tua.  Diriwayatkan dalam kitab Adabul Mufrad oleh Al Imam Al Bukhari bahwa  seseorang datang kepada sayyidina Abdullah bin Abbas RadhiyaAllahu  ‘anhuma dan mengadukan bahwa ia telah banyak berbuat dosa dan kesalahan,  maka ia bertanya apakah yang dapat ia lakukan sebagai penghapus  dosa-dosa itu, kemudian sayyidina Abdullah bin Abbas Ra berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“apakah ibumu masih hidup”?,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       namun ternyata ibunya telah wafat, maka sayyidina Abdullah bin Abbas berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“perbanyaklah bertobat dan berdoa kepada Allah”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka setelah orang itu pergi, seseorang bertanya kepada sayyidina  Abdullah bin Abbas RA akan pertanyaan beliau tentang ibu orang tadi, apa  kaitannya antara dosanya dengan ibunya, maka sayyidina Abdullah bin  Abbas RA berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“tidak aku temukan amalan yang lebih cepat  mengakibatkan seseorang untuk mendapat ridha Allah dan pengampunan-Nya  kecuali berbakti kepada orang tua”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Dijelaskan oleh  sayyidina Abdullah Ibn Abbas RA bahwa jika seseorang mempunyai kedua  orang tua maka ia telah mempunyai dua pintu sorga, dan jika kedua orang  tua itu ridha kepadanya maka kedua pintu sorga itu terbuka untuknya,  namun jika salah satu dari keduanya murka kepadanya maka kedua pintu  sorga itu tidak akan dibuka oleh Allah bahkan Allah akan murka dan  kemurkaan itu tidak akan hilang jika orang tua tetap murka. Diriwayatkan  pula dari sayyidina Abdullah bin Abbas RA, bahwa ketika kedua orang tua  atau salah satunya menangis sedih atau kecewa karena perbuatan anaknya,  maka di saat seperti itu Allah subhanahu wata’ala sangat murka.  Diriwayatkan dalam Adabul Mufrad bahwa ketika salah seorang sahabat  bertanya kepada sayyidina Abdullah bin Umar RA tentang bagaimana agar  cepat masuk sorga, maka sayyidina Abdullah bin Umar RA menjawab yaitu  dengan berlemah lembut kepada ibu, dan memberikan apa yang ia sukai,  itulah cara agar masuk sorga dengan mudah.    &lt;br /&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; T&lt;/i&gt;erjemahan Tausyiah Al Habib Kadhim bin Ja'far As Seggaf&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Segala puji&lt;/b&gt; bagi Allah subhanahu wata’ala atas  nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita, baik yang kita ketahui  ataupun yang tidak kita ketahui, dan dengan kita mensyukuri nikmat Allah  subhanahu wata’ala maka niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya untuk  kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam dan para pengikutnya hingga hari kiamat.  Kita juga bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala yang telah  menghadirkan kita semua di majelis ini. Dan ketahuilah bahwa di tempat  ini Allah menurunkan curahan rahmat-Nya, dimana di majelis ini mencakup  beberapa macam ibadah, diantaranya adalah kita telah mendatangi dan  duduk di rumah Allah subhanahu wata’ala (masjid), dan juga kita telah  duduk dalam kumpulan orang-orang yang berdzikir kepada Allah subhanahu  wata’ala dan duduk mendengarkan hadits-hadits Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam. Dan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah  memberikan kabar gembira bahwa orang-orang yang hadir di majelis dzikir  dan jika telah keluar dari majelis tersebut maka mereka mendapatkan  panggilan dari Allah subhanahu wata’ala : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bangunlah kalian dari tempat ini, sungguh dosa-dosa kalian telah diampuni dan digantikan dengan kebaikan”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        Dan terlebih lagi jika itu adalah majelis dzikir kepada Allah dan  juga shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang  mana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah kunci dari rahmat Allah.  Jika dalam majelis dzikir ini menyebut nama nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam dan mengagungkan nama beliau shallallahu ‘alaihi  wasallam setelah kita mengagungkan Allah subhanahu wata’ala, maka Allah  subhanahu wata’ala akan lebih lagi melimpahkan rahmat-Nya di majelis ini  karena kemuliaan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau  adalah makhluk Allah yang paling mulia dan paling dicintai oleh Allah  subhanahu wata’ala dari seluruh makhluk-Nya. Maka dalam majelis ini akan  turun para malaikat membawa ketenangan dan diliputi oleh rahmat Allah  subhanahu wata’ala. Bahkan Allah subhanahu wata’ala saat ini menyebut  nama-nama kita di tempat yang tertinggi dihadapan para malaikat-Nya dan  membanggakan hamba-hamba-Nya yang berdzikir di majelis-majelis dzikir.  Jika kita telah berdiri dari majelis ini dan pulang ke rumah  masing-masing, maka malaikat mencatat kehadiran kita semua di majelis  ini dan malaikat-malaikat Allah itu tidak langsung berbicara kepada  Allah hingga Allah subhanahu wata’ala yang bertanya kepada mereka apa  yang sedang dilakukan para hamba-hamba-Nya di majelis tersebut, maka  para malaikat berkata bahwa hamba-hamba itu duduk berkumpul memuji dan  mengagungkan nama Allah subhanahu wata’ala. Dan dalam majelis seperti  ini Allah subhanahu wata’ala menanyakan kepada malaikat-Nya apa yang  diminta oleh para hamba-Nya di majelis tersebut, padahal Allah Maha Tau  akan permohonan hamba-Nya, maka para malaikat berkata bahwa hamba-hamba  itu meminta surga Allah subhanahu wata’ala dan meminta perlindungan  Allah dari api neraka. Di dalam riwayat hadits yang lain disebutkan  bahwa ketika para hamba-Nya meminta sorga dan memohon perlindungan  kepada Allah dari api neraka, Allah bertanya apakah mereka pernah  melihat sorga dan neraka?, maka para malaikat berkata bahwa mereka belum  pernah melihat sorga atau neraka, maka Allah kembali bertanya lagi : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“bagaimana jika mereka pernah melihat neraka?”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Allah Maha Tau bahwa hamba-Nya yang hadir di majelis dzikir itu  belum pernah melihat neraka, namun Allah tetap menanyakan-Nya kepada  malaikat agar mereka menjadi saksi dihadapan Allah subhanahu wata’ala,  maka para malaikat berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah jika mereka melihat neraka maka mereka akan sangat takut dan lebih meminta perlindungan kepada-Mu”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        Dan ketika para malaikat itu diajak berdialog oleh Allah  subhanahu wata’ala maka bukan hanya mereka saja yang mendengarnya, akan  tetapi semua malaikat yang ada di tujuh lapis langit mendengar  pertanyaan-pertanyaan Allah, dan malaikat yang pertama kali mendengar  ucapan Allah subhanaha wata’ala ia langsung tunduk dan tersungkur di  hadapan Allah subhanahu wata’ala karena mengagungkan Allah subhanahu  wata’ala. Maka Allah berfirman dihadapan para malaikat-Nya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Kujadikan  kalian saksi wahai para malaikat-Ku, bahwa Aku telah mengampuni dosa  mereka (hamba-hamba Allah) semua, dan Aku memberikan semua apa yang  mereka minta”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Maka para malaikat mengetahui anugerah  Allah yang sangat besar kepada mereka yang hadir di majelis-majelis  dzikir, kemudian para malaikat berkata kepada Allah :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ Ya Allah, sesungguhnya diantara mereka ada yang hadir ke majelis bukan untuk tujuan berdzikir, namun ada tujuan yang lain”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Para malaikat mengetahui setiap niat kita yang hadir di majelis  dzikir ini, dan karena mereka sangat amanah maka mereka mengatakan  kepada Allah bahwa ada orang-orang yang hadir di majelis itu bukan  karena tujuan berdzikir namun karena ada tujuan yang lainnya. Allah  subhanahu wata’ala tidak peduli apakah kehadiran hamba-hamba-Nya ke  majelis dzikir itu untuk berdzikir atau ada niat yang lain, namun Allah  berkata bahwa orang yang hadir dan duduk bersama orang yang berdzikir  mereka tidak akan rugi atau sial dengan duduk bersama mereka. Begitu  juga para wali Allah seperti Al Habib Ali Al Habsyi mereka mengadakan  majelis-majelis seperti ini semata-mata karena kecintaannya kepada  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan untuk menggembirakan beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga Al Habib Ali Al Habsyi berkata  dalam qasidahnya bahwa orang yang hadir dalam majelis dzikir seperti ini  sungguh mereka telah beruntung karena kehadiran mereka semata-mata  karena kecintaannya kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam.  &lt;br /&gt;Maka banyaklah bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala Yang  memberikan taufik kepada kalian sehingga bisa hadir setiap minggu di  majelis ini, karena hal ini adalah anugerah yang besar dari Allah  subhanahu wata’ala. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak memberikan kebaikan  kepada sembarang orang namun Allah memberikannya hanya kepada  hamba-hamba yang dicintai-Nya. Kita bersyukur kepada Allah atas curahan  rahmat dan anugerah dari Allah di tempat ini. Maka setelah kalian bangun  dari majelis ini perhatikanlah 3 perkara, yang pertama yaitu untuk  senantiasa berusaha melakukan shalat di awal waktu, sebagaimana nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hayatnya sebelum beliau  wafat kalimat yang beliau ucapkan adalah : الصلاة، الصلاة   (perhatikanlah shalat), kemudian berusahalah untuk selalu bersiwak, dan  jika tidak ada siwak dari kayu arak maka gunakanlah ujung pakaian untuk  bersiwak, karena satu raka’at yang dilakukan dengan bersiwak itu lebih  baik dari 70 raka’at tanpa siwak, dan berusahalah untuk senantiasa  melakukan shalat berjamaah baik di rumah atau di masjid. Yang kedua,  berbaktilah kepada kedua orang tua dan senantiasa berbuat baik kepada  mereka. Apabila kalian menjaga shalat 5 waktu maka Allah akan menjaga  dan memuliakan semua amal ibadah kalian, dan jika kalian memperhatikan  dan memperbaiki hubungan kalian dengan orang tua kalian, maka Allah  subhanahu wata’ala akan memperbaiki semua hubungan kalian dengan  hamba-hamba-Nya yang lain, dan yang paling utama adalah perbuatan baik  kepada ibu. Dan ketahuilah bahwa segala yang kita inginkan dapat Allah  berikan kepada kita dengan doa yang keluar dari lisan seorang ibu. Yang  ketiga, adalah memperhatikan dakwah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi  wasallam, dan tanda rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wata’ala  karena telah memberi kita hidayah pada Islam adalah dengan kita  berdakwah di jalan Allah subhanahu wata’ala. Apabila kita memperhatikan  dakwah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka kita akan  menyelamatkan saudara dan kerabat kita dari gangguan para syaithan yang  menggoda, itulah ynag diinginkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam dan para wali-wali Allah. Ketahuilah bahwa dakwah ini adalah  samudera lautan yang sangat dalam, maka berusahalah untuk memulai  mendakwahi diri sendiri, kemudian keluarga dan orang-orang terdekat  kalian. Bagaimana kita berdakwah kepada diri kita sendiri?, yaitu  berakhlak dengan akhlak nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan  untuk berakhlak dengan akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah  dengan cara bershalawat kepada beliau, maka berusahalah sebelum tidur  di malam hari untuk bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam sedkitnya 20 kali. Maka Allah akan membukakan pintu untuk kita,  dan menyingkap hijab penghalang dengan bershalawat kepada nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan itu juga Allah akan membukakan  pintu taufik dan kemudahan untuk kita senantiasa berbuat kebaikan, amin  ya rabbal ‘alamin… &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ  إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ  إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ  السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا  نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ  تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;           &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td align="right" valign="top"&gt;                                                                                                        &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;         &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td align="right" background="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/contents_04.gif" width="13"&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td&gt;         &lt;img alt="" height="17" src="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/contents_06.gif" width="13" /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td background="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/contents_07.gif" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td&gt;         &lt;img alt="" height="17" src="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/contents_08.gif" width="13" /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;      &lt;/table&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td background="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/footer.gif" height="34" width="20%"&gt;      &lt;div class="dateblock"&gt;       Monday, 31 October 2011     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td background="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/footer.gif" height="34"&gt;&lt;img height="34" src="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/footer.gif" width="6" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-2219413830490654561?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/2219413830490654561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/perkelahian-yang-menyebabkan-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2219413830490654561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2219413830490654561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/perkelahian-yang-menyebabkan-masuk.html' title='Perkelahian Yang Menyebabkan Masuk Neraka'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-6062309787945979596</id><published>2011-10-31T07:36:00.001-07:00</published><updated>2011-10-31T07:36:50.423-07:00</updated><title type='text'>Kemuliaan Shalat Tahajjud</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" dir="ltr" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#EFF0DF" dir="ltr" valign="top"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" dir="ltr" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" dir="ltr" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="3" valign="top"&gt;&lt;div class="contentblock"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneoutter"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Tuesday, 11 October 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; K&lt;/i&gt;emuliaan Shalat Tahajjud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  عَنْ أَمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَيْقَظَ لَيْلَةً فَقَالَ سُبْحَانَ اللهِ مَاذَا  أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ اْلفِتْنَةِ مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ  مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبِ الْحُجُرَاتِ ؟ يَارُبَّ كَاسِيَةٍ فيِ الدُّنْيَا  عَارِيَةٍ فيِ اْلآخِرَةِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Dari Ummu Salamah RA, dia berkata: Pada suatu malam Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun lalu berkata : “Subhanallah,  fitnah apakah yang diturunkan di malam hari, dan perbendaharaan apakah  yang diturunkan pada orang yang membangunkan para penghuni kamar, dan  berapa banyak orang yang mengenakan pakaian di dunia, tapi telanjang di  akhirat". ( Shahih Al Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009e.jpg" title="Image" width="170" /&gt;Limpahan  puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, dengan  kehadiran kita di majelis yang mulia ini, dan semoga dengan majelis yang  mulia ini dan majelis-majelis dzikir dan majelis ta’lim yang kita  hadiri kita juga termuliakan untuk menuju keluhuran. &lt;br /&gt;Maha Suci Allah subhanahu wata’ala Yang Maha membuka rahasia  rahmat-Nya sehingga Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Dermawan  menyiapkan bumi beserta isinya untuk keturunan nabi Adam As untuk mereka  olah, dan sampailah kita pada malam yang agung ini dalam  anugerah-anugerah yang bersifat rohani yang membawa ketenangan jiwa,  serta membuka kunci kemakmuran di dunia dan akhirat, dan semakin jauh  seorang hamba dari Allah subhanahu wata’ala maka akan semakin banyak  musibah yang akan datang menimpanya, dan sebaliknya semakin seseorang  dekat kepada Allah subhanahu wata’ala maka semakin banyak musibah yang  akan disingkirkan oleh Allah, maka beruntunglah hamba yang ingin  mendekat kepada Allah subhanahu wata’ala, karena Allah akan lebih  mendekat kepadanya, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلّيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ  تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِيْ  يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Jika dia (hamba-Ku) mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku  mendekat kepadanya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta  maka Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan  berjalan maka Aku mendatanginya dengan bergegas”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika telah muncul dalam diri seseorang keinginan untuk mendekat  kepada Allah maka ketahuilah di saat itu Allah juga ingin mendekat  dengannya. Diumpamakan ada suatu pesta besar yang diadakan oleh seorang  pemimpin atau orang yang sangat kaya raya dan dermawan sehingga segala  macam hidangan disiapkan, begitupula keadaan kita di majelis ini dimana  Allah subhanahu wata’ala sedang menjamu kita dengan hidangan-hidangan  yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui . Allah subhanahu wata’ala  melimpahkan  rahmat-Nya di setiap waktu, akan tetapi ada waktu-waktu  tertentu yang mana layak dan seharusnya kita memohon dan berdoa di  waktu-waktu tersebut agar kita dijauhkan dari musibah dan mendapatkan  banyak anugerah, dan diantaranya adalah di majelis-majelis seperti ini  maka perbanyaklah berdoa dan meminta kepada Allah subhanahu wata’ala.  Dan juga sebagaimana hadits yang kita baca tadi, dimana Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam di suatu malam terbangun untuk melakukan  qiyamul lail, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  سُبْحَانَ اللهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ اْلفِتْنَةِ مَاذَا  أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبِ الْحُجُرَاتِ ؟  يَارُبَّ كَاسِيَةٍ فيِ الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فيِ اْلآخِرَةِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Subhanallah (Maha Suci Allah), fitnah apakah yang akan  diturunkan pada malam hari, dan perbendaharaan (anugerah-anugerah)  apakah yang akan diturunkan pada orang yang membangunkan para penghuni  kamar, dan berapa banyak orang yang mengenakan pakaian di dunia tapi  telanjang di akhirat ”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak ketentuan-ketentuan Allah subhanahu wata’ala yang akan  turun di malam hari, yang berupa masalah atau musibah-musibah yang akan  menimpa hamba-hamba Allah, dan juga berapa banyak anugerah-anugerah yang  dibuka oleh Allah kemudian dilimpahkan kepada mereka, dan jika seorang  hamba terbangun di saat itu kemudian berdoa dan bermunajat kepada Allah  subhanahu wata’ala maka musibah atau cobaan yang akan menimpanya  diangkat oleh Allah karena dia sedang mengingat Allah dan berdoa  kepada-Nya, Allah berfirman dalam hadits qudsi: &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَنَا مَعَ عَبْدِيْ حَيْثُمَا ذَكَرَنِيْ وَتَحَرَّكَتْ بِيْ شَفَتَاهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Aku bersama hamba-Ku ketika ia menyebut-Ku dan bergetar bibirnya menyebut nama-Ku ”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1/3 malam terakhir banyak musibah yang akan turun namun telah  dirubah oleh Allah subhaanahu ta’ala menjadi anugerah baginya, atau  mungkin ada anugerah yang akan sampai pada seseorang namun ketika 1/3  malam terkahir ia tidak bangun dari tidurnya, maka bisa jadi anugerah  itu tidak jadi sampai kepadanya, oleh karena itu Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk membangunkan para keluarga di 1/3  malam terakhir untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah subhanahu  wata’ala. Beliau juga bersabda bahwa bisa jadi seorang yang berkecukupan  di dunia akan kesusahan di akhirat. Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( الزخرف : 67 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi  sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”. ( QS. Az Zukhruf  : 67 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang saling mencintai akan bermusuhan dan saling  menyalahkan antara satu dan yang lainnya, diantara mereka mungkin saling  menyalahkan karena ketika di dunia tidak saling menasihati untuk  berbuat kebaikan dan tidak pula saling mengingatkan atau melarang untuk  berbuat kejelekan, kecuali orang-orang yang bertakwa mereka akan berada  dalam ketenangan dan kegembiraan dan selamat dari kemurkaan Allah  subhanahu wata’ala, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( الإنشقاق : 9 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira”. ( QS. Al Insyiqaaq: 9)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, ketika rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam berkumpul dengan beberapa sahabatnya di  suatu malam, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ seratus tahun yang akan datang tidak akan ada lagi yang tersisa di muka bumi ini”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        maksud beliau adalah orang-orang yang hidup di saat itu semuanya  akan wafat. Hujjatul islam Al Imam  Nawawi menjelaskan bahwa yang  dimaksud adalah mereka yang dikatakan saja, karena nabiyallah Khidir  masih tetap hidup hingga berjumpa dengan Dajjal. Namun makna hadits tadi  adalah betapa singkatnya hidup kita dan merupakan peringatan bagi kita  untuk selalu berwaspada, dalam majelis ini saja mungkin seratus tahun  yang akan datang tidak akan ada lagi yang tersisa tetapi telah berada di  dalam kuburnya masing-masing. Apakah mereka dalam perkumpulan keluhuran  atau perkumpulan kehinaan, karena di alam barzakh pun perkumpulan  keluhuran dan kehinaan sebagaimana ketika hidup di muka bumi. Di alam  barzakh pun ada orang yang menyendiri, ada yang tidur, ada yang bangun,  ada yang miskin dan ada juga yang kaya , ada yang berkelompok dalam  kesenangan dan ada yang berkelompok dalam kesusahan hanya saja disana  tidak ada yang bermaksiat namun tetap ada yang melakukan ibadah,  sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan lainnya ketika  rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peristiwa Isra’ Mi’raj,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  مَرَرْتُ بِمُوْسَى لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ عِنْدَ اْلكَثِيْبِ اْلأَحْمَرِ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِيْ قَبْرِهِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Saya melewati Musa yang sedang shalat di kuburnya di sebuah  tumpukan pasir merah pada malam saya dijalankan oleh Allah (isra’  mi’raj)”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Al Imam Ibn Katsir dijelaskan bahwa dalam sebuah riwayat  yang tsiqah dijelaskan bahwa salah seorang ulama’ berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aku  setiap malam Jum’at di masa hidupku selalu hadir pada suatu majelis dan  setelah aku wafat pun ruhku masih terus dihadirkan pada majelis  tersebut”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      . Maka ruh orang yang ketika di dunia selalu  berkumpul dalam kebaikan maka ketika ia wafat pun akan terus dihadirkan  dalam perkumpulan itu seperti di masa hidupnya, dan selain itu ada yang  dalam penjara yaitu dalam siksa kubur, ada yang dalam kesusahan, ada  yang dalam keberkahan dan kebahagiaan disebabkan tetangganya, dan ada  pula yang dalam kesusahan disebabkan tetangganya . Dalam sebuah riwayat  yang tsiqah, yaitu riwayat yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan  karena maknanya shahih dan peristiwa atau kejadiannya didukung dengan  dalil-dalil yang shahih walaupun riwayatnya belum tentu shahih,  disebutkan bahwa ketika seseorang  ayah telah meninggal anaknya yang  masih kecil, beberapa hari kemudian ia mimpi melihat anaknya yang masih  kecil itu terlihat sudah tua renta dan memutih rambutnya, maka sang ayah  berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai anakku, engkau meninggal ketika masih sangat kecil tapi mengapa wajahmu telah berubah menjadi sangat tua?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka si anak menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai  ayah, di pemakaman ketika jenazah si fulan dimasukkan ke dalam kubur,  kami mendengar gemuruh neraka jahannam maka kami semua ketakutan hingga  wajahku berubah seperti ini karena takut dengan gemuruh api neraka”,.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        Dan dalam riwayat lainnya disebutkan, diantaranya dalam kitab  Tadzkiratul Huffadh dan Siyaar a’laamunnubalaa’, dimana salah seorang  bermimpi melihat temannya yang telah wafat puluhan tahun yang lalu  dengan wajah yang sangat bercahaya dan terang benderang, maka ia berkata  : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai fulan semasa hidupmu engkau bukanlah termasuk orang yang  sangat shalih, namun bagaimana wajahmu bisa bersinar seperti ini?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka ia menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ya  betul, sejak kemarin ketika meninggal Al Imam Ahmad bin Hanbal dan  ketika jenazahnya masuk ke pemakaman kami maka sepuluh ribu cahaya turun  pada setiap kubur yang ada disekitarnya”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      riwayat ini di  dukung oleh riwayat Shahihul Bukhari ketika Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam menshalati salah seorang yang wafat dikuburnya karena  beliau shallallahu ‘alaihi wasallam belum sempat menshalatinya sebelum  dikuburkan,  jenazah itu adalah seorang wanita yang mempunyai kebiasaan  menyapu masjid. Maka suatu saat nabi bertanya : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ dimana si fulanah, aku tidak lagi pernah melihatnya?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        dan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui  bahwa dia telah meninggal maka beliau meminta sahabat untuk diantar ke  makamnya dan menshalatinya di makam tersebut, kemudian Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam berkata bahwa perkuburan tersebut penuh  dengan kegelapan, namun Allah menerangi seluruh makam disini karena  shalatku kepada mereka, demikianlah sebagian dari keadaan di alam  barzakh yang pasti akan mendatangi kita. Maka alangkah indahnya mereka  yang selalu asyik duduk santai di Majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam karena cintanya kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam, maka ketika wafat ruhnya dibawa oleh para malaikat dan  dikumpulkan bersama para pecinta rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  dan bersama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan ketika  sayyidina Bilal tersengal-sengal menahan sakaratul maut, maka istrinya  berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“betapa beratnya Bilal menahan sakitnya sakaratul maut”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka Bilal menjawab :&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “tidak, aku bukan tersengal-sengal karena menahan sakitnya sakaratul  maut akan tetapi karena aku ingin segera bertemu dengan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam dan para kelompoknya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        demikian keadaan para sahabat dan para pecinta Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam ketika wafat . Semoga Allah subhanahu wata’ala  memanjangkan usia kita dalam keberkahan dan mewafatkan kita dalam husnul  khatimah dan seindah-indah keadaan. Maka perindah hari-hari kita dengan  hal-hal yang indah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala menyukai sesuatu yang baik dan yang indah,  dan tidak ada yang lebih baik dan indah dari yang telah diajarkan oleh  sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana firman  Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ  اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( آل عمران : 31 ) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,  ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah  Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” . ( QS. Ali Imran : 31 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan banyak membaca Al qur’anul Karim, membaca hadits-hadits  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau menelaahnya sungguh hal  yang seperti itu indah di sisi Allah subhanahu wata’ala sehingga kita  pun akan diperindah oleh Allah subhanahu wata’ala .&lt;br /&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam didatangi oleh salah seorang sahabat dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Rasulullah, di saat aku membaca surat Al Kahfi ketika itu turun kabut dari langit, apakah itu wahai rasulullah??”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ itu adalah para malaikat yang turun dari langit berupa ketenangan karena bacaan Al qu’ran yang dibaca di muka bumi”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        ketika seseorang membaca Al qur’an maka ketenangan akan turun  kepadanya, dan rahmat akan terbuka sehingga banyak musibah yang  tersingkirkan dan banyak anugerah yang diturunkan, oleh sebab itu  perbanyaklah membaca Al qur’an. Dan isnyaallah setiap malam Kamis kita  akan membaca Al qur’an bersama beberapa surat juz ‘Amma dengan waktu  kurang lebih 5 menit, kita mulai malam Kamis yang akan datang insyaallah  yang dengan hal ini kita berharap dan berusaha untuk kembali  memakmurkan Al qur’anul Karim. &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimulikan Allah&lt;br /&gt;Disebutkan dalam suatu riwayat yang tsiqah bahkan didukung dengan dalil  dari Al Qur’an dan hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan  teguran dan himbauan agar kita jauh dari sifat sombong , di dalam kitab  Qabasun Nuurul Mubiin dari kitab Ihyaa ‘Ulumuddin yang ditulis oleh guru  mulia Al Arif Billah Habib Umar bin Muhammad bin Salim Al Hafidh,  menjelaskan agar berhati-hati terhadap sifat sombong yang terkadang  tidak diketahui dan tidak disadari, yang diantaranya adalah merasa  senang jika melihat orang lain celaka, atau jika ia mempunyai musuh atau  orang yang tidak ia sukai karena pernah mengganggu dan mencelakakan dia  ketika ia terkena musibah maka ia merasa senang, mungkin dengan berkata  : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“itu karena dia menggangguku, sehingga Allah menurunkan musibah kepadanya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        atau dengan ucapan yang lainnya, maka hal yang seperti ini  merupakan salah satu dari bentuk sifat  kibr (sombong) yang terkadang  tidak disadari oleh manusia. Para nabi dan Rasul banyak yang dicaci dan  dihina namun Allah maafkan mereka yang mencaci di kemudian hari .  Diriwayatkan pula ketika seorang wanita yang tua renta sedang menyapu di  tengah jalan dan di saat itu ada seorang panglima besar yang akan  melewati jalan itu maka wanita itu disuruh pergi dari tempat itu, semua  orang menghindar dari jalan namun si wanita itu tidak mau pergi dan  tetap menyapu di jalan itu, maka dikatakan kepada wanita tua itu : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai ibu, pergilah dari jalan ini karena panglima akan melewati jalan ini”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka wanita itu berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ lewat saja, masih ada jalan yang bisa dilewatinya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka panglima itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai ibu, apakah engkau mengenalku?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka wanita itu menjawab: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“aku mengenalmu sejak engkau belum dilahirkan”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       panglima berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“bagaimana hal itu bisa terjadi?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       wanita itu menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“betul aku mengenalmu, permulaanmu adalah air mani dan akhirmu adalah bangkai”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka panglima itu terdiam malu. Itulah hakikat manusia, entah itu  seorang raja, panglima, atau rakyat biasa kesemuanya berawal dari air  mani dan akan berakhir menjadi bangkai, kecuali para shiddiqin dan  muqarrabin yang tubuhnya akan tetap dijaga oleh Allah dengan  mengharamkan bumi  dan seluruh binatang-binantang bumi memakannya, dan  memerintahkan bumi untuk menjaga jasadnya. Oleh sebab itu ketika terjadi  banjir besar di wilayah Uhud, Saudi Arabia, sehingga pemakaman Uhud  menjadi longsor dan bergelimpangan jasad-jasad yang masih utuh dan  seakan-akan mereka dalam keadaan tidur bukan wafat, dan sebagian darah  mereka masih terlihat basah, mereka adalah para syuhada’ uhud yang telah  wafat 1400 tahun yang silam, kemudian mereka dimakamkan kembali. Oleh  sebab itu Allah subhanahu wata’ala memuliakan hamba-hamba yang  dikehendaki-Nya, Allah subhanahu wata’ala membukakan pintu rahmat bagi  yang dikehendaki-Nya, maka lewati kehidupan kita dengan seindah-indah  kehidupan .&lt;br /&gt;Selanjutnya kita berdoa keapda Allah subhanahu wata’ala semoga Allah  melimpahkan rahmat dan kebahagiaan, dan menenangkan jiwa dan hari-hari  kita dalam segala keadaan, zhahir dan batin, dunia dan akhirat,  dijauhkan dari musibah dan bala’, dan membukakan untuk kita seluruh  pintu kebaikan, amin allahumma amin..&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ  إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ  إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ  السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا  نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ  تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;           &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td align="right" valign="top"&gt;                                                                                                        &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;         &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td align="right" background="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/contents_04.gif" width="13"&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td&gt;         &lt;img alt="" height="17" src="http://majelisrasulullah.org/templates/MajelisRasulullah/images/contents_06.gif" width="13" /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-6062309787945979596?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/6062309787945979596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/kemuliaan-shalat-tahajjud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/6062309787945979596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/6062309787945979596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/kemuliaan-shalat-tahajjud.html' title='Kemuliaan Shalat Tahajjud'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-4566737983964027106</id><published>2011-10-31T07:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T07:35:03.627-07:00</updated><title type='text'>Berdusta Atas Ucapan Rasul SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Sunday, 23 October 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:&lt;br /&gt;مَنْ تَعَمَّدَ عَلَيَّ كَذِبًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang sengaja berdusta atas  ucapanku maka ia (bersiap) mengambil tempatnya di neraka”  (Shahih  Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="128" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009c.jpg" title="Image" width="170" /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur,  Yang Maha melimpahkan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya, terlebih lagi bagi  yang memohonnya, Yang Maha memiliki kebahagiaan dan keluhuran serta  memberikannya kepada hamba-hamba-Nya sepanjang waktu dan zaman, Dialah  Yang Maha menciptakan segala sesuatu termasuk pula Yang menciptakan   waktu dan zaman. Dialah Allah subhanahu wata’ala yang mana jika  seseorang memanggil nama-Nya maka terbukalah seluruh pintu rahmat-Nya,  dan tertutuplah seluruh pintu kemurkaan-Nya, sebagaimana firman-Nya  dalam hadits qudsi riwayat Shahih Al Bukhari :  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَنَا مَعَ عَبْدِيْ حَيْثُمَا ذَكَرَنِيْ وَتَحَرَّكَتْ بِيْ شَفَتَاهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ Aku bersama hamba-Ku ketika ia menyebut-Ku dan bergetar bibirnya menyebut nama-Ku”  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka seluruh pintu musibah, bala’ atau kesusahan di dunia dan akhirat  yang akan datang kepada kita ditutup dan disingkirkan oleh Allah disaat  kita mengingat-Nya , menyebut dan memanggil nama-Nya serta  merindukan-Nya, disaat kita memanggil dan menangis karena cinta  kepada-Nya, di saat kita meminta dan mengadu kepada Allah, di saat kita   mendambakan pertemuan dengan Allah. Dan di saat ia merindukan Allah  sungguh ia juga dirindukan Allah subhanahu wata’ala. Sepanjang hidup  manusia sejak ia lahir hingga ia wafat, tidak ada sesuatu yang lebih  indah dari detik-detik ketika ia dirindukan Allah. Satu detik itu akan  membuat sirna dosa-dosanya. Semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan  kerinduan kita kepada-Nya, sifat rindu kepada Allah subhanahu wata’ala  sungguh sangat indah jika berpijar di dalam jiwa, dan hal itu akan  muncul dengan kita mengenali nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,  pemimpin orang-orang yang dicintai dan mencintai Allah subhanahu  wata’ala. Dan orang yang paling mencintai Allah pastilah ia juga  mencintai sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan semua  cinta Allah tersimpan pada sosok sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ  اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;( آل عمران : 31 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,  ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah  Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( QS. Ali Imran : 31 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kita pada hadits agung dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Barangsiapa yang mendustakan hadits-ku ( Rasulullah ) dengan sengaja maka bersiaplah kelak untuk menempati neraka”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makna hadits ini sudah jelas, namun kita perlu menelaah lagi  berkaitan dengan saudara-saudara kita yang terjebak dengan rendahnya  pemahaman, sehingga tergesa-gesa untuk menghapus hadits-hadits semau  mereka, atau dengan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“hadits itu dha’if maka jangan digunakan sebagai dalail”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       dll. Padahal hadits dha’if bukanlah hadits palsu, dimana para ahli  hadits membagi hadits dha’if menjadi 40 bagian, dan diantaranya ada  hadits yang masih bisa digunakan sebagai hujjah, sebagaimana Al Imam  Ahmad bin Hanbal menggunakan hadits dha’if dalam menetapkan dalil akan  sentuhan suami dan istri tidak membatalkan wudhu’, adapula hadits yang  tidak bisa lagi digunakan sebagai hujjah namun bisa dijadikan amal untuk  dianut dan diikuti, dan ada pula yang bisa dijadikan sebagai dalil  sejarah, karena tidak semua hadits dha’if itu termasuk hadits palsu.  Namun jika telah disebutkan bahwa hadits tersebut adalah hadits palsu  maka besar kemungkinannya bahwa hadits itu riwayatnya juga palsu. Namun  para ulama salafusshalih tidak berkenan menghapus hadits dha’if begitu  saja karena para periwayatnya adalah para shalihin. Dan hadits Shahih  itu sangat berat syaratnya sebagaimana Al Imam Bukhari ketika beliau  mendengar ada salah seorang yang menyimpan hadits Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam dan belum beliau ketahui, lalu beliau tempuh  perjalanan 3 bulan untuk menemui orang tersebut dan ternyata dia adalah  seorang  penggembala kambing dan di saat itu ia menggembala kambingnya  kemudian memanggil kambingnya dengan mengangkat sorbannya yang berwarna  hijau, maka kambingnya pun datang karena mengira sorban itu adalah  rumput karena berwarna hijau, maka Al Imam Bukhari berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“aku tidak mau mengambil hadits dari orang itu ”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       karena dia adalah penipu. Sekedar menipu hewan saja haditsnya  tidak diambil oleh Al Imam Bukhari, meskipun belum tentu orang tersebut  berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hal  itu demi menjaga hadits yang shahih.  Oleh karena itu jangan  terburu-buru mendengarkan ucapan orang yang biasa memvonis suatu hadits  sebagai hadits dha’if, karena hal tersebut termasuk mendustakan hadits  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Saat ini kita berada pada bulan mulia bulan Dzulqa’dah, dimana telah  terjadi perjanjian Hudaibiyah di bulan ini. Perjanjian Hudaibiyah pada  tahun ke-6 H bulan Dzulqa’dah, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari,  shahih Muslim dan lainnya, ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam keluar menuju Makkah Al Mukarramah bersama 1500 kaum muslimin  muslimat dengan berpakaian ihram, dan setelah mendekati kota Makkah,  orang kuffar quraisy telah melihat bahwa nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam datang bersama 1500 orang muslimin menuju ke Makkah dan  mereka pun mulai waspada, setelah kabar itu sampai kepada Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam dan melihat kaum quraisy tidak menerima  mereka secara damai, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan  para pengikutnya mencari jalan lain untuk menuju Makkah namun tetap saja  kaum quraisy mengetahuinya dan menghalangi mereka. Dan dalam perjalanan  itu kaum muslimin kehabisan air, teriwayatkan di dalam Shahihul Bukhari  bahwa ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta air  kemudian para sahabat membawakan air dalam bejana yang hanya tinggal  sedikit, lalu para sahabat berkata bahwa persediaan air habis dan semua  sumber air yang ada disekitar saat itu pun kering, maka Rasulullah  memasukkan tangan beliau ke dalam bejana yang berisi air sedikit itu  lalu keluarlah air dari jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,  kemudian mereka mulai minum sepuasnya dan berwudhu’ dari air tersebut,  yang mana jumlah mereka di saat itu adalah 1500 orang, dan teriwayatkan  dalam Shahih Al Bukhari bahwa jika jumlah mereka di saat itu adalah  100.000 orang maka air itu pun akan mencukupi untuk semua, karena air  keluar dari jari-jari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan  derasnya dan tanpa berhenti. Demikian dari mu’jizat nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, karena beliau tidak ingin melihat orang  yang dicintainya kesusahan. Dan di saat itu datanglah Urwah sebagai  utusan kaum quraisy sebelum ia masuk Islam, dia datang untuk membuat  perjanjian yang disebut dengan perjanjian Hudaibiyah , maka Urwah  berbicara kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan setiap kali  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbicara urwah selalu memegang  jenggot beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, karena merasa geram ingin  mencelakai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di saat itu ada  salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang  berada di samping Rasulullah selalu memukul tangan Urwah setiap kali  ingin memegang janggut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk  berlaku sopan dihadapan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan  diriwayatkan bahwa Urwah berkata tidak satu pun dari para sahabat yang  mengangkat kepala untuk memandang wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam karena penghormatan mereka terhadap beliau shallallahu ‘alaihi  wasallam. Dan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi berwudhu, para  sahabat berebut mengambil bekas air wudhu’ beliau shallallahu ‘alaihi  wasallam, kemudian mengusapkan ke muka dan ke tangan mereka, adapun  mereka yang tidak mendapatkan bagian air bekas wudhu’ Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam maka mereka mengambil dari bekas sahabat  yang lain kemudian mengusapkan ke wajah mereka, dan air bekas wudhu  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu wangi. Diriwayatkan dalam  kitab As Syifaa oleh Al Imam Qadhi ‘Iyadh bahwa ketika Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam melewati sebuah sumur, lalu para sahabat  berkata bahwa air di sumur itu rasanya pahit, maka Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “tidak demikian, air di sumur  ini rasanya enak dan baunya wangi”, kemudian Rasulullah meminta untuk  diambilkan air dari sumur itu kemudian beliau berkumur dengan air itu  lalu memuntahkan air itu ke dalam sumur, dan ternyata air itu baunya  lebih wangi daripada bau misik, karena telah tercampur dengan air ludah  sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh segala sesuatu  yang tersentuh atau disentuh oleh sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam maka akan dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala, maka  terlebih lagi jika itu adalah hati yang mencintai sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Maka di saat itu Suhail yang juga merupakan utusan musyrikin membuat  perjanjian bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian  Rasulullah memerintahkan kepada sayyidina Ali Kw untuk memulai dan  menuliskan &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bismillahirrahmanirrahim”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       namun Suhail menolak dan meminta untuk menulis &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bismika Allahumma”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        Rasulullah terdiam dan kemudian memerintahkan untuk mengikuti  kemauan musyrikin akan hal itu, lalu Rasulullah memerintahkan untuk  menulis &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Min Muhammad Rasulullah (dari Muhammad utusan Allah)”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka kaum musyrikin tidak menerimanya dan meminta untuk menghapus kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Rasulullah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        karena mereka tidak meyakini bahwa nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam adalah Rasulullah, namun tangan sayyidina Ali tidak  mampu untuk menghapusnya kemudian Rasulullah sendiri yang menghapusnya  seraya berkata : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  وَاللهِ إِنِّيْ لَرَسُوْلُ اللهِ وَإِنْ كَذَّبْتُمُوْنِيْ اُكْتُبْ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ Demi Allah, sungguh aku adalah utusan Allah walaupun kalian mengingkariku, tulislah -Muhammad bin Abdillah- “.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ditulislah : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Min Muhammad bin Abdillah ( dari Muhammad putra Abdullah)”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;        Dan perjanjian berikutnya sangat mengagetkan muslimin, yaitu jika  ada orang muslim  yang masuk Islam dari Makkah dan lari ke Madinah,  maka harus dikembalikan kepada kaum musyrikin quraisy, para sahabat  tidak menerima hal itu namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  hanya terdiam, para sahabat kebingungan, dan dalam keadaan seperti itu  datanglah Jandal bin Suhal dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Aku datang dari Makkah untuk masuk Islam”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka Suhail berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“dialah orang yang pertama kali yang masuk Islam dan harus dikembalikan kepada kaum musyrikin”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  meminta kepada  Suhail agar kaum muslimin tidak mengembalikannya ke Makkah, hingga tiga  kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memohon kepada Suhail namun  Suhail tetap menolaknya. Kemudian datang sayyidina Umar bin Khattab RA  kepada Rasulullah shallallahu, dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Rasulullah bukankah Engkau adalah benar-benar utusan Allah?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Rasulullah menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“iya betul aku adalah utusan Allah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       kemudian sayyidina Umar berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bukankah kita kaum muslimin berada pada kebenaran dan mereka dalam kesesatan?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “iya benar”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      sayyidina Umar berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ lantas mengapa kita harus menghinakan diri kepada orang-orang yang dalam kebathilan sedangkan kita dalam kebenaran?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  إِنِّيْ رَسُوْلُ اللهِ وَلَنْ يُضَيِّعَنِيَ اللهُ أَبَدًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ Sungguh aku adalah utusan Allah, dan Allah tidak akan mengecewakanku selama-lamanya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sayyidina Umar bin Khattab RA pun terdiam lalu mendatangi  sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan menceritakan perbincangannya bersama  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang kemudian di akhir  percakapan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  إِنِّيْ رَسُوْلُ اللهِ وَلَنْ يُضَيِّعَنِيَ اللهُ أَبَدًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ Sungguh aku adalah utusan Allah, dan Allah tidak akan mengecewakanku selama-lamanya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sayyidina Abu Bakr As Shiddiq berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “jika demikian, maka sungguh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah dan Allah tidak akan mengecewakannya”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka sayyidina Umar bin Khattab pun terdiam mendengar jawaban  sayyidina Abu Bakr As Shiddiq RA. Setelah beberapa waktu Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari kemahnya dan beliau shallallahu  ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabat untuk memotong rambut dan  menyembelih hewan kurban, dan setelah itu beliau dan kaum muslimin  kembali ke Madinah Al Munawwarah tanpa memasuki Makkah, namun para  sahabat tidak ada yang melaksanakan perintah Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam hingga setelah beliau menerima pendapat Ummu Salamah  untuk memulai mencukur rambut beliau dan menyembelih hewan qurban,  kemudian para sahabat pun dari Muhajirin dan Anshar mengikuti langkah  beliau karena cintanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan  teriwayatkan bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  memotong rambut, tidak sehelai rambut pun yang terjatuh ke tanah kecuali  telah berada di genggaman tangan para sahabat. Dan diriwayatkan dalm  Shahih Al Bukhari bahwa salah seorang sahabat menyimpan sehelai rambut  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berwarna hitam  kemerah-merahan kemudian beliau menceritakan pada sahabat yang lainnya,  maka sahabat itu berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  &amp;nbsp;لِأَنْ تَكُوْنَ عِنْدِيْ شَعْرَةٌ مِنْهُ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ Jika aku memiliki sehelai dari rambut beliau ( Rasulullah ) hal itu lebih aku cintai daripada dunia dan seisinya ”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Demikian cintanya para sahabat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam dan setelah mereka selesai memotong rambut dan menyembelih  hewan qurban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan kaum  muslimin kemudian membai’at mereka di bawah sebuah pohon, sebagaimana  firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ  الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ  عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  ( الفتح : 18 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min  ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah  mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan  atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang  dekat (waktunya) .” ( QS. Al Fath : 18 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat yang sama :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ  اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى  نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ  أَجْرًا عَظِيمًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( الفتح : 10 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu  sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah . Tangan Allah di atas  tangan mereka , maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat  ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa  menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang  besar.” ( QS. Al Fath : 10 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemudian turun juga ayat tentang hal tersebut firman Allah subhanahu wata’ala:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ  الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آَمِنِينَ مُحَلِّقِينَ  رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا  فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  ( الفتح : 27 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang  kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu  pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman,  dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak  merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia  memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat .” ( QS. Al Fath : 27 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu sahabat bersiap-siap untuk kembali ke Madinah Al  Munawwarah, tiba-tiba di suatu pagi sayyidina Umar bin Khattab dipanggil  oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sayyidina Umar bin  Khattab merasa khawatir jika perkataannya kemarin telah menyinggung  perasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga turun ayat  sebagai teguran untuk sayyidina Umar bin Khattab, maka beliau datang  menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Rasulullah  berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Umar, semalam telah turun ayat yang mana ayat itu lebih aku cintai dari terbitnya matahari”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      ayat itu adalah firman Allah subhanahu wata’ala:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا ، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا  تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ  وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا ، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا  عَزِيزًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( الفتح : 1-3 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang  nyata ,  supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang  telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu  dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, &amp;nbsp;dan supaya Allah menolongmu  dengan pertolongan yang kuat (banyak).” ( QS. Al Fath : 1-3 )  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah mendengar hal itu, wajah sayyidina Umar bin Khattab  menjadi cerah dan berkata : “wahai Rasulullah, apakah kelak kita akan  masuk ke Masjidil Haram?”, Rasulullah menjawab : “iya betul wahai Umar”,  maka dua tahun kemudian di bulan Ramadhan tahun 8-H masuklah kaum  muslimin ke kota Makkah dengan aman dan damai, dan tidak ada lagi kaum  musyrikin yang bisa melawan atau menghalangi pasukan kaum muslimin yang  berjumlah 10.000 dari golongan muhajirin dan anshar, dan tidak ada lagi  gencatan senjata dan ketika itu Abu Sofyan pun kemudian menyerah dan  masuk Islam dan berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :  “ Wahai Rasulullah, kuserahkan semua kekuasaan quraisy dan tidak ada  lagi kekuasaan quraisy setelah hari ini”. Demikianlah kejadian  perjanjian Hudaibiyyah pada tahun ke-6 bulan Dzulqa’dah.&lt;br /&gt;Selanjutnya kita berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala semoga kita  termasuk dalam kelompok ahli Hudaibiyyah yang bersumpah kepada  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membantu sunnah beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam, dan cinta kepada beliau shallallahu  ‘alaihi wasallam, membantu sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  semampunya dan menjauhi larangan Allah semampunya, serta mematuhi  perintah Allah semampunya, dan semoga Allah subhanahu wata’ala  memberikan kekuatan kepada kita untuk taat pada seluruh perintah Allah  dan untuk mampu menjauhi seluruh larangan Allah, semoga Allah mengangkat  seluruh kesulitan kita yang sedang terjadi dan yang akan terjadi di  dunia dan di akhirah, semoga Allah menjaga kita dari segala musibah yang  akan terjadi Ya Rahman Ya Rahiim… &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ  إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ  إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ  السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا  نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ  تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-4566737983964027106?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/4566737983964027106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/berdusta-atas-ucapan-rasul-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4566737983964027106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4566737983964027106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/berdusta-atas-ucapan-rasul-saw.html' title='Berdusta Atas Ucapan Rasul SAW'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-763996645124974050</id><published>2011-10-03T06:56:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T06:56:31.458-07:00</updated><title type='text'>Lirik Lagu Budi Doremi Do Re Mi Lyrics</title><content type='html'>&lt;div class="main"&gt; &lt;span class="section bct" itemscope="" itemtype="http://data-vocabulary.org/Breadcrumb"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="section" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="clearer"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearer"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://3.gvt0.com/vi/IXxj1LplwEM/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/IXxj1LplwEM&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/IXxj1LplwEM&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearer"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearer"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearer"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="section"&gt;&lt;article&gt;&lt;div style="font-size: 18px; font-weight: bold; text-align: center; text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;wa&amp;nbsp;ga&amp;nbsp;pat&lt;br /&gt;do&amp;nbsp;dododododo,&amp;nbsp;re&amp;nbsp;rerererere&lt;br /&gt;mi&amp;nbsp;mimimimimi,&amp;nbsp;fa&amp;nbsp;fafafafafa&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;*courtesy&amp;nbsp;of&amp;nbsp;LirikLaguIndonesia.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;ku&amp;nbsp;harus&amp;nbsp;pergi&amp;nbsp;(re)&amp;nbsp;relakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;br /&gt;(mi)&amp;nbsp;misalnya&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;kan&amp;nbsp;pulang&amp;nbsp;(fa)&amp;nbsp;fastikan&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;tetap&amp;nbsp;menunggu&lt;br /&gt;(sol)&amp;nbsp;soal&amp;nbsp;cinta&amp;nbsp;luar&amp;nbsp;biasa&amp;nbsp;(la)&amp;nbsp;lama-lama&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;gila&lt;br /&gt;(si)&amp;nbsp;siapa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tahu&amp;nbsp;pasti&amp;nbsp;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;adududuh&amp;nbsp;duh&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;percaya&lt;br /&gt;kali&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;pasti&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;yeah&lt;br /&gt;kuku&amp;nbsp;kutanya&amp;nbsp;ada&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;salah&lt;br /&gt;jelas&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;luar&amp;nbsp;biasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;hal&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;baik&amp;nbsp;tidak&amp;nbsp;mudah,&amp;nbsp;tak&amp;nbsp;seperti&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;bicara&lt;br /&gt;mereka&amp;nbsp;mengerti&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;terlalu&amp;nbsp;jadi&amp;nbsp;masalah&lt;br /&gt;ketika&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;mulai&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;terbiasa&amp;nbsp;untuk&amp;nbsp;dapat&lt;br /&gt;menikmati&amp;nbsp;hari-hari&amp;nbsp;tanpaku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;ku&amp;nbsp;harus&amp;nbsp;pergi&amp;nbsp;(re)&amp;nbsp;relakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;br /&gt;(mi)&amp;nbsp;misalnya&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;kan&amp;nbsp;pulang&amp;nbsp;(fa)&amp;nbsp;fastikan&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;tetap&amp;nbsp;menunggu&lt;br /&gt;(sol)&amp;nbsp;soal&amp;nbsp;cinta&amp;nbsp;luar&amp;nbsp;biasa&amp;nbsp;(la)&amp;nbsp;lama-lama&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;gila&lt;br /&gt;(si)&amp;nbsp;siapa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tahu&amp;nbsp;pasti&amp;nbsp;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;hal&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;baik&amp;nbsp;tidak&amp;nbsp;mudah,&amp;nbsp;tak&amp;nbsp;seperti&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;bicara&lt;br /&gt;mereka&amp;nbsp;mengerti&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;terlalu&amp;nbsp;jadi&amp;nbsp;masalah&lt;br /&gt;ketika&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;mulai&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;terbiasa&amp;nbsp;untuk&amp;nbsp;dapat&lt;br /&gt;menikmati&amp;nbsp;hari-hari&amp;nbsp;tanpaku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;ku&amp;nbsp;harus&amp;nbsp;pergi&amp;nbsp;(re)&amp;nbsp;relakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;br /&gt;(mi)&amp;nbsp;misalnya&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;kan&amp;nbsp;pulang&amp;nbsp;(fa)&amp;nbsp;fastikan&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;tetap&amp;nbsp;menunggu&lt;br /&gt;(sol)&amp;nbsp;soal&amp;nbsp;cinta&amp;nbsp;luar&amp;nbsp;biasa&amp;nbsp;(la)&amp;nbsp;lama-lama&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;gila&lt;br /&gt;(si)&amp;nbsp;siapa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tahu&amp;nbsp;pasti&amp;nbsp;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;everybody&amp;nbsp;sings&amp;nbsp;it!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;ku&amp;nbsp;harus&amp;nbsp;pergi&amp;nbsp;(re)&amp;nbsp;relakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;br /&gt;(mi)&amp;nbsp;misalnya&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;kan&amp;nbsp;pulang&amp;nbsp;(fa)&amp;nbsp;fastikan&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;tetap&amp;nbsp;menunggu&lt;br /&gt;(sol)&amp;nbsp;soal&amp;nbsp;cinta&amp;nbsp;luar&amp;nbsp;biasa&amp;nbsp;(la)&amp;nbsp;lama-lama&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;gila&lt;br /&gt;(si)&amp;nbsp;siapa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tahu&amp;nbsp;pasti&amp;nbsp;(do)&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;doakan&amp;nbsp;ku&amp;nbsp;harus&amp;nbsp;pergi,&amp;nbsp;relakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;br /&gt;misalnya&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;kan&amp;nbsp;pulang,&amp;nbsp;fafa&amp;nbsp;fastikan&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;menunggu&lt;br /&gt;soal&amp;nbsp;cinta&amp;nbsp;luar&amp;nbsp;biasa,&amp;nbsp;lama-lama&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;gila&lt;br /&gt;siapa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tahu&amp;nbsp;pasti,&amp;nbsp;doakan&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;TERIMA KASIH &lt;/div&gt;&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-763996645124974050?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/763996645124974050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-budi-doremi-do-re-mi-lyrics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/763996645124974050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/763996645124974050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-budi-doremi-do-re-mi-lyrics.html' title='Lirik Lagu Budi Doremi Do Re Mi Lyrics'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-8030613033469871549</id><published>2011-10-02T06:55:00.001-07:00</published><updated>2011-10-02T06:55:39.583-07:00</updated><title type='text'>Doa Sang Nabi SAW Untuk Ummatnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Sunday, 02 October 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; D&lt;/i&gt;oa Sang Nabi SAW Untuk Ummatnya &lt;br /&gt;Senin, 26 September 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قال رسول الله ِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;كُلُّ نَبِيٍّ سَأَلَ سُؤْلًا أَوْ قَالَ لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ قَدْ  دَعَا بِهَا فَاسْتُجِيبَ فَجَعَلْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي  يَوْمَ الْقِيَامَةِ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah SAW: “Semua Nabi memohon permohonan, atau  semua nabi mempunyai doa yang ketika mereka berdoa dikabulkan, maka  kujadikan doaku adalah syafaat untuk ummatku di hari kiamat” (Shahih  Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/mr%281%29.jpg" title="Image" width="170" /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي  الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ  بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur ,  Yang mengangkat jiwa dan sanubari untuk mencapai keluhuran, Yang  menyingkirkan sifat-sifat hina yang ada di dalam hati untuk menuju pada  keindahan dan kasih sayang Allah, kerinduan dan kesucian Allah, menuju  pada pengampunan Allah dan selalu asyik berdoa kepada Allah subhanahu  wata’ala, lalu dibukakan rahasia kelezatan doa dan munajat sehingga  hatinya bercahaya dengan ketenangan doa dan munajat, hatinya bercahaya  dengan ketenangan sujud, bercahaya dengan ketenangan hidup, dan  sanubarinya bercahaya dengan ketenangan dari meninggalkan dosa dan  segala hal-hal yang dimurkai Allah subhanahu wata’ala, dan senantiasa  ingin berada dalam keridhaan Allah. &lt;br /&gt;Kita telah membaca hadits luhur, bagaimana nabi kita Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengatakan bahwa seluruh nabi  mempunyai doa, dan setiap doa mereka telah dikabulkan, namun beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam menahan doanya untuk memberi syafaat kepada  ummatnya di hari kiamat, syafaat untuk para pendosa, syafaat untuk  orang-orang yang banyak melakukan maksiat kepada Allah, dan sungguh  cinta beliau lebih dari cinta ayah bunda kepada anaknya, demikian dalam  cinta sang nabi kepada ummatnya, karena orang-orang yang mencintai kita  kelak di hari kiamat pastilah akan meninggalkan kita, seorang ayah dan  ibu akan meninggalkan anaknya, suami dan istri akan saling berpisah di  hari kiamat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ ، وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ ،  وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ ، لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ  يُغْنِيهِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( عبس : 34-37 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan  bapaknya, dari istri dan anak-anaknya, setiap orang dari mereka pada  hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.” ( QS. ‘Abasa : 34-37 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di saat itu kekasih akan berpisah dengan kekasihnya, namun sang nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam akan mencari ummatnya dan para pendosa  (dari ummatnya) untuk diberi syafaat, para shalihin diberi hak syafaat,  para ahli surga akan ditambah derajatnya di surga, para ahli neraka  disyafaati agar selamat dari neraka, inilah kekasih kita yang mencintai  kita, yang membela kita, yang belum pernah kita berjumpa dan melihat  wajahnya (saw), namun cinta beliau telah sampai kepada kita dan seluruh  ummatnya hingga akhir zaman. Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari,  ketika saat-saat sakaratul maut sang nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi  wasallam meminta siwak kepada sayyidah Aisyah Ra, kemudian beliau  bersiwak lalu beliau merebah di pangkuan sayyidah Aisyah seraya berkata :  “ Aku akan bertemu dengan Ar Rafiiq Al A’laa ( Allah )”. Sayyidah  Aisyah berkata bahwa hembusan nafas terakhir sang nabi sampai ke tubuh  beliau, adapaun diantara doa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam  di saat sakaratul maut adalah :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَللّهُمَّ شَدِّدْ عَلَيَّ مَوْتِيْ وَخَفِّفْ عَلَى أُمَّتِيْ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Ya Allah pedihkanlah sakaratul mautku dan ringankan untuk ummatku”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan iriwayatkan dalam kitab-kitab sirah (sejarah Nabi saw), yang  diantaranya riwayat Al Imam Thabrani dan lainnya, dimana ketika  sayyidina Mu’adz bin Jabal ra meninggalkan Madinah Al Munawwarah atas  perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk pergi ke Yaman,  maka dalam keadaan antara tidur dan bangun ia mendengar suara : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“  Wahai Mu’adz, bagaimana engkau bisa tidur dan tenang sedangkan  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaaan sakaratul maut”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       namun sayyidina Mu’adz menganggap itu adalah bisikan syaitan, maka  beliau terus melanjutkan perjalanannya, hingga ketika beliau sampai di  Yaman kembali lagi terdengar bisikan : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Mu’adz…!, bagaimana  engkau bisa tidur dan tenang sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam telah berada di dalam kubur”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka sayyidina  Mu’adz berbalik arah dengan kudanya dan berteriak seakan orang yang  tidak sadarkan diri, beliau bingung apa yang harus diperbuat karena  bisikan itu terus menghampirinya, padahal beliau telah diperintah untuk  pergi dan telah tiba di Yaman. Akhirnya beliau kembali lagi ke Madinah  Al Munawwarah untuk menenangkan hatinya, maka beliau pun kembali ke  Madinah Al Munawwarah dan di tengah perjalanan beliau bertemu dengan  utusan sayyidina Abu Bakr As Shiddiq RA, utusan itu membawa surat dari  sayyidina Abu Bakr As Shiddiq RA yang telah diangkat menjadi khalifah  ketika itu, kemudian beliau membaca surat itu yang berbunyi : “wahai  Mu’adz, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat”, maka  sayyidina Mu’adz bin Jabal terdiam dan air mata pun mengalir dan berkata  : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Siapa lagi yang akan peduli pada anak yatim dan kaum fuqara’  dan orang-orang yang susah jika Rasulullah shallallahu shallallahu  ‘alaihi wasallam telah wafat”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Maka sayyidina Mu’adz  melanjutkan perjalanannya ke Madinah Al Munawwarah dan menuju ke rumah  sayyidah Aisyah Ra, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah  dimakamkan di rumah sayyidah Aisyah, maka ketika itu sayyidina Mu’adz  bin Jabal mengetuk pintu rumah, dan sayyidina Mu’adz berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“  aku adalah Mu’adz bin Jabal dari kalangan Anshar yang diutus oleh  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk pergi ke Yaman, dan aku  tidak tau apa yang telah terjadi”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     maka sayyidah Aisyah Ra berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“  Wahai Mu’adz bersyukurlah karena engkau tidak melihat Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam di saat sakaratul maut, karena jika kau  melihat wajah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang menahan pedihnya  sakaratul maut beliau dan rasa sakaratul maut ummatnya shallallahu  ‘alaihi wasallam maka sungguh engkau tidak akan bisa makan atau minum,  bahkan engkau tidak akan bisa merasakan ketenangan hidup didunia hingga  kau wafat”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Sungguh Allah subhanahu wata’ala Maha Mampu  untuk meringankan sakaratul maut untuk sang nabi, namun beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam meminta sakit yang sangat pedih ketika  sakaratul maut demi meringankan sakartul maut ummatnya sahallallahu  ‘alaihi wasallam, maka rasa sakit dari setiap sakartul maut ummat beliau  sebagian telah diringankan oleh sakitnya sakaratul maut yang dirasakan  oleh sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(hb Munzir tidak memperpanjang ceramah beliau sebab telah  ceramah sebelum beliau Abuya KH Muhyiddin dari SUMEDANG, lalu diteruskan  ceramah oleh Alhabib Salim bin Umar bin Hafidh dari Tarim Hadramaut)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Selanjutnya kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala semoga Allah  menjauhkan kita dari segala musibah dengan keberkahan nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, dan semoga Allah memuliakan hari-hari kita  dengan cinta kepada-Nya dan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam, dan semoga Allah menghadapkan langsung wajah kita dengan wajah  nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , kemudian dihadapkan untuk  memandang wajah Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala  berfirman dalam hadits qudsi:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَنَا جَلِيْسُ مَنْ ذَكَرَنِيْ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Aku adalah teman (sangat dekat dg) orang yang mengingat-Ku”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ  إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ  إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ  السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا  نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ  تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-8030613033469871549?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/8030613033469871549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/doa-sang-nabi-saw-untuk-ummatnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/8030613033469871549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/8030613033469871549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/10/doa-sang-nabi-saw-untuk-ummatnya.html' title='Doa Sang Nabi SAW Untuk Ummatnya'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-7977515999595763777</id><published>2011-09-27T23:32:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T23:32:12.841-07:00</updated><title type='text'>K etenangan Yang Turun Dalam Membaca Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Tuesday, 27 September 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; K&lt;/i&gt; etenangan Yang Turun Dalam Membaca Al Qur'an&lt;br /&gt;Senin, 19 September 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قَرَأَ رَجُلٌ الْكَهْفَ وَفِي الدَّارِ الدَّابَّةُ فَجَعَلَتْ تَنْفِرُ  فَسَلَّمَ فَإِذَا ضَبَابَةٌ أَوْ سَحَابَةٌ غَشِيَتْهُ فَذَكَرَهُ  لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : اقْرَأْ فُلَانُ  فَإِنَّهَا السَّكِينَةُ نَزَلَتْ لِلْقُرْآنِ أَوْ تَنَزَّلَتْ  لِلْقُرْآنِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخابي)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Seorang lelaki membaca salah satu surat Alqur’an yaitu Al  Kahfi, maka tiba tiba keledainya beringas dan lari, dipagi harinya  beliau tanyakan pada Rasulullah SAW, Rasul SAW bersabda: bacalah terus  dan bacalah (jangan takut), karena itu adalah ketenangan yang turun  bersama Alqur’an atau turun untuk Alqur’an (maka beruntunglah yang  membacanya (Shahih Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/habibana%20%288%29.jpg" title="Image" width="170" /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي  الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ  بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Lebih dari 100 ayat yang terkandung dalam kalimat-kalimat ini, dan salah satunya adalah firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا  وَنَذِيرًا ، وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;( الأحزاب : 45-46 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;" Wahai Nabi Saw, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi  saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi  penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang  menerangi”. ( Al Ahzab : 45-46 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 100 ayat yang menampung makna kalimat-kalimat dari  pembukaan maulid Dhiyaaul Laami’ yang ditulis oleh Al Arif billah Al  Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim Al Hafidh mata’anallahu bih.&lt;br /&gt;Malam Selasa yang lalu saya berjumpa dengan beliau, dan yang pertama  kali ditanyakan bukanlah keadaan saya, tetapi beliau bertanya bagaimana  kabar jamaah , lalu saya menjawab bahwa jamaah rindu kepada beliau, maka  beliau tertawa , dan insyaallah di awal bulan Desember beliau akan  datang dan kita akan mengadakan dzikir akbar bersama beliau, somoga  acara ini sukses .&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai  pembawa rahmat  ilahi, yang dengannya terbukalah seluruh rahasia kebahagiaan dunia dan  akhirat, dan dengan mencintainya maka hamba akan dicintai oleh Allah  subhanahu wata’ala. Tiada orang yang lebih dicintai Allah di penjuru  barat dan timur selain para pecinta nabi Muhammad shallallahu 'alaihi  wasallam, dan mereka dalam rahasia kecintaan Allah subhanahu wata'ala,  semoga kita termasuk diantara mereka. Dan majelis ini mengarahkan kita  untuk mengidolakan samudera cinta, sayyidina Muhammad shallallahhu  'alaihi wasallam. Dan ketahuilah bahwa cinta kepada Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam adalah bentuk cinta kepada Allah subhanahu  wata'ala, dan barangsiapa yang taat kepada Rasulullah shallallahu  'alaihi wasallam maka ia taat kepada Allah subhanahu wata'ala .  Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika salah seorang sahabat  dipanggil oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam namun dia tidak  menjawab panggilan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena dalam  keadaan shalat, hingga panggilan yang ketiga kali beliau berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;   “wahai Fulan aku telah memanggilmu namun kau tidak memenuhi  panggilanku, tidakkah engkau dengar firman Allah subhanahu wata’ala” :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا  دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ  الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(الأنفال : 24 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;" Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan  seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi  kehidupan kepada kamu , ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi  antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan  dikumpulkan.”  ( QS. Al Anfal : 24 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat dan kejadian tersebut, seluruh madzhab mengatakan bahwa  jika dipanggil oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam  keadaan shalat dan memenuhi panggilan beliau maka shalatnya tidak batal,  karena dalil diatas memerintahkan untuk taat kepada Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam, bukan berarti memuliakan nabi Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam lebih dari Allah, justru karena hal itu  adalah perintah Allah oleh sebab itu harus diperbuat. Dan dalam madzhab  Syafi'i shalat tidak sah jika tanpa salam kepada nabi Muhammad  shallallahu 'aalihi wasallam, yaitu dengan mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Salam sejahtera atasmu wahai nabi serta rahmat dan keberkahan Allah”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan salam itu diucapkan dengan kata ganti kedua, seakan orang yang  diberi salam ada dihadapan kita (salam sejahtera untukmu wahai nabi),  kita ketahui bahwa berbicara dalam shalat maka hal itu membatalkan  shalat kecuali bersalam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  yang hal itu justru diwajibkan. &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;Akhlaq terindah ada dalam pribadi sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam, wajah yang paling indah adalah wajah sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga suatu waktu ketika onta merah  yang sedang beringas karena marah dan dikurung dalam sebuah kandang,  namun ketika melihat wajah yang paling indah, wajah sayyidina Muhammad  shallallahub 'alaihi wasallam maka onta itu berlari menunduk menuju  kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mencium kaki  beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Di suatu waktu ketika Idul Adha,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli 100 ekor onta dan 63  ekor onta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang menyembelihnya,  dan sisanya sayyidina Ali bin Abi Thalib RA yang akan menyembelihnya.  Hewan sembelihan ketika akan disembelih maka harus dijauhkan dari hewan  yang lain karena jika ia melihat darah hewan yang disembelih maka ia  akan marah dan mengamuk. Maka onta yang akan disembelih oleh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam kepalanya ditutup menggunakan kain, namun  Rasulullah meminta untuk membuka kain yang menutupi kepala onta  tersebut, dan Rasulullah telah siap dengan pisaunya untuk menyembelih  onta tersebut, seketika itu onta-onta berebutan ingin segera disembelih  oleh tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, onta tersebut bukan  justru lari atau menghindar namun onta-onta tersebut rela jika lehernya  dipotong oleh tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan  sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al Imam Muhdhar  As Saggaf  ‘alaihi rahmatullah di dalam salah satu syairnya yang bermakna :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Jika engkau putuskan urat nadiku wahai guruku, dengan pisau yang telah ditajamkan, maka demi cintaku padamu sungguh aku ridha”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula cinta nabi Ibrahim AS kepada Allah sehingga rela  menyembelih putranya Ismail As. Diriwayatkan dalam Shahihul Bukhari  dimana salah seorang sahabat (khubaib ra) ditangkap oleh kuffar quraisy  karena telah membunuh kafir quraisy kemudian dimasukkan ke dalam penjara  untuk dijual, dan keluarga yang telah ia bunuh pun siap untuk  membelinya, kemudian ia dibawa ke Makkah oleh kuffar quraisy dan di  penjara ia melihat anak kecil di luar sel lalu ia meminjam silet kepada  anak kecil itu mencukur karena besok ia akan dihukum gantung,  ia ingin  wajahnya rapih karena akan menghadap Allah subhanahu wata'ala. Maka anak  kecil itu pun membawa silet cukur dan memberikan kepadanya, anak itu  adalah anak orang yang besok akan membunuhnya, lalu ia mengambil pisau  cukur itu dan anak kecil itu duduk di pangkuannya, tidak lama kemudian  ibu anak tersebut lewat, ia terkaget dan berteriak : &lt;b&gt;&lt;i&gt; "sungguh celaka anakku berada dipangkuan orang itu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      ia pun memanggil suaminya, ayah ibu itu bingung dan ketakutan dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “baiklah katakanlah apa yang engkau inginkan, asal jangan kau lukai anak kami”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka ia berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;  "apakah kalian mengira aku akan melukai anak kalian dengan pisau cukur  ini?, aku membawa pisau cukur ini untuk merapikan wajahku agar ketika  menghadap Allah wajahku dalam keadaan bersih dan rapih, maka biarkan  anak ini duduk di pangkuanku, anak kalian aman bersamaku".&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Hal yang seperti ini adalah keberanian yang luar biasa, bukanlah sifat  pengecut karena sebaliknya jika dia adalah orang yang pengecut maka ia  akan melukai atau membunuh anak itu, namun kekuatan keberanian dan  kejujuran membuat sahabat itu sangat mulia, dan hal ini adalah berkat  tarbiyah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Maka setelah  selesai mencukur pisau itu dikembalikan kepada anak tersebut, keesokan  harinya dia dihukum gantung dan wafatlah sebagai Syahid.&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga dimana seseorang yang sangat shalih dan berbakti  kepada ibunya, ia sedang melakukan ibadah di tempat khalwatnya, dan  ketika itu ibunya memanggilnya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Juraij",&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      dalam  keadaan shalat Juraij bingung antara memenuhi panggilan ibunya atau  melanjutkan shalatnya, namun dia memilih untuk melanjutkan shalatnya.  Maka sang ibu marah dan melaknat anak tersebut dan berkata  :&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "aku melaknat engkau untuk tidak meninggal sampai engkau melihat wajah pelacur". &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Setelah selesai melakukan shalat Juraij keluar menemui ibunya dan  meminta maaf namun sang ibu marah dan tidak memaafkannya. Beberapa waktu  kemudian masuklah seorang pelacur ke tempat ibadah Juraij dimana  pelacur itu dalam keadaan akan melahirkan dan akhirnya ia pun melahirkan  di tempat tersebut, maka orang kampung datang dan bertanya bayi siapa  yang telah dilahirkan oleh wanita itu, maka wanita itu menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt; "bayi ini adalah anak Juraij, aku telah berzina dengannya", &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka Juraij pun langsung ditangkap dan tempat ibadahnya dibakar,  dalam keadaan seperti itu Juraij tidak mampu berbuat apa-apa dan berkata  :&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Ya Allah, aku membelamu lebih dari semua makhluk, namun saat  ini sumpah ibuku telah terbukti, namun buktikanlah wahai Allah bahwa  orang yang memilih-Mu lebih dari segala-galanya tidak akan Engkau  biarkan terdhalimi”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka Juraij berkata kepada bayi yang baru lahir tersebut : &lt;b&gt;&lt;i&gt; "wahai bayi siapakah ayahmu?", &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     maka bayi itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; "ayahku seorang petani, bukan engkau wahai Juraij",&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       bayi itu berbicara dengan kehendak Allah, Allah ingin menunjukkan  bahwa orang yang memilih Allah dan membela-Nya tidak akan dibiarkan oleh  Allah untuk di dhalimi .&lt;br /&gt;Dalam hadits yang kita baca tadi, dan terdapat banyak riwayat akan  hadits tersebut. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  didatangi oleh sababat untuk bertanya, dimana suatu malam ia membaca Al  qur'an, dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia membaca surat Al Kahfi,  kemudian ia melihat awan gelap seperti kabut yang turun , maka  keledainya lari, kemudian ia mengadukannya kepada Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata  kepada nya : &lt;b&gt;&lt;i&gt; "teruslah lanjutkan bacaanmu jangan engkau hentikan ,  karena awan itu adalah malaikat yang turun karena cahaya Al qur'an yang  engaku baca”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Maka hadits ini merupakan penyemangat kepada  kita untuk senantiasa membaca Al qur'an khususnya di malam hari,  meskipun membacanya tanpa mengetahui artinya. Dan membaca Al qur’an jika  yang membacanya dalam keadaan gundah maka bacaan itu akan menjadikannya  lebih tenang, dan terlebih lagi jika membacanya dengan mengetahui makna  ayat-ayat yang dibaca maka ia tidak akan pernah merasa bosan untuk  membacanya. Oleh karena itu, sayyidina Utsman bin Affan RA menghatamkan  Al qur'an setiap malam. Dan masih banyak para ulama’ dan shalihin yang  melakukan hal tersebut, sebagaimana Al Imam Muhammad bin Hasan  Jamalullail (Keindahan malam) dimana beliau tidak mau membaca Al qur'an  di siang hari ketika bulan Ramadhan, karena ketika membaca Al qur'an dia  merasakan manisnya madu di mulutnya, maka jika ia membaca Al qur’an di  siang hari ketika bulan Ramadhan ia akan merasakan manisnya madu di  mulutnya, oleh karena itu ia tidak membaca Al qur’an di siang hari  ketika bulan Ramadhan. Beliau jika melakukan qiyamul lail dan ketika  dalam keadaan berdiri maka tidak bisa dibedakan antara badan beliau dan  tiang masjid karena beliau tegak berdiri tanpa bergerak. Dan banyak para  salafusshalih yang berjuang untuk mencapai keridhaan Allah subhanahu  wata’ala, dan diantaranya sebagaimana yang telah dijelaskan oleh guru  mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim, dimana ada  seseorang yang sangat tua renta dan setiap malamnya tidak pernah  terlewati dari membaca Al Qur’an di masjidnya, dan hal ini terjadi pada  masa Al Habib Alwi jSyahabuddin. Dan suatu malam turun hujan yang sangat  deras sehingga membuat jalanan berantakan dan penuh lumpur, maka  orang-orang yang biasa membaca Al qur’an bersamanya menyangka orang tua  itu tidak akan datang karena melihat keadaan yang tidak memungkinkan  untuk dia datang ke Masjid sehingga mereka memutuskan untuk memulai  membaca Al qur’an, dan ketika mereka akan memulai bacaan terlihat dari  kejauhan sebuah lentera kecil yang ternyata dia adalah orang tua  tersebut yang tertatih-tatih berjalan yang akhirnya pun tiba di Masjid .&lt;br /&gt;Saudara saudariku yang kumuliakan&lt;br /&gt;Juga berhati-hati dalam menjaga amanah, diriwayatkan dalam sebuah  riwayat yang tsiqah dimana ada seseorang yang selama 20 tahun puasa  Ramadhannya tidak diketahui oleh orang lain dan syaithan tidak menyukai  akan hal ini, suatu saat ketika ia pergi ke pasar untuk membeli kurma  maka syaithan merubah wujud menjadi manusia, dan di saat dia membeli  kurma maka si syaithan berdesakkan untuk mendahuluinya dan bertkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “saya berpuasa sunnah selama 3 hari sebaiknya kamu jangan mendahului aku”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka orang tersebut berbisik dalam hatinya : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “aku berpuasa selama 20 tahun tidak merasa sombong sepertimu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      kemudian orang itu membeli ikan dan kembali syaithan itu berdesakkan dan hendak mendahuluinya lalu berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “saya berpuasa sunnah selama 3 hari maka jangan engkau mendahului aku”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      orang itu kembali berbisik dalam hatinya : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “ aku berpuasa selama 20 tahun tidak sombong sepertimu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       dan yang ketiga kalinya orang tersebut kembali membeli kurma, dan  syaithan pun berdesakkan dan minta dilayani terlebih dahulu seraya  berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ jangan pedulikan orang ini, segera layani aku karena aku telah puasa sunnah selama 3 hari”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka orang itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “dan aku selama 20 tahun berpuasa tidak sombong sepertimu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka syaitan berkata dengan gembira : &lt;b&gt;&lt;i&gt;  “aku adalah syaithan, dan aku ingin amalan kamu diketahui oleh orang  lain agar engkau merasa sombong, sehingga habislah amal puasamu selama  20 tahun”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Maka berhati-hatilah terhadap godaan syaithan .&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah &lt;br /&gt;Banyak orang yang berputus asa dengan masalah rizki, masalah jodoh,  masalah tahta,  ketakutan dan lain sebagainya, yang mana kesemua ini ada  dalam diri nabi Musa AS, beliau dibesarkan di dalam istana agung  Fir’aun, kemudian ia lari ke tempat dimana dia tidak mempunyai makanan  dan minuman, tidak mempunyai pekerjaan, tidak pula mempunyai istri dan  keluarga dan dalam keadaan ketakutan, dalam perjalanan dia mendapati  sebuah sumur dimana ketika itu ada 2 orang perempuan yang ingin  mengambil air di sumur lantas dia membantu mereka, setelah itu nabi Musa  As beristirahat dan berdoa, karena doa dapat merubah keadaan, di zaman  sekarang banyak orang yang meremehkan doa dan hanya berpegang dengan  usaha tanpa doa, justru usaha dengan disertai doa jauh lebih baik  daripada usaha yang tidak disertai dengan doa, karena usaha tanpa  disertai doa akan berakhir dengan neraka, maka ketika itu nabi Musa As  berdoa :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;( القصص : 24 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". ( QS: Al Qashash : 24 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu datanglah kepadanya salah seorang wanita yang telah ia  bantu mengambil air di sumur, dan berkata bahwa ayahnya memanggilnya  untuk memberi upah atas sesuatu yang telah dia lakukan, tetapi nabi Musa  menolak untuk menerima upah tersebut, dan ternyata nabi Musa AS  dinikahkan dengan salah satu wanita tersebut. Dan doa tersebut telah  diajarkan oleh guru kita Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin  Hafidh, jika sulit dalam rizki atau jodoh maka perbanyaklah doa  tersebut, maka insyaallah usaha dipermudah, jodoh dipermudah dan segala  urusan dipermudah, amin. Selanjutnya tausiah singkat oleh As Syaikh bin  Faruq Najmuddin dari Meulborn Australia, dan diterjemahkan oleh Al Habib  Alwi bin Yahya, yatafaddhal masykura &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-7977515999595763777?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/7977515999595763777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/09/k-etenangan-yang-turun-dalam-membaca-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7977515999595763777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7977515999595763777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/09/k-etenangan-yang-turun-dalam-membaca-al.html' title='K etenangan Yang Turun Dalam Membaca Al Qur&apos;an'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-5727734014153532247</id><published>2011-09-24T06:51:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T06:51:53.112-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;Alhaq From Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ALLAH memelihara Habib Munzir alMunsawa dan keluarga serta seluruh keturunan junjungan mulia Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya Keindahan Allah semoga selalu menyinari hari-hari Habib dan Jama'ah majelis Rasulullah saw khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib  yang dimuliakan, saya adalah rakyat Malaysia yang berasal dari Negeri  Pulau Pinang. Saya ingin mengamalkan Ratib al-Haddad dan ratib-ratib  lain, doa, zikir wirdullatiff, dan zikir-zikir lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Habib  yang saya kasihi, saya dengan merendah diri dan penghormatan kepada  Habib, memohon pengijazahan sempurna berhubung amalan-amalan  ratib  Alhaddad, sanad Alquran Qiraah, wirid, doa dan selawat daripada Habib  yang saya muliakan. Dengan adanya Ijazah maka akan tercipta suatu  ikatan, maka izinkanlah saya untuk meminta ijazah dari Habib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon  kiranya Habib dapat sertakan Sanad Ratib Alhaddad yang bersambungan  salasilahnya dengan empunya tuan Ratib, Imam Abdullah alhaddad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Habib, saya juga mohon ijazah dan sanad Sahih Bukhari yang Habib terima sanadnya yang bersambungan dengan Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedihnya, saya tidak dapat mengikuti Majlis Rasulullah secara langsung kerana berada di Malaysia, Ya habib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib,  selama ini saya menyelusuri website ini, dan ternyata banyak...bahkan  sangat bnyak sekali manfat yg saya dapatkan, sama ada daripada  penjelasan-penjelasan habib maupun saudara-saudara di Majlis yg mulia  ini, semoga Rahmat dan Redha Allah selalu menaungi Majelis yang mulia  ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunkan saya jika terdapat apa-apa kekasaran bahasa terhadap Habib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;&amp;nbsp;Habib Munzir almusawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kumuliakan,&lt;br /&gt;terimakasih atas doanya, dan tiada hadiah lebih agung daripada doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya  ijazahkan ratib alhaddad, dan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa  Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan  shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada  anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al  Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada  segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini  mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan  doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad  saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam  kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya Ijazahkan  kepada anda sanad Alqur'anulkarim dalam tujuh Qira'ah, seluruh sanad  hadits riwayat Imamussab'ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin  lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu  Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg  semua itu saya terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia Al Allamah Al  Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru  dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada  Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut sanad Ratib haddad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'an syeikhunal kariim (dari Guru Mulia kita) Al Allamah Al Musnid Al habib Umar bin hafidh, &lt;br /&gt;wa akhadza 'an (dan beliau mengambil dan mempelajarinya dari) Al Allamah Almusnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,&lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdullah bin Umar Assyatiri, &lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi (simtuddurar), &lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdurrahman Almasyhur (shohibulfatawa), &lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Abdullah bin Husein bin Thohir, &lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Umar bin Seggaf Assegaf , &lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Hamid bin Umar Ba’alawiy, &lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al Hafidh Ahmad bin Zein Alhabsyi, &lt;br /&gt;wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al hafidh Abdullah bin Alawi Alhaddad (shohiburratib), &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANAD SHAHIH BUKHARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib Ibrahim bin Umar bin Aqil bin Yahya,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi (kwitang),&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Muhaddits Al Musnid Alhabib Idrus bin Umar Alhabsyi, &lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al  Musnid Alhabib Abdullah bin Husein bin Thahir,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Segaf Assegaf,&lt;br /&gt;Dari ayah beliau sekaligus guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib Segaf bin Muhammad bin Umar Assegaf, &lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al hafidh Al Muhaddits Al Musnid Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad shohiburratib,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad Baharun,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib Abubakar bin Abdurrahhman  Ibn Shihabuddin,&lt;br /&gt;Dari  ayah beliau sekaligus guru beliau Al Allamah Al Musnid Alhabib  Abdurrahman bin Shihabuddin Ahmad bin Abdurrahman bin Syeikh Ali, &lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Hafidh AL Muhaddits yg termasyhur Al Imam Muhammad bin Ali Khird,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Hafidh AL Muhaddits yg termasyhur Al Imam Muhammad bin Abdurrahman Al Asqa’ Balfaqih,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Hafidh Al Musnid  AL Muhaddits yg termasyhur Al Imam Abdullah Alaydrus Al Akbar bin Abubakar,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Musnid Al Imam Umar Al Muhdhor bin Imam Abdurrahman Assegaf,&lt;br /&gt;Dari ayah beliau sekaligus guru beliau Al Musnid Al Imam Abdurrahman Assegaf bin Muhamad,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Musnid Al Imam Muhammad bin Alwi shohibul ‘Amaa’im,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Musnid Al Imam Abdullah bin Alwi,&lt;br /&gt;Dari ayahanda beliau sekaligus guru beliau Al Musnid Al Imam Alwi bin Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali,&lt;br /&gt;Dari ayahanda beliau sekaligus guru beliau Al Musnid Al Imam Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Hafidh Al Musnid Al Imam Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Jadiid, &lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Hafidh Al Musnid Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Ibn Abi Shaif Alyamaniy,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Assyeikh Al Musnid Abil Hasan Ali bin Humaid bin Ammar Al Athrabalsiy,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Assyeikh Al Musnid Abu Maktum Isa bin Abi Dzarr Al harawiy,&lt;br /&gt;Dari ayah beliau sekaligus guru beliau Al Hafidh Assyeikh Abu Dzarr bin Abd bin Ahmad Al harawiy,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Hafidh Abu Ishaq Ibrahim bin Amad AL Balakhiy Almustamaliy,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Al Hafidh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Matharr AL Firabriy,&lt;br /&gt;Dari guru beliau Hujjatul Islam Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad  diatas saya ringkaskan satu jalur saja, sebab terdapat pecahan pada  jalur setiap sanadnya yg banyak namun saya ambilkan satu jalur tunggal  saja, karena jalurnya ada yg terpecah pecah demi semakin kuatnya sanad  ini, karena setiap murid mempunyai beberapa guru dan beberapa guru ada  yg berpadu pada sanad selanjutnya ada yg berjalur ke sanad lain menuju  Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam keluhuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-5727734014153532247?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/5727734014153532247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/09/alhaq-from-malaysia-assalamualaikum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/5727734014153532247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/5727734014153532247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/09/alhaq-from-malaysia-assalamualaikum.html' title=''/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-5485031557524201097</id><published>2011-09-18T23:47:00.001-07:00</published><updated>2011-09-18T23:47:44.661-07:00</updated><title type='text'>Muslim Yang Terbaik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Friday, 16 September 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; M&lt;/i&gt;uslim Yang Terbaik&lt;br /&gt;Senin, 22 Agustus 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ  الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ  عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; (صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sungguh Nabi SAW ditanya, muslim mana yang terbaik?, beliau  (SAW) menjawab Muslim yang terbaik adalah yang memberi salam dan memberi  makan pada yang dikenalnya dan tidak dikenalnya” (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; &lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/habibana.jpg" title="Image" width="170" /&gt; السلام عليكم ورحمة الله وبركاته حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur,   Yang mengumpulkan kita di malam 23 Ramadhan , yang merupakan tujuh malam  terakhir bulan Ramadhan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda dalam riwayat Shahih Al Bukhari dan riwayat lainnya : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  تَحَرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Temuilah Lailatul Qadr di tujuh malam terakhir”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan disabdakan pula oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :&lt;br /&gt;تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ   &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Temuilah Lailatul Qadr di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan oleh para Ulama’ dan para shalihin bahwa diantara  tanda-tanda Lailatul Qadr yaitu di malam itu terasa berbeda dengan  malam-malam yang lainnya, di malam itu terasa sepi dan tenang. Dan Allah  subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا  لَيْلَةُ الْقَدْرِ ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ،  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ  أَمْرٍ ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al qur’an pada malam Qadr,  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?, Malam kemuliaan itu lebih  baik dari seribu bulan , Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh  (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan, Sejahteralah  (malam itu) sampai terbit fajar”. ( QS. Al Qadr : 1-5 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di malam itu malaikat Jibril dan para malaikat lainnya turun ke bumi  dan mengucapkan salam di setiap pintu rumah kaum muslimin, mereka  berkeliling dan bersilaturrahmi kepada ummat sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga para malaikat itu memenuhi  penjuru barat dan timur dengan membawa segala macam hal dari keluhuran,  kebahagiaan,, kemuliaan, pengampunan dan sedemikian banyak  anugerah-anugerah yang dibawa dari langit sebagai hadiah untuk ummat  nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di malam Lailatul Qadr itu.  Dan malam Lailatul Qadr itu juga disebut dengan sa’atul  ijaabah, dimana  orang yang berdoa di waktu itu akan dikabul oleh Allah subhanahu  wata’ala, semoga Allah menjadikan malam ini sebagai malam Lailatul Qadr  dimana malam agung dan luhur ini merupakan 10 malam terakhir bulan  Ramadhan. Allah subhanahu wata’ala menurunkan Al qur’anul karim di malam  Lailatul Qadr, sehingga bulan Ramadhan dikenal juga dengan bulan  Nuzulul qur’an, malam turunnya Al qur’an. Di malam itulah Allah  subhanahu wata’ala menurunkan Al qur’anul Karim, ketika Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam berada di gua Hira’ maka datanglah malaikat  Jibril AS dan megucapkan salam kepada sang nabi kemudian mengatakan : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Iqra’(bacalah)”,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “maa anaa biqaari’ (aku tidak bisa membaca)”,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     kemudian malaikat Jibril As berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ، خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ  ، اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ، الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ، عَلَّمَ  الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;( العلق : 1-5)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan , Dia  telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhanmulah  Yang Maha Mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan  manusia apa yang tidak diketahuinya”. ( QS. Iqra’ : 1-5 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makna dari ayat ini (اقرأ  ) bukan hanya sekedar &lt;b&gt;&lt;i&gt; “membaca”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      walaupun bagi kita&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “membaca”  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     adalah mengucapkan apa-apa yang tertulis saja, namun makna kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt; “bacalah”  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      dalam ayat tersebut memiliki makna luas yaitu membaca dengan nama  Tuhan-mu (Allah) Yang menciptakan sehingga memiliki makna yang lebih  luas; maka satu huruf yang dibaca bisa memiliki banyak makna.&lt;br /&gt;Kemudian  Allah melanjutkan firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( العلق : 2 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”. ( QS. ‘Alaq : 2 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari ayat ini adalah bahwa manusia hanyalah terbuat dari  segumpal darah, sehingga bisa memahami hakikat keluhuran Ilahi yang  menciptakan manusia dari segumpal darah yang tiada artinya. Kemudian  Allah subhanahu wata’ala melanjutkan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( العلق : 3 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia”. ( QS. Al ‘Alaq : 3 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah kita memahami hakikat awal kehidupan kita, maka fahamilah  hakikat kehidupan Allah subhanahu wata’ala bahwa Allah subhanahu  wata’ala adalah Dzat Yang Maha Mulia. Bulan Ramadhan adalah bulan yang membawa keberkahan terbesar bagi  muslimin di sepanjang tahun. Dan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam paling banyak beribadah di bulan Ramadhan, bulan turunnya  Alqur’an, sehingga beliau selalu bertadarus Al qur’an bersama Jibril AS,  sehingga tiada kemuliaan yang lebih agung selain di bulan ini, dan  sedemikian banyak rahasia keagungan yang senantiasa turun disetiap  detiknya pada setiap hamba, ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam. &lt;br /&gt;Kemudian nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menerima lagi  wahyu dan ketika itu nabi Muhammad menuju ke gua Hira’ yang kemudian  nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melihat malaikat Jibril AS  yang duduk diatas kursi yang berada diantara langit dan bumi seraya  berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Aku Jibril, dan engkau Muhammad”  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      sebanyak tiga kali, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali  ke rumah beliau dalam keadaan risau dan bingung, kemudian beliau  menceritakan hal itu kepada sayyidah Khadijah R.A yang mana beliau  merupakan wanita pertama yang masuk Islam, maka Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam berkata bahwa hal itu mungkin karena kemurkaan Allah  kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sayyidah Khadijah  menenangkan beliau dengan berkata bahwa tidak mungkin demikian, karena  beliau adalah orang yang paling baik, orang yang paling jujur sehingga  digelari dengan Al Amin, serta orang yang paling dermawan maka sungguh  sangat mustahil jika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam diberi murka  kepada beliau. Kemudian sayyidah Khadijah mengajak beliau pergi kepada  pendeta Bukhoira untuk menanyakan hal tersebut, maka pendeta Bukhoira  berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “setelah kumelihat tanda-tanda yang kau sebutkan maka  engkau adalah Muhammad Rasulullah, engkau adalah pemimpin para nabi dan  rasul dan engkau akan menerima wahyu kelak ketika umurmu 40 tahun, dan  seandainya aku masih hidup di waktu itu maka aku akan menjadi orang yang  pertama beriman kepadamu, wahai Muhammad”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Sungguh agung dan indahnya kejadian-kejadian ini.&lt;br /&gt;Dan disuatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menampakkan  kekuatan, dizaman beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang  biasa namun diberi kekuatan besar oleh Allah subhanahu wata’ala, dimana  ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada  kaisar Hiraqlius Bizantium dan mengajaknya untuk masuk Islam,dimana  diantara isi suratnya yaitu : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “dari Muhammad Rasulullah, masuklah Islam maka kau akan selamat”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Maka si kaisar bertanya siapakah yang telah menulis surat ini  untukku?, apakah dia seorang raja, atau dia orang yang mempunyai banyak  pasukan, ataukah dia orang yang memiliki banyak harta? mereka menjawab :&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “ bukan”,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      kaisar berkata : “lantas siapa dia sehingga berani menulis surat  untukku, dengan menyuruhku untuk masuk Islam agar aku selamat?!”, mereka  menjawab:&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “dia adalah orang miskin yang mengembala domba dan pengikutnya adalah para budak” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      namun setelah si kaisar membaca semua isi surat itu, yang didalamnya juga terdapat ayat-ayat Al qur’an maka dia berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt;   “ jika orang itu berada dihadapanku maka akan kucium kedua sandalnya,  dan sungguh dia dan para pengikutnya akan menguasai hingga ke  singgasanaku ini”,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     maka bergemuruhlah semua manusia di  istana Bizantium mendengar ucapan itu. Demikian agungnya nabi kita  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Malam hari yang luhur ini adalah malam doa, ramadhan baru saja  dimulai namun tanpa terasa beberapa hari lagi akan meninggalkan kita,  bulan dimana setiap amalan dilipat gandakan pahalanya hingga 700 kali  lipat, bulan yang akan mensyafaati kita kelak dihari kiamat, dengan  menyampaikan kabar kepada Allah subhanahu wata’ala bahwa kita telah  beramal shalih di bulan ini. Maka perbanyaklah amalan di tujuh malam  terkahir bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak sujud, memperbanyak  membaca Al qur’an, dan memperbanyak beramal baik semampunya, karena  barangkali di tahun yang akan datang kita tidak bisa lagi mendapati  bulan Ramadhan, sehingga tidak lagi bisa shalat tarawih bersama, tidak  lagi sahur atau buka puasa bersama karena telah berpisah dengan keluarga  menuju ke alam lain. Maka kita berdoa kepada Allah semoga Allah  subhanahu wata’ala menguatkan iman kita, dan selalu memberi kita taufiq  untuk selalu ingin berbuat hal-hal yang baik dan diridhai Allah  subhanahu wata’ala. Dan malam ini merupakan tujuh malam terakhir di  bulan Ramadhan, semoga malam ini Allah jadikan malam Lailatul Qadr. Dan  jika seandainya malam ini adalah malam Lailatul Qadr, semoga Allah  subhanahu wata’ala melipatgandakan anugerah yang akan dilimphakan kepada  kita, dan jika malam ini bukan Lailatul Qadr maka semoga Allah  menjadikan kita diantara orang-orang yang tertulis namanya dalam  golongan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan di malam Lailatul Qadr.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  وَقُوْلُوْا جَمِيْعًا  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله&lt;br /&gt;لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ&lt;br /&gt;لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ&lt;br /&gt;مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ  عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ  اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-5485031557524201097?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/5485031557524201097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/09/muslim-yang-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/5485031557524201097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/5485031557524201097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/09/muslim-yang-terbaik.html' title='Muslim Yang Terbaik'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-2138292676141341481</id><published>2011-08-25T01:04:00.000-07:00</published><updated>2011-08-25T01:04:31.142-07:00</updated><title type='text'>Manaqib Al Maghfurlah Al Habib Muhammad bin Salim bin Hafiz</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://zulfanioey.blogspot.com/2011/06/manaqib-al-maghfurlah-al-habib-muhammad.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-14Wv83RAaxQ/Tg0EC5pEjQI/AAAAAAAAAMg/yn_FeiL5MSs/s1600/Al-Habib-Muhammad-bin-Salim-bin-Hafidz.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-14Wv83RAaxQ/Tg0EC5pEjQI/AAAAAAAAAMg/yn_FeiL5MSs/s320/Al-Habib-Muhammad-bin-Salim-bin-Hafidz.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abu Bakar bin  ‘Aydrus bin ‘Umar bin ‘Aydrus bin ‘Umar bin Abu Bakar bin ‘Aydrus bin  Husein bin As-Syekh Al Kabir Al-Qutb As-Syahir Abu Bakar bin Salim bin  Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Sayyidina Syekh Al-Imam  Al-Qutb Abdurrahman As-segaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin  Syekh Ali Shohibud Dark bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin  Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin  Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi  Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib  As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina  Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad  bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad  An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam  Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina  Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul  Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dikenal sebagai seorang pendidik yang ulung, beliau juga giat  berdakwah menyeru orang-orang ke jalan Allah swt dan menyebarkan  ilmu-ilmu syari’at. Prinsipnya dalam berdakwah, beliau tak kenal  menyerah, bahkan siap mengorbankan jiwa, raga dan harta untuk meraih  keridhaan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Muhammad lahir di Misthoh, sebuah kampung kecil di pinggiran kota  Tarim pada tahun 1332 H. Sedari kecil beliau telah mendapat pendidikan  agama dan budi pekerti langsung dari ayahandanya, Habib Salim bin  Hafidz. Wajarlah, ketika usianya tumbuh dewasa, pribadi Habib Muhammad  dipenuhi budi pekerti dan sifat-sifat yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dididik sang ayah, beliau juga belajar dengan para ulama dan  habaib yang ada di Hadramaut. Di antaranya Habib Ali bin Abdurrahman  Al-Masyhur, Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiri, Habib Alwi bin Abdullah  bin Syihab dan banyak lagi guru alim lainnya.&lt;br /&gt;Semangat belajar yang tinggi, ditunjang dengan kecerdasan yang telah  tumbuh sejak kecil, membuat Habib Muhammad tidak hanya memilih satu  bidang ilmu keahlian, beliau mempelajari ilmu agama hampir secara  keseluruhan, meliputi segala ilmu agama, seperti ilmu hadits, tafsir,  fiqih, ushul, nahwu, balaghah, tasawuf, falaq dan lain-lain. Untuk  memperoleh berbagai macam bidang ilmu itu, beliau harus sering bepergian  jauh meningggalkan kampung halamannya untuk bertemu ulama-ulama yang  berada di Makkah, Madinah, juga India, Pakistan dan negeri-negeri  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas menimba ilmu dari banyak Alim Ulama dan dari berbagai negeri,  beliau kembali ke kampong halamannya dan beliau mendirikan majelis ilmu.  Habib Muhammad sangat memperhatikan bidang pendidikan . besar  harapannya, adanya lembaga pendidikan akan memberikan manfaat terbaik  kepada kaum muslimin dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajarlah bila medan dakwah yang beliau kembangkan tidak hanya di  sekitar Hadramaut, tapi juga ke Makkah, Madinah dan negeri-negeri  terdekat, seperti Afrika, Pakistan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Agar lebih menyebar luas, beliau tidak saja berdakwah secara lisan, tapi  juga bil qalam ( dengan tulisan ), dengan mengarang kitab Takmilah  Zubdatul Hadits Fil Faraidh dan Al Miftah Libabin Nikah. Karena  ketinggian ilmunya, beliau dipilih sebagai Mufti kota Tarim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun sudah menjadi orang alim, Habib Muhammad dikenal sangat  menghormati guru-gurunya, memperhatikan segala perintah, dan  mengutamakan hak-hak mereka ketika masih hidup maupun sudah wafat.  Beliau juga selalu berbakti dan patuh terhadap orang tua, berbuat baik  terhadap keluarga, memiliki sifat sabar, selal;u memberi maaf, dan  apabila dimusuhi akan balas dengan kebaikan, selalu tunduk dan khusyu’  kepada Allah swt, sangat tawadhu’, tidak mengumbar kegembiraan dengan  hal-hal bersifat duniawi. Ya, segala perangi terpuji terkumpul dalam  keperibadian Habib Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Muhammad menghabiskan waktunya dengan bermacam-macam ibadah dan  mendekatkan diri kepada Allah swt. Beliau tidak pernah meninggalkan  ibadah malam hari. Aktivitasnya dipenuhi dengan membaca Al-Qur’an,  berdzikir, mengajar, menulis, ziarah, memberi fatwa ilmu dan menolong  sesama. Bahkan pernah, dalam satu hari, beliau hadir dalam 16 majelis  ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Muhammad selalu ridha karena Allah swt, dan marah apabila hak-hak  Allah swt diremehkan. Beliau pemberani, tidak takut segala rintangan  yang menghalanginya dalam berdakwah. Hingga suatu waktu, beliau  dipanggil oleh pemerintah pemberontak komunis di negeri itu pada bulan  Dzulhijjah 1392 H. tak pernah kembali, dan sejak itulah beliau dianggap  telah gugur sebagai syahid dunia dan akhirat, dalam usia 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, beliau datang bersama seorang anak berusia 9 tahun. Dengan  sabar dan penuh ketabahan, ketika dipanggil ke barak, beliau berkata  kepada si anak, yang tiada lain Habib Umar, “Nak, tunggulah disini, Ayah  pergi sebentar. Tunggu Ayah sampai kembali.” Habib Muhammad lalu  melepas surban dan menyerahkannnya kepada Habib Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama ditunggu, Habib Muhammad tak kembali. Kemudian Habib Umar masuk ke  dalam barak sembari membawa surban ayah tercinta, dan bertanya kepada  petugas yang berjaga. Namun tidak ada yang bisa memberikan jawaban yang  sebenarnya, hingga ada orang yang iba melihat anak kecil itu dan  kemudian membawanya pulang dan mendidiknya menjadi orang yang alim.  Dialah yang dikemudian hari dikenal sebagai pemimpin Pondok Pesantren  Darul Musthafa, Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Ibnu Syekh  Abu Bakar bin Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Al-Kisah No. 04 / Tahun V / 12-25 Februari 2007 &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-2138292676141341481?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/2138292676141341481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/manaqib-al-maghfurlah-al-habib-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2138292676141341481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2138292676141341481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/manaqib-al-maghfurlah-al-habib-muhammad.html' title='Manaqib Al Maghfurlah Al Habib Muhammad bin Salim bin Hafiz'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-14Wv83RAaxQ/Tg0EC5pEjQI/AAAAAAAAAMg/yn_FeiL5MSs/s72-c/Al-Habib-Muhammad-bin-Salim-bin-Hafidz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-3965866569895905687</id><published>2011-08-24T07:26:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T07:26:42.273-07:00</updated><title type='text'>Muhammad Taha Al junayd - QS Yasin ayat 1-12</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/lwLLxTpjk9I/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/lwLLxTpjk9I&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/lwLLxTpjk9I&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.  Yaa Siin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Wal Qur’anil hakiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Innaka laminal mursaliin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  ‘Ala siratim mustaqim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Tanzilal ‘azizir rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Li tunzira qaumam ma unzira aba-uhum fa hum ghafilun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Laqad haqqal qaulu ala aksarihim fa hum yu’minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Inna Ja’alna fi a naqihim aglalan fa hiya ilal azqani fa hum muqmahum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Wa ja ‘alna mim baini aidihim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaina hum fa hum yubsiruun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wa sawa’un alaihim a anzartahum am lam tunzirhum la yu’minun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Innama tunziru maittaba az zikra wa khasyiyar-rahmana bil-ghaib, fa basysyirhu bi magfiratiw wa ajrin kariim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Inna nahnu nuhyil-mauta wa naktubu ma qaddamu wa asarahum, wa kulla syai’in ahsainahu fi imamim mibun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-3965866569895905687?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/3965866569895905687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/muhammad-taha-al-junayd-qs-yasin-ayat-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3965866569895905687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3965866569895905687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/muhammad-taha-al-junayd-qs-yasin-ayat-1.html' title='Muhammad Taha Al junayd - QS Yasin ayat 1-12'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-554332326967207923</id><published>2011-08-24T07:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T07:15:47.707-07:00</updated><title type='text'>Hari Terbaik Untuk Berbekam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="http://doyanduit.files.wordpress.com/2010/05/buku-bekam1.jpg?w=166&amp;amp;h=252" class="alignleft" height="320" src="http://doyanduit.files.wordpress.com/2010/05/buku-bekam1.jpg?w=166&amp;amp;h=252" width="209" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamua’alaikum,  afwan ustadz ana mau tanya, apa ada hari tertentu yang baik untuk  berbekam?&amp;nbsp;Wa’alaikumussalam, seputar hal tersebut Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- telah menjelaskan dalam sabda beliau:&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;اَلْحِجَامَةُ عَلَى الرِّيْقِ أَمْثَلُ، وَهِيَ تَزِيْدُ فِي  الْعَقْلِ، وَتَزِيْدُ فِي الْحِفْظِ، وَتَزِيْدُ الْحَافِظَ حِفْظًا،  فَمَنْ كَانَ مُحْتَجِمًا فَيَوْمَ الْخَمِيْسِ عَلَى اسْمِ اللَّهِ،  وَاجْتَنِبُوْا الْحِجَامَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ السَّبْتِ  وَيَوْمَ الأَحَدِ، وَاحْتَجِمُوْا يَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَالثُّلاَثَاءِ،  وَاجْتَنِبُوْا الْحِجَامَةَ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ، فَإِنَّهُ الْيَوْمُ  الَّذِي أُصِيْبَ فِيهِ أَيُّوْبُ بِالْبَلاَءِ، وَمَا يَبْدُوْ جُذَامٌ  وَلاَ بَرَصٌ إِلاَّ فِي يَوْمِ الأَرْبِعَاءِ أَوْ لَيْلَةِ الأَرْبِعَاءِ&lt;/h3&gt;&lt;span id="more-12737"&gt;&lt;/span&gt;Berbekam bagi orang yang belum makan  akan lebih bermanfaat, dan bekam dapat menambah kecerdasan, membantu  untuk hafalan dan dapat menambah kuatnya halafan orang yang memiliki  hafalan. Maka barang siapa yang akan berbekam hendaklah pada hari kamis  dengan menyebut nama Allah. Jauhilah berbekam pada hari jum’at, sabtu  dan ahad. Berbekamlah pada hari senin dan selasa. Jauhilah juga berbekam  pada hari rabu, karena pada hari itu Nabi Ayyub alaihissalam mendapat  cobaan. Dan tidaklah penyakit lepra dan kusta itu muncul melainkan pada  hari atau malam rabu. (Lihat Shahih Sunan Ibn Majah karya Syaikh  al-Albani, jilid 2, hlm. 261)&lt;br /&gt;Beliau -shollallahu alaihi wa sallam- juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;إِنَّ خَيْرَ مَا تَحْتَجِمُوْنَ فِيْهِ يَوْمُ سَبْعَ عَشْرَةَ وَيَوْمُ تِسْعَ عَشْرَةَ وَيَوْمُ إِحْدَى وَعِشْرُوْنَ&lt;/h3&gt;Sesungguhnya sebaik-baik hari kalian berbekam adalah pada hari ke  tujuh belas, ke sembilan belas dan ke dua puluh satu. (Lihat Shahih  Sunan at-Tirmidzi karya Syaikh al-Albani, jilid 2, hlm. 204)&lt;br /&gt;Dari dua hadits mulia di atas dapat kita simpulkan:&lt;br /&gt;1. Perintah berbekam pada hari senin, selasa dan kamis.&lt;br /&gt;2. Hari/tanggal terbaik untuk berbekam adalah pada hari ke 17, 19 dan 21 dengan perhitungan kalender hijriyah.&lt;br /&gt;3. Larangan berbekam pada hari atau malam rabu, hari jum’at, sabtu dan ahad.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang berbekam, kami sarankan  untuk merujuk kitab Manhaj as-Salamah fi ma Waroda fi al-Hijamah, karya  Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr, salah satu murid Syaikh al-Albani  dari Yordania. Dan alhamdulillah buku tersebut telah diterjemahkan ke  dalam bahasa indonesia oleh salah satu penerbit di Jakarta. Wa billahi  at-taufiq.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-554332326967207923?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/554332326967207923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/hari-terbaik-untuk-berbekam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/554332326967207923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/554332326967207923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/hari-terbaik-untuk-berbekam.html' title='Hari Terbaik Untuk Berbekam'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-2751796876180147247</id><published>2011-08-23T07:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T07:53:54.972-07:00</updated><title type='text'>Senyum Ikhlas Penyejuk Hati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/9a1s-YjCacA/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9a1s-YjCacA&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/9a1s-YjCacA&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-2751796876180147247?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/2751796876180147247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/senyum-ikhlas-penyejuk-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2751796876180147247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2751796876180147247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/senyum-ikhlas-penyejuk-hati.html' title='Senyum Ikhlas Penyejuk Hati'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-705114457379892063</id><published>2011-08-23T07:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T07:23:43.556-07:00</updated><title type='text'>cleopatra stratan noapte buna</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/IYI8L3aDhtA/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/IYI8L3aDhtA&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/IYI8L3aDhtA&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Cum se lasa noaptea-n casa&lt;br /&gt;Somnul vine la copii&lt;br /&gt;Sa ne spuna noapte buna&lt;br /&gt;Si povesti la jucarii&lt;br /&gt;In casuta lor micuta&lt;br /&gt;Stau piticii neclintiti&lt;br /&gt;Unde zana ii da mana&lt;br /&gt;Printului si toti sunt fericiti…&lt;br /&gt;Printului si toti sunt fericiti…&lt;br /&gt;Printului si toti sunt fericiti…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Iar din ceruri ii cununa&lt;br /&gt;Luna plina de mister&lt;br /&gt;Unde stele se aduna&lt;br /&gt;Fara numar sus pe cer&lt;br /&gt;In hainuta-i de vapaie&lt;br /&gt;Si frumoasa ca un vis&lt;br /&gt;Ne patrunde in odaie&lt;br /&gt;Chiar de geamul nu mai e deschis…&lt;br /&gt;Chiar de geamul nu mai e deschis…&lt;br /&gt;Chiar de geamul nu mai e deschis…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Iar dimneata prinde viata&lt;br /&gt;A povestilor eroi&lt;br /&gt;Sta in soapta si ne-asteapta&lt;br /&gt;Sa se joace, iar cu noi&lt;br /&gt;Fiecare jucarie&lt;br /&gt;Universul ei intreg&lt;br /&gt;Are suflet si e vie&lt;br /&gt;Numai cei maturi nu inteleg…&lt;br /&gt;Numai cei maturi nu inteleg…&lt;br /&gt;Numai cei maturi nu inteleg…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-705114457379892063?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/705114457379892063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/cleopatra-stratan-noapte-buna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/705114457379892063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/705114457379892063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/cleopatra-stratan-noapte-buna.html' title='cleopatra stratan noapte buna'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-4304577466420776387</id><published>2011-08-22T00:22:00.001-07:00</published><updated>2011-08-22T00:22:30.818-07:00</updated><title type='text'>Seorang Muslim Yang Baik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa			&lt;/span&gt; 			&amp;nbsp;&amp;nbsp; 			&lt;/td&gt; 		&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; 				&lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt; 				Sunday, 21 August 2011				&lt;/td&gt; 			&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; 							&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;			 							&lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : &lt;br /&gt;الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِه، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ 						&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;		(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah saw : “Orang muslim yg baik adalah yg muslim  lainnya aman dari ganguan ucapannya dan tangannya, dan oeang y Hijrah  (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yg meninggalkan apa apayg dilarang  Allah’  							       ((Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  &lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009d.jpg" title="Image" width="170" /&gt; &lt;br /&gt;بسم  الله الرحمن الرحيم حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ  قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ  رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ،  وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَاجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ (صحيح البخاري) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Hadits ini memiliki makna yang sangat luas, diantaranya bahwa seorang  muslim yang sejati adalah muslim yang mana orang-orang muslim lainnya  selamat dari perbuatan lidah dan tangannya. Dimana kejahatan lidah  (mulut) tidak hanya terbatas dengan umpatan atau cacian, namun kejahatan  lidah bisa juga dengan mengadudomba, memfitnah dan lainnya. Begitu pula  kejahatan tangan tidaklah hanya terbatas dengan pukulan namun bisa juga  disebabkan karena jabatan, kekuasaan, kekuatan, atau harta. Maka  seorang muslim yang baik adalah seorang muslim yang ketika orang muslim  lainnya selamat dari perbuatan (kejahatan) lidah dan tangannya, ia tidak  mencelakai muslim yang lain dengan lidah atau tangannya. Akan tetapi  makna yang lebih agung dari hadits ini, sebagaimana yang telah  dijelaskan oleh guru mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin  Hafizh, bahwa seorang muslim yang baik adalah ketika orang muslim yang  lain selamat karena lidah dan tangannya. Mungkin lidahnya (ucapan) yang  berupa nasihat membuat orang lain selamat dari perbuatan jahat atau  semisalnya , mungkin tangannya (perbuatannya) membuat orang lain selamat  dari kejahatan atau musibah, seperti contoh ketika seseorang melihat  orang faqir yang kesusahan kemudian ia mengumpulkan dana dari  teman-temanya untuk membantu orang tersebut karena khawatir jika ia  dibantu oleh orang lain yang memiliki kekuasaan atau kekuatan ia akan  menghamba kepada orang yang membantu tersebut. Maka seorang muslim yang  seperti ini adalah muslim yang sejati dimana telah menyelamatkan muslim  lainnya dengan ucapan dan perbuatannya. Dan tidak ada yang lebih selamat  di dunia dan di akhirah lebih dari sang pembawa keselamatan, sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan tidak satu pun makhluk  yang dicipta Allah di segala penjuru barat dan timur dari golongan  malaikat, jin atau manusia akan selamat jika bukan karena makhluk yang  dicipta Allah yang mendapatkan bagian dari rahmat Allah, dan rahmat itu  adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana  firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(الأنبياء : 107 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam”. (QS.Al Anbiyaa: 107) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berpeganglah erat pada rahmat itu, rangkullah  keindahan cinta kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.  Semakin kita dekat kepada Allah subhanahu wata’ala dengan kedekatan yang  sebenarnya, maka kita pun akan semakin dekat dan cinta kepada nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan seluruh makhluk di alam  semesta ini tunduk kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam  dengan izin Allah subhanahu wata’ala. Dahulu di zaman Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasalam, suatu ketika seorang baduwi lewat dihadapan  Rasulullah kemudian beliau bertanya: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai fulan, hendak kemanakah engkau?” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      dia menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “pergi untuk bersilaturrahmi ke rumah si fulan”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka Rasulullah shallallalhu ‘alaihi wasallam berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Maukah engkau kuberi sesuatu yang lebih berharga daripada hal itu?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     orang baduwi itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “apa itu?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَإِنِّي مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku adalah Muhammad utusan Allah” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemudian orang baduwi itu bertanya : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “apa yang akan aku dapatkan jika aku mengucapkannya, dan apa yang bisa membuktikan bahwa kalimat itu benar?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;  “lihatlah pohon yang sangat besar itu, hampirilah pohon itu dan katakan  padanya : “wahai pohon! Engkau dipanggil oleh Muhammad”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Orang baduwi itu pun merasa ragu untuk menjalankan perintah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam karena dia menganggap hal yang mustahil  terjadi, namun akhirnya ia melaksanakannya dan berkata kepada Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Aku akan panggil pohon itu, namun jika pohon itu tidak mengikuti perintahmu maka akan kutebas lehermu”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “baik, lakukanlah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Maka orang baduwi itu berjalan menuju pohon besar itu, dan ketika samapi didepan pohon itu ia berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai pohon! engkau dipanggil oleh Muhammad”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka dalam sekejap pohon itu pun mulai menarik akar-akarnya  sehingga seluruh akarnya keluar dari dalam bumi lalu berjalan menuju  kehadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan pohon itu berkata :  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Salam sejahtera atasmu wahai nabi serta rahmat dan keberkahan-Nya” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian tersebut, orang baduwi itu terpaku antara sadar dan  tidak karena telah melihat pohon yang sangat besar menyeret  akar-akarnaya dari dalam bumi kemudian berjalan menghadap Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mengucapkan salam kepada beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka orang baduwi itu hendak menguji  Rasulullah lagi dengan meminta beliau shallallahu ‘alaihi wasallam agar  memerintah pohon itu untuk kembali pada tempatnya, si baduwi itu mengira  jika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya mampu memanggilnya saja,  lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memenuhi permintaan baduwi  itu dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai pohon! kembalilah engkau ke tempatmu!”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka pohon itu pun menyeret semua akar-akarnya dan kembali ke  tempatnya, seakan telah dibantu oleh bumi untuk kembali ke tempat  asalnya. Kemudian orang baduwi itu berkata : &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal yang seperti adalah hal yang sangat mudah bagi sang nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana dalam peperangan Uhud ketika  ada seorang sahabat yang terpotong tangannya oleh kaum musyrikin, maka  ia datang kepada Rasulullah dengan membawa potongan tangannya dan  berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Rasulullah tanganku terpotong oleh kaum musyrikin”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka Rasulullah pun mengambil potongan tangan sahabat tersebut  kemudian mengembalikannya pada semula sehingga sahabat tersebut dapat  kembali berperang. Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  mendatangi salah seorang sahabat yang berusia 40 tahun, lalu ia berkata :  &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Rasulullah, doakanlah wajahku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     lantas Rasulullah mengusap wajahnya dan berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Allah perindahlah wajahnya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       akhirnya sahabat itu wafat dalam usia 80 tahun namun wajahnya  seperti wajah anak berusia 15 tahun, hal-hal yang seperti itu merupakan  mu’jizat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Dahulu sayyidina Hassan bin Tsabit sering memuji nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam dengan syair-syairnya dan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah marah atas pujian-pujian  tersebut. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah dan tidak  menyukai pujian-pujian yang diucapkan oleh orang-orang munafik, sehingga  di zaman sekarang hal ini digunakan sebagai dasar bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka dipuji, padahal hal itu adalah  dalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka dipuji  oleh orang munafik, mengapa? karena mereka (orang-orang munafik) hanya  sekedar suka memuji beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa mengikuti  beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, dimana ketika ada peperangan mereka  para kaum munafik tidak mau ikut serta dengan Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam dan pengikutnya, bahkan mereka para kaum munafik  menginginkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat dalam  peperangan tersebut sehingga tidak kembali lagi, dan mereka memuji  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah agar aman dan selamat  dari pedang sayyidina Umar bin Khattab dan para pembesar kaum muslimin  yang lainnya, maka hal itulah yang tidak disukai oleh Rasulullah karena  pujian dan cinta mereka tidaklah sebenarnya. &lt;br /&gt;Terdapat dalam riwayat Shahih Al Bukhari, ketika sayyidina Hassan bin  Tsabit membaca qasidah/nasyidah didepan kubah Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam di masjid An Nabawi, maka ketika itu datanglah  sayyidina Umar bin Khattab RA dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Hassan bin Tsabit, tidak adakah tempat lain untuk engkau membaca qasidah selain di tempat ini?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka sayyidina Hassan berkata: “Dahulu aku telah membaca qasidah  di tempat ini dan ketika itu ada orang yang lebih mulia daripada engkau  (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) kemudian beliau shallallahu  ‘alaihi wasallam mendoakanku dengan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga bibirmu”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     yang disaat itu ada Abu Hurairah ada bersama mereka ditanya oleh sayyidina Umar bin Khattab Ra : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Benarkah demikian wahai Abu Hurairah?” ,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka Abu Hurairah menjawab dan membenarkan hal itu.&lt;br /&gt;Dan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat pun masih  banyak orang yang membaca qasidah di makam Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam hingga abad ke-18 ini, jangankan membaca qasidah di  makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke makam beliau  pun dilarang. &lt;br /&gt;Dahulu di masa seorang penyair hebat dan sangat terkenal yaitu syaikh  Farazdaq dimana beliau selalu asyik memuji Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam, beliau mempunyai kebiasaan melakukan ibadah haji  setiap tahunnya. Suatu waktu ketika beliau melakukan ibadah haji  kemudian datang berziarah ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam dan membaca qasidah di makam beliau shallallahu ‘alaihi  wasallam,dan ketika itu ada seseorang yang mendengarkan qasidah pujian  yang dilantunkannya, setelah selesai membaca qasidah orang itu menemui  syaikh Farazdaq dan mengajak beliau untuk makan siang ke rumahnya,  beliau pun menerima ajakan orang tersebut dan setelah berjalan jauh  hingga keluar dari Madinah Al Munawwarah hingga sampai di rumah orang  tersebut, sesampainya di dalam rumah orang tersebut memegangi syaikh  Farazdaq dan berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “sungguh aku sangat membenci orang-orang yang memuji-muji Muhammad, dan kubawa engkau kesini untuk kugunting lidahmu”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     maka orang itu menarik lidah beliau lalu mengguntingnya dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “ambillah potongan lidahmu ini, dan pergilah untuk kembali memuji Muhammad”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       maka Farazdaq pun menangis karena rasa sakit dan juga sedih tidak  bisa lagi membaca syair untuk sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam. Kemudian beliau datang ke makam  Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam dan berdoa : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Allah jika shahib makam ini  tidak suka atas pujian-pujian yang aku lantunkan untuknya, maka biarkan  aku tidak lagi bisa berbicara seumur hidupku, karena aku tidak butuh  kepada lidah ini kecuali hanya untuk memuji-Mu dan memuji nabi-Mu, namun  jika Engkau dan nabi-Mu ridha maka kembalikanlah lidahku ini ke mulutku  seperti semula”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     beliau terus menangis hingga tertidur dan bermimpi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “aku senang mendengar pujian-pujianmu, berikanlah potongan lidahmu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil potongan  lidah itu dan mengembalikannya pada posisinya semula, dan ketika syaikh  Farazdaq terbangun dari tidurnya beliau mendapati lidahnya telah kembali  seperti semula, maka beliaupun bertambah dahsyat memuji Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam. Hingga di tahun selanjutnya beliau datang  lagi menziarahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kembali  membaca pujian-pujian untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan  di saat itu datanglah seorang yang masih muda dan gagah serta berwajah  cerah menemui beliau dan mengajak beliau untuk makan siang di rumahnya,  beliau teringat kejadian tahun yang lalu namun beliau tetap menerima  ajakan tersebut sehingga beliau dibawa ke rumah anak muda itu, dan  sesampainya di rumah anak muda itu beliau dapati rumah itu adalah rumah  yang dulu beliau datangi lalu lidah beliau dipotong, anak muda itu pun  meminta beliau untuk masuk yang akhirnya beliau pun masuk ke dalam rumah  itu hingga mendapati sebuah kurungan besar terbuat dari besi dan di  dalamnya ada kera yang sangat besar dan terlihat sangat beringas, maka  anak muda itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “engkau lihat kera besar yang di dalam  kandang itu, dia adalah ayahku yang dulu telah menggunting lidahmu, maka  keesokan harinya Allah merubahnya menjadi seekor kera”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Dan hal yang seperti ini telah terjadi pada ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;( الأعراف :166 )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang  dilarang, Kami katakan kepada : “mereka jadilah kalian kera yang hina”. (  QS. Al A’raf : 166 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak muda itu berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt; “jika ayahku tidak bisa sembuh maka lebih baik Allah matikan saja”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka syaikh Farazdaq berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Allah aku telah memaafkan orang itu dan tidak ada lagi dendam dan rasa benci kepadanya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      dan seketika itu pun Allah subhanahu wata’ala mematikan kera itu dan mengembalikannya pada wujud yang semula.&lt;br /&gt;Dari kejadian ini jelaslah bahwa sungguh Allah subhanahu wata’ala  mencintai orang-orang yang suka memuji nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam, karena pujian kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam disebabkan oleh cinta dan banyak memuji kepada nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam berarti pula banyak mencintai beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan semakin banyak orang yang berdzikir,  bershalawat dan memuji nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalla, maka  Allah akan semakin menjauhkan kita, wilayah kita dan wilayah-wilayah  sekitar dari musibah dan digantikan dengan curahan rahmat dan anugerah  dari Allah subhanahu wata’ala. &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-4304577466420776387?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/4304577466420776387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/seorang-muslim-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4304577466420776387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4304577466420776387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/seorang-muslim-yang-baik.html' title='Seorang Muslim Yang Baik'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-7618051492570188966</id><published>2011-08-21T00:35:00.001-07:00</published><updated>2011-08-21T00:35:25.054-07:00</updated><title type='text'>KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA.KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA.KENAPA  KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA…oleh Al-Asyairah  Al-Syafii pada pada 07hb Februari 2011 pukul 4.22 ptg&lt;br /&gt;SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI&lt;br /&gt;Siapakah orang yang pertama menyambut maulid Nabi???&lt;br /&gt;Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh raja Irbil  (wilayah Iraq sekarang), bernama Muzhaffaruddin al-Kaukabri, pada awal  abad ke 7 hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:&lt;br /&gt;“Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan maulid Nabi pada bulan  Rabi’ul Awwal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah  seorang yang berani, pahlawan,` alim dan seorang yang adil -semoga Allah  merahmatinya-”.&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn al-Jauzi bahawa dalam peringatan  tersebut Sultan al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh  para ulama’ dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama’ dalam bidang ilmu  fiqh, ulama’ hadits, ulama’ dalam bidang ilmu kalam, ulama’ usul, para  ahli tasawwuf dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan  mawlid Nabi beliau telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing  dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam  perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama’ saat itu membenarkan  dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan al-Muzhaffar tersebut.  Mereka semua berpandang dan menganggap baik perayaan maulid Nabi yang  dibuat untuk pertama kalinya itu.&lt;br /&gt;Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat al-A`yan menceritakan bahawa  al-Imam al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Moroco menuju Syam dan  seterusnya ke menuju Iraq, ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604  Hijrah, beliau mendapati Sultan al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat  besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh kerana itu,  al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi  yang diberi judul “al-Tanwir Fi Maulid al-Basyir an-Nadzir”. Karya ini  kemudian beliau hadiahkan kepada Sultan al-Muzhaffar.&lt;br /&gt;Para ulama’, semenjak zaman Sultan al-Muzhaffar dan zaman selepasnya  hingga sampai sekarang ini menganggap bahawa perayaan maulid Nabi adalah  sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh al-Hadits telah  menyatakan demikian. Di antara mereka seperti al-Hafizh Ibn Dihyah (abad  7 H), al-Hafizh al-’Iraqi (W. 806 H), Al-Hafizh Ibn Hajar al-`Asqalani  (W. 852 H), al-Hafizh as-Suyuthi (W. 911 H), al-Hafizh aL-Sakhawi (W.  902 H), SyeIkh Ibn Hajar al-Haitami (W. 974 H), al-Imam al-Nawawi (W.  676 H), al-Imam al-`Izz ibn `Abd al-Salam (W. 660 H), mantan mufti Mesir  iaitu Syeikh Muhammad Bakhit al-Muthi’i (W. 1354 H), Mantan Mufti  Beirut Lubnan iaitu Syeikh Mushthafa Naja (W. 1351 H) dan terdapat  banyak lagi para ulama’ besar yang lainnya. Bahkan al-Imam al-Suyuthi  menulis karya khusus tentang maulid yang berjudul “Husn al-Maqsid Fi  ‘Amal al-Maulid”. Karena itu perayaan maulid Nabi, yang biasa dirayakan  di bulan Rabi’ul Awwal menjadi tradisi ummat Islam di seluruh dunia,  dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.&lt;br /&gt;Hukum Peringatan Maulid Nabi &lt;br /&gt;Peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu`alaihi wasallam yang  dirayakan dengan membaca sebagian ayat-ayat al-Qur’an dan menyebutkan  sebagian sifat-sifat nabi yang mulia, ini adalah perkara yang penuh  dengan berkah dan kebaikan kebaikan yang agung. Tentu jika perayaan  tersebut terhindar dari bid`ah-bid`ah sayyi-ah yang dicela oleh syara’.  Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa perayaan Maulid Nabi mulai  dilakukan pada permulaan abad ke 7 Hijrah. Ini bererti perbuatan ini  tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam, para  sahabat dan generasi Salaf. Namun demikian tidak bererti hukum perayaan  Maulid Nabi dilarang atau sesuatu yang haram. Kerana segala sesuatu yang  tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam atau  tidak pernah dilakukan oleh para sahabatnya belum tentu bertentangan  dengan ajaran Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam sendiri. Para ulama’  menyatakan bahawa perayaan Maulid Nabi adalah sebahagian daripada  bid`ah hasanah (yang baik). Ertinya bahawa perayaan Maulid Nabi ini  merupakan perkara baru tetapi ia selari dengan al-Qur’an dan  hadith-hadith Nabi dan sama sekali tidak bertentangan dengan keduanya.&lt;br /&gt;Dalil-Dalil mengenai Peringatan Maulid Nabi &lt;br /&gt;Peringatan Maulid Nabi masuk dalam anjuran hadith nabi untuk membuat  sesuatu yang baru yang baik dan tidak menyalahi syari`at Islam.  Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;“مَنْ سَنَّ فيِ اْلإِسْـلاَمِ سُنَّةً حَسَنـَةً فَلَهُ أَجْرُهَا  وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ  أُجُوْرِهِمْ شَىْءٌ”. (رواه مسلم في صحيحه)”. &lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Barang siapa yang melakukan (merintis) dalam Islam sesuatu perkara  yang baik maka ia akan mendapatkan pahala daripada perbuatan baiknya  tersebut, dan ia juga mendapatkan pahala dari orang yang mengikutinya  selepasnya, tanpa dikurangkan pahala mereka sedikitpun”. &lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya).&lt;br /&gt;Faedah daripada Hadith tersebut: &lt;br /&gt;Hadith ini memberikan kelonggaran kepada ulama’ ummat Nabi Muhammad  sallallahu`alaihi wasallam untuk melakukan perkara-perkara baru yang  baik dan tidak bertentangan dengan al-Qur’an, al-Sunnah, Athar  (peninggalan) mahupun Ijma` ulama’. Peringatan maulid Nabi adalah  perkara baru yang baik dan sama sekali tidak menyalahi satu-pun di  antara dalil-dalil tersebut. Dengan demikian bererti hukumnya boleh,  bahkan salah satu jalan untuk mendapatkan pahala. Jika ada orang yang  mengharamkan peringatan Maulid Nabi, bererti ia telah mempersempit  kelonggaran yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya untuk melakukan  perbuatan-perbuatan baik yang belum pernah ada pada zaman Nabi.&lt;br /&gt;2. Dalil-dalil tentang adanya Bid`ah Hasanah yang telah disebutkan dalam pembahasan mengenai Bid`ah.&lt;br /&gt;3. Hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dan al-Imam  Muslim di dalam kitab Shahih mereka. Diriwayatkan bahawa ketika  Rasulullah tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa  pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram). Rasulullah bertanya kepada mereka:  “Untuk apa mereka berpuasa?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari  ditenggelamkan Fir’aun dan diselamatkan Nabi Musa, dan kami berpuasa di  hari ini adalah karena bersyukur kepada Allah”. Kemudian Rasulullah  sallallahu`alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“أَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ”.&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (orang-orang Yahudi)”.&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat baginda untuk berpuasa.&lt;br /&gt;Faedah daripada Hadith tersebut: &lt;br /&gt;Pengajaran penting yang dapat diambil daripada hadith ini ialah  bahawa sangat dianjurkan untuk melakukan perbuatan bersyukur kepada  Allah pada hari-hari tertentu atas nikmat yang Allah berikan pada  hari-hari tersebut. Sama ada melakukan perbuatan bersyukur kerana  memperoleh nikmat atau kerana diselamatkan dari bahaya. Kemudian  perbuatan syukur tersebut diulang pada hari yang sama di setiap  tahunnya. Bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan melaksanakan  berbagai bentuk ibadah, seperti sujud syukur, berpuasa, sedekah, membaca  al-Qur’an dan sebagainya. Bukankah kelahiran Rasulullah  sallallahu`alaihi wasallam adalah nikmat yang paling besar bagi umat  ini?!&lt;br /&gt;Adakah nikmat yang lebih agung daripada dilahirkannya Rasulullah pada  bulan Rabi’ul Awwal ini?! Adakah nikmat dan kurniaan yang lebih agung  daripada pada kelahiran Rasulullah yang menyelamatkan kita dari jalan  kesesatan?! Demikian inilah yang telah dijelaskan oleh al-Hafizh Ibn  Hajar al-`Asqalani.&lt;br /&gt;4. Hadits riwayat al-Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya. Bahawa  Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam ketika ditanya mengapa beliau  puasa pada hari Isnin, beliau menjawab:&lt;br /&gt;“ذلِكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ”.&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan”.&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim)&lt;br /&gt;Faedah daripada Hadith tersebut: &lt;br /&gt;Hadith ini menunjukkan bahawa Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam  melakukan puasa pada hari Isnin kerana bersyukur kepada Allah, bahawa  pada hari itu baginda dilahirkan. Ini adalah isyarat daripada Rasulullah  sallallahu`alaihi wasallam, ertinya jika baginda berpuasa pada hari  isnin kerana bersyukur kepada Allah atas kelahiran baginda sendiri pada  hari itu, maka demikian pula bagi kita sudah selayaknya pada tanggal  kelahiran Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam tersebut untuk kita  melakukan perbuatan syukur, misalkan dengan membaca al-Qur’an, membaca  kisah kelahiran baginda, bersedekah, atau melakukan perbuatan baik dan  lainnya. Kemudian, oleh kerana puasa pada hari isnin diulangi setiap  minggunya, maka bererti peringatan maulid juga diulangi setiap tahunnya.  Dan kerana hari kelahiran Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam masih  diperselisihkan oleh para ulama’ mengenai tanggalnya, -bukan pada  harinya-, maka boleh sahaja jika dilakukan pada tanggal 12, 2, 8, atau  10 Rabi’ul Awwal atau pada tanggal lainnya. Bahkan tidak menjadi masalah  bila perayaan ini dilaksanakan dalam sebulan penuh sekalipun,  sebagaimana yang telah ditegaskan oleh al-Hafizh al-Sakhawi seperti yang  akan dinyatakan di bawah ini.&lt;br /&gt;Fatwa Beberapa Ulama’ Ahl al-Sunnah Wa al-Jama`ah: &lt;br /&gt;1. Fatwa al-Syaikh al-Islam Khatimah al-Huffazh Amir al-Mu’minin Fi  al-Hadith al-Imam Ahmad Ibn Hajar al-`Asqalani. Beliau menyatakan  seperti berikut:&lt;br /&gt;“أَصْلُ عَمَلِ الْمَوْلِدِ بِدْعَةٌ لَمْ تُنْقَلْ عَنِ السَّلَفِ  الصَّالِحِ مِنَ الْقُرُوْنِ الثَّلاَثَةِ، وَلكِنَّهَا مَعَ ذلِكَ قَدْ  اشْتَمَلَتْ عَلَى مَحَاسِنَ وَضِدِّهَا، فَمَنْ تَحَرَّى فِيْ عَمَلِهَا  الْمَحَاسِنَ وَتَجَنَّبَ ضِدَّهَا كَانَتْ بِدْعَةً حَسَنَةً”. وَقَالَ:  “وَقَدْ ظَهَرَ لِيْ تَخْرِيْجُهَا عَلَى أَصْلٍ ثَابِتٍ”.&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Asal peringatan maulid adalah bid`ah yang belum pernah dinukikanl  daripada (ulama’) al-Salaf al-Saleh yang hidup pada tiga abad pertama,  tetapi demikian peringatan maulid mengandungi kebaikan dan lawannya  (keburukan), jadi barangsiapa dalam peringatan maulid berusaha melakukan  hal-hal yang baik sahaja dan menjauhi lawannya (hal-hal yang buruk),  maka itu adalah bid`ah hasanah”. Al-Hafizh Ibn Hajar juga mengatakan:  “Dan telah nyata bagiku dasar pengambilan peringatan Maulid di atas  dalil yang thabit (Sahih)”.&lt;br /&gt;2. Fatwa al-Imam al-Hafizh al-Suyuthi. Beliau mengatakan di dalam  risalahnya “Husn al-Maqshid Fi ‘Amal al-Maulid”. Beliau menyatakan  seperti berikut:&lt;br /&gt;“عِنْدِيْ أَنَّ أَصْلَ عَمَلِ الْمَوِلِدِ الَّذِيْ هُوَ اجْتِمَاعُ  النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ القُرْءَانِ وَرِوَايَةُ  الأَخْبَارِ الْوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَإِ أَمْرِ النَّبِيِّ وَمَا وَقَعَ  فِيْ مَوْلِدِهِ مِنَ الآيَاتِ، ثُمَّ يُمَدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ  يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذلِكَ هُوَ  مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا  فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ وَإِظْهَارِ الْفَرَحِ  وَالاسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ. وَأَوَّلُ مَنْ أَحْدَثَ ذلِكَ  صَاحِبُ إِرْبِل الْمَلِكُ الْمُظَفَّرُ أَبُوْ سَعِيْدٍ كَوْكَبْرِيْ  بْنُ زَيْنِ الدِّيْنِ ابْنِ بُكْتُكِيْن أَحَدُ الْمُلُوْكِ الأَمْجَادِ  وَالْكُبَرَاءِ وَالأَجْوَادِ، وَكَانَ لَهُ آثاَرٌ حَسَنَةٌ وَهُوَ  الَّذِيْ عَمَّرَ الْجَامِعَ الْمُظَفَّرِيَّ بِسَفْحِ قَاسِيُوْنَ”. &lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Menurutku: pada dasarnya peringatan maulid, merupakan kumpulan  orang-orang beserta bacaan beberapa ayat al-Qur’an, meriwayatkan  hadith-hadith tentang permulaan sejarah Rasulullah dan tanda-tanda yang  mengiringi kelahirannya, kemudian disajikan hidangan lalu dimakan oleh  orang-orang tersebut dan kemudian mereka bubar setelahnya tanpa ada  tambahan-tambahan lain, adalah termasuk bid`ah hasanah (bid`ah yang  baik) yang melakukannya akan memperolehi pahala. Kerana perkara seperti  itu merupakan perbuatan mengagungkan tentang kedudukan Rasulullah dan  merupakan penampakkan (menzahirkan) akan rasa gembira dan suka cita  dengan kelahirannya (rasulullah) yang mulia. Orang yang pertama kali  melakukan peringatan maulid ini adalah pemerintah Irbil, Sultan  al-Muzhaffar Abu Sa`id Kaukabri Ibn Zainuddin Ibn Buktukin, salah  seorang raja yang mulia, agung dan dermawan. Beliau memiliki peninggalan  dan jasa-jasa yang baik, dan dialah yang membangun al-Jami`  al-Muzhaffari di lereng gunung Qasiyun”.&lt;br /&gt;3. Fatwa al-Imam al-Hafizh al-Sakhawi seperti disebutkan di dalam “al-Ajwibah al-Mardliyyah”, seperti berikut:&lt;br /&gt;“لَمْ يُنْقَلْ عَنْ أَحَدٍ مِنَ السَّلَفِ الصَّالِحِ فِيْ الْقُرُوْنِ  الثَّلاَثَةِ الْفَاضِلَةِ، وَإِنَّمَا حَدَثَ “بَعْدُ، ثُمَّ مَا زَالَ  أَهْـلُ الإِسْلاَمِ فِيْ سَائِرِ الأَقْطَارِ وَالْمُـدُنِ الْعِظَامِ  يَحْتَفِلُوْنَ فِيْ شَهْرِ مَوْلِدِهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ- يَعْمَلُوْنَ الْوَلاَئِمَ الْبَدِيْعَةَ  الْمُشْتَمِلَةَ عَلَى الأُمُوْرِ البَهِجَةِ الرَّفِيْعَةِ،  وَيَتَصَدَّقُوْنَ فِيْ لَيَالِيْهِ بِأَنْوَاعِ الصَّدَقَاتِ،  وَيُظْهِرُوْنَ السُّرُوْرَ، وَيَزِيْدُوْنَ فِيْ الْمَبَرَّاتِ، بَلْ  يَعْتَنُوْنَ بِقِرَاءَةِ مَوْلِدِهِ الْكَرِيْمِ، وَتَظْهَرُ عَلَيْهِمْ  مِنْ بَرَكَاتِهِ كُلُّ فَضْلٍ عَمِيْمٍ بِحَيْثُ كَانَ مِمَّا جُرِّبَ”.  ثُمَّ قَالَ: “قُلْتُ: كَانَ مَوْلِدُهُ الشَّرِيْفُ عَلَى الأَصَحِّ  لَيْلَةَ الإِثْنَيْنِ الثَّانِيَ عَشَرَ مِنْ شَهْرِ رَبِيْع الأَوَّلِ،  وَقِيْلَ: لِلَيْلَتَيْنِ خَلَتَا مِنْهُ، وَقِيْلَ: لِثَمَانٍ، وَقِيْلَ:  لِعَشْرٍ وَقِيْلَ غَيْرُ ذَلِكَ، وَحِيْنَئِذٍ فَلاَ بَأْسَ بِفِعْلِ  الْخَيْرِ فِيْ هذِهِ الأَيَّامِ وَاللَّيَالِيْ عَلَى حَسَبِ  الاسْتِطَاعَةِ بَلْ يَحْسُنُ فِيْ أَيَّامِ الشَّهْرِ كُلِّهَا  وَلَيَالِيْهِ”. &lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Peringatan Maulid Nabi belum pernah dilakukan oleh seorangpun  daripada kaum al-Salaf al-Saleh yang hidup pada tiga abad pertama yang  mulia, melainkan baru ada setelah itu di kemudian. Dan ummat Islam di  semua daerah dan kota-kota besar sentiasa mengadakan peringatan Maulid  Nabi pada bulan kelahiran Rasulullah. Mereka mengadakan jamuan-jamuan  makan yang luar biasa dan diisi dengan hal-hal yang menggembirakan dan  baik. Pada malam harinya, mereka mengeluarkan berbagai-bagai sedekah,  mereka menampakkan kegembiraan dan suka cita. Mereka melakukan  kebaikan-kebaikan lebih daripada kebiasaannya. Bahkan mereka berkumpul  dengan membaca buku-buku maulid. Dan nampaklah keberkahan Nabi dan  Maulid secara menyeluruh. Dan ini semua telah teruji”. Kemudian  al-Sakhawi berkata: “Aku Katakan: “Tanggal kelahiran Nabi menurut  pendapat yang paling sahih adalah malam Isnin, tanggal 12 bulan Rabi’ul  Awwal. Menurut pendapat lain malam tanggal 2, 8, 10 dan masih ada  pendapat-pendapat lain. Oleh kerananya tidak mengapa melakukan kebaikan  bila pun pada siang hari dan waktu malam ini sesuai dengan kesiapan yang  ada, bahkan baik jika dilakukan pada siang hari dan waktu malam bulan  Rabi’ul Awwal seluruhnya” .&lt;br /&gt;Jika kita membaca fatwa-fatwa para ulama’ terkemuka ini dan  merenungkannya dengan hati yang suci bersih, maka kita akan mengetahui  bahawa sebenarnya sikap “BENCI” yang timbul daripada sebahagian golongan  yang mengharamkan Maulid Nabi tidak lain hanya didasari kepada hawa  nafsu semata-mata. Orang-orang seperti itu sama sekali tidak  mempedulikan fatwa-fatwa para ulama’ yang saleh terdahulu. Di antara  pernyataan mereka yang sangat menghinakan ialah bahawa mereka seringkali  menyamakan peringatan maulid Nabi ini dengan perayaan hari Natal yang  dilakukan oleh orang-orang Nasrani. Bahkan salah seorang dari mereka,  kerana sangat benci terhadap perayaan Maulid Nabi ini, dengan tanpa malu  dan tanpa segan sama sekali berkata:&lt;br /&gt;“إِنَّ الذَّبِيْحَةَ الَّتِيْ تُذْبَحُ لإِطْعَامِ النَّاسِ فِيْ الْمَوْلِدِ أَحْرَمُ مِنَ الْخِنْزِيْرِ”.&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya binatang sembelihan yang disembelih untuk menjamu orang dalam peringatan maulid lebih haram dari daging babi”.&lt;br /&gt;Golongan yang anti maulid seperti WAHHABI menganggap bahawa perbuatan  bid`ah seperti menyambut Maulid Nabi ini adalah perbuatan yang  mendekati syirik (kekufuran). Dengan demikian, menurut mereka, lebih  besar dosanya daripada memakan daging babi yang hanya haram sahaja dan  tidak mengandungi unsur syirik (kekufuran).&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Na`uzu Billah… Sesungguhnya sangat kotor dan jahat perkataan orang  seperti ini. Bagaimana ia berani dan tidak mempunyai rasa malu sama  sekali mengatakan peringatan Maulid Nabi, yang telah dipersetujui oleh  para ulama’ dan orang-orang saleh dan telah dianggap sebagai perkara  baik oleh para ulama’-ulama’ ahli hadith dan lainnya, dengan perkataan  buruk seperti itu?!&lt;br /&gt;Orang seperti ini benar-benar tidak mengetahui kejahilan dirinya  sendiri. Apakah dia merasakan dia telah mencapai darjat seperti  al-Hafizh Ibn Hajar al-`Asqalani, al-Hafizh al-Suyuthi atau al-Hafizh  al-Sakhawi atau mereka merasa lebih `alim dari ulama’-ulama’ tersebut?!  Bagaimana ia membandingkan makan daging babi yang telah nyata dan tegas  hukumnya haram di dalam al-Qur’an, lalu ia samakan dengan peringatan  Maulid Nabi yang sama sekali tidak ada unsur pengharamannya dari nas-nas  syari’at agama?! Ini bererti, bahawa golongan seperti mereka yang  mengharamkan maulid ini tidak mengetahui Maratib al-Ahkam  (tingkatan-tingkatan hukum). Mereka tidak mengetahui mana yang haram dan  mana yang mubah (harus), mana yang haram dengan nas (dalil al-Qur’an)  dan mana yang haram dengan istinbath (mengeluarkan hukum). Tentunya  orang-orang ”BODOH” seperti ini sama sekali tidak layak untuk diikuti  dan dijadikan ikutan dalam mengamalkan agama ISLAM ini.&lt;br /&gt;Pembacaan Kitab-kitab Maulid &lt;br /&gt;Di antara rangkaian acara peringatan Maulid Nabi adalah membaca  kisah-kisah tentang kelahiran Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam.  Al-Hafizh al-Sakhawi menyatakan seperti berikut:&lt;br /&gt;“وَأَمَّا قِرَاءَةُ الْمَوْلِدِ فَيَنْبَغِيْ أَنْ يُقْتَصَرَ مِنْهُ  عَلَى مَا أَوْرَدَهُ أَئِمَّةُ الْحَدِيْثِ فِيْ تَصَانِيْفِهِمْ  الْمُخْتَصَّةِ بِهِ كَالْمَوْرِدِ الْهَنِيِّ لِلْعِرَاقِيِّ– وَقَدْ  حَدَّثْتُ بِهِ فِيْ الْمَحَلِّ الْمُشَارِ إِلَيْهِ بِمَكَّةَ-، وَغَيْرِ  الْمُخْتَصَّةِ بِهِ بَلْ ذُكِرَ ضِمْنًا كَدَلاَئِلِ النُّـبُوَّةِ  لِلْبَيْهَقِيِّ، وَقَدْ خُتِمَ عَلَيَّ بِالرَّوْضَةِ النَّـبَوِيَّةِ،  لأَنَّ أَكْثَرَ مَا بِأَيْدِيْ الْوُعَّاظِ مِنْهُ كَذِبٌ وَاخْتِلاَقٌ،  بَلْ لَمْ يَزَالُوْا يُوَلِّدُوْنَ فِيْهِ مَا هُوَ أَقْبَحُ وَأَسْمَجُ  مِمَّا لاَ تَحِلُّ رِوَايَتُهُ وَلاَ سَمَاعُهُ، بَلْ يَجِبُ عَلَى مَنْ  عَلِمَ بُطْلاَنُهُ إِنْكَارُهُ، وَالأَمْرُ بِتَرْكِ قِرَائِتِهِ، عَلَى  أَنَّهُ لاَ ضَرُوْرَةَ إِلَى سِيَاقِ ذِكْرِ الْمَوْلِدِ، بَلْ يُكْتَفَى  بِالتِّلاَوَةِ وَالإِطْعَامِ وَالصَّدَقَةِ، وَإِنْشَادِ شَىْءٍ مِنَ  الْمَدَائِحِ النَّـبَوِيَّةِ وَالزُّهْدِيَّةِ الْمُحَرِّكَةِ  لِلْقُلُوْبِ إِلَى فِعْلِ الْخَيْرِ وَالْعَمَلِ لِلآخِرَةِ وَاللهُ  يَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ”. &lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Adapun pembacaan kisah kelahiran Nabi maka sepatutnya yang dibaca  itu hanya yang disebutkan oleh para ulama’ ahli hadith di dalam  kitab-kitab mereka yang khusus menceritakan tentang kisah kelahiran  Nabi, seperti al-Maurid al-Haniyy karangan al-‘Iraqi (Aku juga telah  mengajarkan dan membacakannya di Makkah), atau tidak khusus -dengan  karya-karya tentang maulid saja- tetapi juga dengan menyebutkan  riwayat-riwayat yang mengandungi tentang kelahiran Nabi, seperti kitab  Dala-il al-Nubuwwah karangan al-Baihaqi. Kitab ini juga telah dibacakan  kepadaku hingga selesai di Raudhah Nabi. Kerana kebanyakan kisah maulid  yang ada di tangan para penceramah adalah riwayat-riwayat bohong dan  palsu, bahkan hingga kini mereka masih terus mengeluarkan  riwayat-riwayat dan kisah-kisah yang lebih buruk dan tidak layak  didengar, yang tidak boleh diriwayatkan dan didengarkan, justeru  sebaliknya orang yang mengetahui kebatilannya wajib mengingkari dan  melarangnya untuk dibaca. Padahal sebenarnya tidak boleh ada pembacaan  kisah-kisah maulid dalam peringatan maulid Nabi, melainkan cukup membaca  beberapa ayat al-Qur’an, memberi makan dan sedekah, didendangkan  bait-bait Mada-ih Nabawiyyah (pujian-pujian terhadap Nabi) dan  syair-syair yang mengajak kepada hidup zuhud (tidak loba kepada dunia),  mendorong hati untuk berbuat baik dan beramal untuk akhirat. Dan Allah  memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki”.&lt;br /&gt;Kesesatan fahaman WAHHABI yang Anti Maulid:&lt;br /&gt;Golongan yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi berkata: &lt;br /&gt;“Peringatan Maulid Nabi tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, juga  tidak pernah dilakukan oleh para sahabatnya. Seandainya hal itu  merupakan perkara baik nescaya mereka telah mendahului kita dalam  melakukannya”.&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Baik, Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam tidak melakukannya,  adakah baginda melarangnya? Perkara yang tidak dilakukan oleh Rasulullah  tidak semestinya menjadi sesuatu yang haram. Tetapi sesuatu yang haram  itu adalah sesuatu yang telah nyata dilarang dan diharamkan oleh  Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam. Disebabkan itu Allah ta`ala  berfirman:&lt;br /&gt;“وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا”. (الحشر: 7)&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Apa yang diberikan oleh Rasulullah kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”.&lt;br /&gt;(Surah al-Hasyr: 7)&lt;br /&gt;Dalam firman Allah ta`ala di atas disebutkan “Apa yang dilarang ole  Rasulullah atas kalian, maka tinggalkanlah”, tidak mengatakan “Apa yang  ditinggalkan oleh Rasulullah maka tinggalkanlah”. Ini Berertinya bahawa  perkara haram adalah sesuatu yang dilarang dan diharamkan oleh  Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam tetapi bukan sesuatu yang  ditinggalkannya. Sesuatu perkara itu tidak haram hukumnya hanya dengan  alasan tidak dilakukan oleh Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam.  Melainkan ia menjadi haram ketika ada dalil yang melarang dan  mengharamkannya.&lt;br /&gt;Lalu kita katakan kepada mereka:&lt;br /&gt;“Apakah untuk mengetahui bahawa sesuatu itu boleh (harus) atau  sunnah, harus ada nas daripada Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam  secara langsung yang khusus menjelaskannya?” &lt;br /&gt;Apakah untuk mengetahui boleh (harus) atau sunnahnya perkara maulid  harus ada nas khusus daripada Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam yang  menyatakan tentang maulid itu sendiri?! Bagaimana mungkin Rasulullah  menyatakan atau melakukan segala sesuatu secara khusus dalam umurnya  yang sangat singkat?! Bukankah jumlah nas-nas syari`at, baik ayat-ayat  al-Qur’an mahupun hadith-hadith nabi, itu semua terbatas, ertinya tidak  membicarakan setiap peristiwa, padahal peristiwa-peristiwa baru akan  terus muncul dan selalu bertambah?! Jika setiap perkara harus  dibicarakan oleh Rasulullah secara langsung, lalu dimanakah kedudukan  ijtihad (hukum yang dikeluarkan oleh mujtahid berpandukan al-Quran dan  al-Hadith) dan apakah fungsi ayat-ayat al-Quran atau hadith-hadith yang  memberikan pemahaman umum?! Misalnya firman Allah ta`ala:&lt;br /&gt;“وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ”. (الحج: 77)&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Dan lakukan kebaikan oleh kalian supaya kalian beruntung”.&lt;br /&gt;(Surah al-Hajj: 77)&lt;br /&gt;Adakah setiap bentuk kebaikan harus dikerjakan terlebih dahulu oleh  Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam supaya ia dihukumkan bahawa  kebaikan tersebut boleh dilakukan?! Tentunya tidak sedemikian. Dalam  masalah ini Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam hanya memberikan  kaedah-kaedah atau garis panduan sahaja. Kerana itulah dalam setiap  pernyataan Rasulullah terdapat apa yang disebutkan dengan Jawami`  al-Kalim ertinya bahawa dalam setiap ungkapan Rasulullah terdapat  kandungan makna yang sangat luas. Dalam sebuah hadith sahih, Rasulullah  sallallahu`alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“مَنْ سَنَّ فيِ اْلإِسْـلاَمِ سُنَّةً حَسَنـَةً فَلَهُ أَجْرُهَا  وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ  أُجُوْرِهِمْ شَىْءٌ”. (رواه الإمام مسلم في صحيحه)&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melakukan (merintis perkara baru) dalam Islam  sesuatu perkara yang baik maka ia akan mendapatkan pahala dari  perbuatannya tersebut dan pahala dari orang-orang yang mengikutinya  sesudah dia, tanpa berkurang pahala mereka sedikitpun”. &lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim di dalam Sahih-nya).&lt;br /&gt;Dan di dalam hadith sahih yang lainnya, Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ”. (رواه مسلم)&lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Barang siapa merintis sesuatu yang baru dalam agama kita ini yang bukan berasal darinya maka ia tertolak”.&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadith ini Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam menegaskan  bahawa sesuatu yang baru dan tertolak adalah sesuatu yang “bukan  daripada sebahagian syari`atnya”. Ertinya, sesuatu yang baru yang  tertolak adalah yang menyalahi syari`at Islam itu sendiri. Inilah yang  dimaksudkan dengan sabda Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam di dalam  hadith di atas: “Ma Laisa Minhu”. Kerana, seandainya semua perkara yang  belum pernah dilakukan oleh Rasulullah atau oleh para sahabatnya, maka  perkara tersebut pasti haram dan sesat dengan tanpa terkecuali, maka  Rasulullah tidak akan mengatakan “Ma Laisa Minhu”, tapi mungkin akan  berkata: “Man Ahdatsa Fi Amrina Hadza Syai`an Fa Huwa Mardud” (Siapapun  yang merintis perkara baru dalam agama kita ini, maka ia pasti  tertolak). Dan bila maknanya seperti ini maka bererti hal ini  bertentangan dengan hadith yang driwayatkan oleh al-Imam Muslim di atas  sebelumnya. Iaitu hadith: “Man Sanna Fi al-Islam Sunnatan Hasanatan….”.&lt;br /&gt;Padahal hadith yang diriwayatkan oleh al-Imam Muslim ini mengandungi  isyarat anjuran bagi kita untuk membuat sesuatu perkara yang baru, yang  baik, dan yang selari dengan syari`at Islam. Dengan demikian tidak semua  perkara yang baru itu adalah sesat dan ia tertolak. Namun setiap  perkara baru harus dicari hukumnya dengan melihat persesuaiannya dengan  dalil-dalil dan kaedah-kaedah syara`. Bila sesuai maka boleh dilakukan,  dan jika ia menyalahi, maka tentu ia tidak boleh dilakukan. Karena  itulah al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani menyatakan seperti berikut:&lt;br /&gt;“وَالتَّحْقِيْقُ أَنَّهَا إِنْ كَانَتْ مِمَّا تَنْدَرِجُ تَحْتَ  مُسْتَحْسَنٍ فِيْ الشَّرْعِ فَهِيَ حَسَنَةٌ، وَإِنْ كَانَتْ مِمَّا  تَنْدَرِجُ تَحْتَ مُسْتَقْبَحٍ فِيْ الشَّرْعِ فَهِيَ مُسْتَقْبَحَةٌ”. &lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Cara mengetahui bid’ah yang hasanah dan sayyi-ah (yang dicela)  menurut tahqiq (penelitian) para ulama’ adalah bahawa jika perkara baru  tersebut masuk dan tergolong kepada hal yang baik dalam syara` bererti  ia termasuk bid`ah hasanah, dan jika tergolong kepada hal yang buruk  dalam syara` maka berarti termasuk bid’ah yang buruk (yang dicela)”.&lt;br /&gt;Bolehkah dengan keagungan Islam dan kelonggaran kaedah-kaedahnya, jika dikatakan bahawa setiap perkara baharu itu adalah sesat?&lt;br /&gt;2. Golongan yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi biasanya  berkata: “Peringatan maulid itu sering dimasuki oleh perkara-perkara  haram dan maksiat”.&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Apakah kerana alasan tersebut lantas peringatan maulid menjadi haram  secara mutlak?! Pendekatannya, Apakah seseorang itu haram baginya untuk  masuk ke pasar, dengan alasan di pasar banyak yang sering melakukan  perbuatan haram, seperti membuka aurat, menggunjingkan orang, menipu dan  lain sebagainya?! Tentu tidak demikian. Maka demikian pula dengan  peringatan maulid, jika ada kesalahan-kesalahan atau perkara-perkara  haram dalam pelaksanaannya, maka kesalahan-kesalahan itulah yang harus  diperbaiki. Dan memperbaikinya tentu bukan dengan mengharamkan hukum  maulid itu sendiri. Kerana itulah al-Hafizh Ibn Hajar al-`Asqalani telah  menyatakan bahawa:&lt;br /&gt;“أَصْلُ عَمَلِ الْمَوْلِدِ بِدْعَةٌ لَمْ تُنْقَلْ عَنِ السَّلَفِ  الصَّالِحِ مِنَ الْقُرُوْنِ الثَّلاَثَةِ، وَلكِنَّهَا مَعَ ذلِكَ قَدْ  اشْتَمَلَتْ عَلَى مَحَاسِنَ وَضِدِّهَا، فَمَنْ تَحَرَّى فِيْ عَمَلِهَا  الْمَحَاسِنَ وَتَجَنَّبَ ضِدَّهَا كَانَتْ بِدْعَةً حَسَنَةً”. &lt;br /&gt;Ertinya:&lt;br /&gt;“Asal peringatan maulid adalah bid`ah yang belum pernah dinukil dari  kaum al-Salaf al-Saleh pada tiga abad pertama, tetapi meskipun demikian  peringatan maulid mengandungi kebaikan dan lawannya. Barangsiapa dalam  memperingati maulid serta berusaha melakukan hal-hal yang baik sahaja  dan menjauhi lawannya (hal-hal buruk yang diharamkan), maka itu adalah  bid`ah hasanah”.&lt;br /&gt;Kalangan yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi berkata: &lt;br /&gt;“Peringatan Maulid itu seringkali menghabiskan dana yang sangat  besar. Hal itu adalah perbuatan membazirkan. Mengapa tidak digunakan  sahaja untuk keperluan ummat yang lebih penting?”.&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Laa Hawla Walaa Quwwata Illa Billah… Perkara yang telah dianggap baik oleh para ulama’ disebutnya sebagai&lt;br /&gt;membazir?! Orang yang berbuat baik, bersedekah, ia anggap telah  melakukan perbuatan haram, yaitu perbuatan membazir?! Mengapa  orang-orang seperti ini selalu saja berprasangka buruk (suuzhzhann)  terhadap umat Islam?! Mengapa harus mencari-cari dalih untuk  mengharamkan perkara yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya?!  Mengapa mereka selalu sahaja beranggapan bahawa peringatan maulid tidak  ada unsur kebaikannya sama sekali untuk ummat ini?! Bukankah peringatan  Maulid Nabi mengingatkan kita kepada perjuangan Rasulullah  sallallahu`alaihi wasallam dalam berdakwah sehingga membangkitkan  semangat kita untuk berdakwah seperti yang telah dicontohkan baginda?!  Bukankah peringatan Maulid Nabi memupuk kecintaan kita kepada Rasulullah  sallallahu`alaihi wasallam dan menjadikan kita banyak berselawat kepada  baginda?! Sesungguhnya maslahat-maslahat besar seperti ini bagi orang  yang beriman tidak boleh diukur dengan harta.&lt;br /&gt;4. Golongan yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi sering berkata:&lt;br /&gt;“Peringatan Maulid itu pertama kali diadakan oleh Sultan Salahuddin  al-Ayyubi. Tujuan beliau saat itu adalah membangkitkan semangat ummat  untuk berjihad. Bererti orang yang melakukan peringatan maulid bukan  dengan tujuan itu, telah menyimpang dari tujuan awal maulid. Oleh  kerananya peringatan maulid tidak perlu”.&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Kenyataan seperti ini sangat pelik. Ahli sejarah mana yang mengatakan  bahawa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah  sultan Salahuddin al-Ayyubi. Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan,  Sibth Ibn al-Jauzi, Ibn Kathir, al-Hafizh al-Sakhawi, al-Hafizh  al-Suyuthi dan lainnya telah bersepakat menyatakan bahawa orang yang  pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan al-Muzhaffar,  bukan sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Orang yang mengatakan bahawa sultan  Salahuddin al-Ayyubi yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi telah  membuat “fitnah yang jahat” terhadap sejarah. Perkataan mereka bahawa  sultan Salahuddin membuat maulid untuk tujuan membangkitkan semangat  umat untuk berjihad dalam perang salib, maka jika diadakan bukan untuk  tujuan seperti ini bererti telah menyimpang, adalah perkataan yang sesat  lagi menyesatkan.&lt;br /&gt;Tujuan mereka yang berkata demikian adalah hendak mengharamkan  maulid, atau paling tidak hendak mengatakan tidak perlu menyambutnya.  Kita katakan kepada mereka: Apakah jika orang yang hendak berjuang harus  bergabung dengan bala tentara sultan Salahuddin? Apakah menurut mereka  yang berjuang untuk Islam hanya bala tentara sultan Salahuddin sahaja?  Dan apakah di dalam berjuang harus mengikuti cara dan strategi Sultan  Salahuddin sahaja, dan jika tidak, ia bererti tidak dipanggil berjuang  namanya?! Hal yang sangat menghairankan ialah kenapa bagi sebahagian  mereka yang mengharamkan maulid ini, dalam keadaan tertentu, atau untuk  kepentingan tertentu, kemudian mereka mengatakan maulid boleh,  istighatsah (meminta pertolongan) boleh, bahkan ikut-ikutan tawassul  (memohon doa agar didatangkan kebaikan), tetapi kemudiannya terhadap  orang lain, mereka mengharamkannya?! Hasbunallah.&lt;br /&gt;Para ahli sejarah yang telah kita sebutkan di atas, tidak ada  seorangpun daripada mereka yang mengisyaratkan bahawa tujuan maulid  adalah untuk membangkitkan semangat ummat untuk berjihad di dalam perang  di jalan Allah. Lalu dari manakah muncul pemikiran seperti ini?!&lt;br /&gt;Tidak lain dan tidak bukan, pemikiran tersebut hanya muncul daripada  hawa nafsu semata-mata. Benar, mereka selalu mencari-cari kesalahan  sekecil apapun untuk mengungkapkan “kebencian” dan “sinis” mereka  terhadap peringatan Maulid Nabi ini. Apa dasar mereka mengatakan bahawa  peringatan maulid baru boleh diadakan jika tujuannya membangkitkan  semangat untuk berjihad?! Apa dasar perkataan seperti ini?! Sama sekali  tidak ada. Al-Hafizh Ibn Hajar, al-Hafizh al-Suyuthi, al-Hafizh  al-Sakhawi dan para ulama’ lainnya yang telah menjelaskan tentang  kebolehan peringatan Maulid Nabi, sama sekali tidak mengaitkannya dengan  tujuan membangkitkan semangat untuk berjihad. Kemudian dalil-dalil yang  mereka kemukakan dalam masalah maulid tidak menyebut perihal jihad sama  sekali, bahkan mengisyaratkan saja tidak. Dari sini kita tahu betapa  rapuhnya dan tidak didasari perkataan mereka itu apabila berkaitan  dengan hukum, istinbath dan istidhal. Semoga Allah merahmati para ulama’  kita. Sesungguhnya mereka adalah cahaya penerang bagi umat ini dan  sebagai ikutan bagi kita semua menuju jalan yang diredhai Allah. Amin Ya  Rabb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-7618051492570188966?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/7618051492570188966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/kenapa-kita-menyambut-maulid-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7618051492570188966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7618051492570188966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/kenapa-kita-menyambut-maulid-nabi.html' title='KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA.KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-3253853078174583275</id><published>2011-08-21T00:32:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T00:32:07.314-07:00</updated><title type='text'>Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawwa</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; Cerita dari jamaah Majelis Rasulullah tentang Karomah Habib Munzir Al Musawwa&lt;br /&gt;Artikel dibawah ini awalnya, dari web pembaca blog saya. Kemudian si  pemilik web, mas yogo saptono memberikan sumber aslinya dari milist  MajelisRasulullah majelisrasulullah@yahoogroups.com. Artikel dibawah ini  merupakan postingan dalam milist tersebut yang dikirim oleh  pemudasuci@yahoo.com. Beberapa bagian saya potong untuk mempermudah  pembacaan. Selanjutnya tulisan dibawah ini merupakan isi postingan  dimilist tersebut.&lt;br /&gt;Ketika ada orang yg iseng bertanya padanya : wahai habib, bukankah  Rasul saw juga punya rumah walau sederhana??, beliau tertegun dan  menangis, beliau berkata : iya betul, tapikan Rasul saw juga tidak beli  tanah, beliau diberi tanah oleh kaum anshar, lalu bersama sama membangun  rumah.., saya takut dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yg masih  berumahkan koran di pinggir jalan dan di gusur gusur, sedangkan bumi  menyaksikan saya tenang tenang dirumah saya..&lt;br /&gt;pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid  alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb  munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung  menangis.. dan berkata : WAHAI MUHAMMAD…! (saw), maka Hb Munzir berkata :  saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata :  ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam…  lalu ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib  Abdulqadir almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan  Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum..  (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)&lt;br /&gt;lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta,  bahkan sampai ke pedalaman irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yg  sudah ratusan tahun belum dijamah para da’i, ratusan orang yg sudah  masuk islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul saw selalu hadir di  majelisnya,&lt;br /&gt;bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu mimpi Rasul saw, ia  sudah bai’at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa  melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di Majelis Hb  Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw..&lt;br /&gt;maka berkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah syeikh Futuh  ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar benar dicintai  oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan beliau hanya  menunduk malu..&lt;br /&gt;beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya. .&lt;br /&gt;bukan orang yg sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan gaibnya ke khalayak umum&lt;br /&gt;ketika orang ramai minta agar Hb Umar maulakhela didoakan karena  sakit, maka beliau tenagn tenang saja, dan berkata : Hb Nofel bin Jindan  yg akan wafat, dan Hb Umar Maulakhela masih panjang usianya.. benar  saja, keesokan harinya Hb Nofel bin Jindan wafat, dan Hb Umar maulakhela  sembuh dan keluar dari opname.., itu beberapa tahun yg lalu..&lt;br /&gt;ketika Hb Anis Alhabsyi solo sakit keras dan dalam keadaan kritis,  orang orang mendesak hb munzir untuk menyambangi dan mendoakan Hb Anis,  maka beliau berkata pd orang orang dekatnya, hb anis akan sembuh dan  keluar dari opname, Insya Allah kira kira masih sebulan lagi usia  beliau,..&lt;br /&gt;betul saja, Hb Anis sembuh, dan sebulan kemudian wafat..&lt;br /&gt;ketika gunung papandayan bergolak dan sudah dinaikkan posisinya dari  siaga 1 menjadi “awas”, maka Hb Munzir dg santai berangkat kesana,  sampai ke ujung kawah, berdoa, dan melemparkan jubahnya ke kawah, kawah  itu reda hingga kini dan kejadian itu adalah 7 tahun yg lalu (VCD nya  disimpan di markas dan dilarang disebarkan)&lt;br /&gt;demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yg terkenal  dg sihir dan dukun dukun jahatnya., maka selesai acara hb munzir malam  itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitya, ia berkata :  saya ingin jumpa dg tuan guru yg semalam buat maulid disini..!, semua  masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak  mau dekat dg ulama dan sangat ditakuti, ketika ditanya kenapa??, ia  berkata : saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap., lalu  subuh tadi saya lihat mereka (Jin jin khodam itu) sudah pakai baju putih  dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk  islam, dan jadi begini??, maka jin jin ku berkata : apakah juragan tidak  tahu?, semalam ada Kanjeng Rasulullah saw hadir di acara Hb Munzir,  kami masuk islam..!&lt;br /&gt;kejadian serupa di Beji Depok seorang dukun yg mempunyai dua ekor  macan jadi jadian yg menjaga rumahnya, malam itu Macan jejadiannya  hilang, ia mencarinya, ia menemukan kedua macan jadi2an itu sedang duduk  bersimpuh didepan pintu masjid mendengarkan ceramah hb munzir..&lt;br /&gt;demikian pula ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan Cirebon,  daerah yg terkenal ahli santet dan jago jago sihirnya, maka hb munzir  menepuk bahu muridnya dan berkata : MA’ANNABIY.. !, berangkatlah, Rasul  saw bersama kalian..&lt;br /&gt;maka saat mereka membaca maulid, tiba tiba terjadi angin ribut yg  mengguncang rumah itu dg dahsyat, lalu mereka mnta kepada Allah  perlindungan, dan teringat hb munzir dalam hatinya, tiba tiba angin  ribut reda, dan mereka semua mencium minyak wangi hb munzir yg seakan  lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola bola api diluar  rumah yg tak bisa masuk kerumah itu..&lt;br /&gt;ketika mereka pulang mereka cerita pd hb munzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu..&lt;br /&gt;demikian pula pedande pndande Bali, ketika Hb Munzir kunjung ke Bali,  maka berkata muslimin disana, habib, semua hotel penuh, kami tempatkan  hb ditempat yg dekat dengan kediaman Raja Leak (raja dukun leak) di  Bali, maka hb munzir senyum senyum saja, keesokan harinya Raja Leak itu  berkata : saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini  semalam..&lt;br /&gt;maaf kalo gue ceplas ceplos, cuma gue lebih senang guru yg mengajar  syariah namun tawadhu, tidak sesohor, sebagaimana Rasul saw yg  hakikatnya sangat berkuasa di alam, namun membiarkan musuh musuhnya  mencaci dan menghinanya, beliau tidak membuat mereka terpendam dibumi  atau ditindih gunung, bahkan mendoakan mereka,&lt;br /&gt;demikian pula ketika hb munzir dicaci maki dg sebutan Munzir ghulam  ahmad..!, karena ia tidak mau ikut demo anti ahmadiyah, beliau tetap  senyum dan bersabar, beliau memilih jalan damai dan membenahi ummat dg  kedamaian daripada kekerasan, dan beliau sudah memaafkan pencaci itu  sebelum orang itu minta maaf padanya, bahkan menginstruksikan agar  jamaahnya jangan ada yg mengganggu pencaci itu,&lt;br /&gt;kemarin beberapa minggu yg lalu di acara almakmur tebet hb munzir malah  duduk berdampingan dg si pencaci itu, ia tetap ramah dan sesekali  bercanda dg Da’i yg mencacinya sebagai murtad dan pengikut ahmadiyah..&lt;br /&gt;Sumber Mailing list Majelis Rasulullah pemudasuci@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-3253853078174583275?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/3253853078174583275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/cerita-karomah-habib-munzir-al-musawwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3253853078174583275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3253853078174583275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/cerita-karomah-habib-munzir-al-musawwa.html' title='Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawwa'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-2716246356085216166</id><published>2011-08-19T00:04:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T00:04:45.773-07:00</updated><title type='text'>Seikat Pelangi Selembut Bulumatamu</title><content type='html'>&lt;h2 class="judulpuisi"&gt;Karya: Huda M Elmatsani 	 	 	&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Genggam jemariku&lt;br /&gt;seikat pelangi ini untukmu&lt;br /&gt;baru kupotong dari langit rumput kelabu&lt;br /&gt;dengan sisa hujan&lt;br /&gt;masih&lt;br /&gt;menitik ke dalam kalbu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kenangan-kenangan kurangkum&lt;br /&gt;dalam tiap helainya&lt;br /&gt;kututup ujung baitnya dengan kuntum ungu.&lt;br /&gt;Berikutnya, kau pun tahu&lt;br /&gt;ku kagumi mentari&lt;br /&gt;yang bergelayut manja&lt;br /&gt;di lembut bulu matamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-2716246356085216166?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/2716246356085216166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/seikat-pelangi-selembut-bulumatamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2716246356085216166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/2716246356085216166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/seikat-pelangi-selembut-bulumatamu.html' title='Seikat Pelangi Selembut Bulumatamu'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-7525152492260857323</id><published>2011-08-17T08:05:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T08:05:48.718-07:00</updated><title type='text'>Cleopatra Stratan Zunea Zunea ENGLISH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/jFBdrPaJSlA/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/jFBdrPaJSlA&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/jFBdrPaJSlA&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;this is the best you understand !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-7525152492260857323?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/7525152492260857323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/cleopatra-stratan-zunea-zunea-english.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7525152492260857323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7525152492260857323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/cleopatra-stratan-zunea-zunea-english.html' title='Cleopatra Stratan Zunea Zunea ENGLISH'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-3994132892095227025</id><published>2011-08-17T07:59:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T07:59:24.036-07:00</updated><title type='text'>maher zain feat fadly insha-allah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://3.gvt0.com/vi/H4nai9HSIWM/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/H4nai9HSIWM&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/H4nai9HSIWM&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ketika&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;tak&amp;nbsp;sanggup&amp;nbsp;melangkah&lt;br /&gt;hilang&amp;nbsp;arah&amp;nbsp;dalam&amp;nbsp;kesendirian&lt;br /&gt;tiada&amp;nbsp;mentari&amp;nbsp;bagai&amp;nbsp;malam&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;kelam&lt;br /&gt;tiada&amp;nbsp;tempat&amp;nbsp;untuk&amp;nbsp;berlabuh&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;*courtesy&amp;nbsp;of&amp;nbsp;LirikLaguIndonesia.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bertahan&amp;nbsp;terus&amp;nbsp;berharap&lt;br /&gt;Allah&amp;nbsp;selalu&amp;nbsp;di&amp;nbsp;sisimu&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;reff:&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah,&amp;nbsp;Insya&amp;nbsp;Allah&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;ada&amp;nbsp;jalan&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah,&amp;nbsp;Insya&amp;nbsp;Allah&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;ada&amp;nbsp;jalan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;every&amp;nbsp;time&amp;nbsp;you&amp;nbsp;commit&amp;nbsp;one&amp;nbsp;more&amp;nbsp;mistake&lt;br /&gt;you&amp;nbsp;feel&amp;nbsp;you&amp;nbsp;can’t&amp;nbsp;repent&amp;nbsp;and&amp;nbsp;that&amp;nbsp;it’s&amp;nbsp;way&amp;nbsp;too&amp;nbsp;late&lt;br /&gt;you’re&amp;nbsp;so&amp;nbsp;confused&amp;nbsp;wrong&amp;nbsp;decisions&amp;nbsp;you&amp;nbsp;have&amp;nbsp;made&lt;br /&gt;haunt&amp;nbsp;your&amp;nbsp;mind&amp;nbsp;and&amp;nbsp;your&amp;nbsp;heart&amp;nbsp;is&amp;nbsp;full&amp;nbsp;of&amp;nbsp;shame&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;but&amp;nbsp;don’t&amp;nbsp;despair&amp;nbsp;and&amp;nbsp;never&amp;nbsp;lose&amp;nbsp;hope&lt;br /&gt;’cause&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;is&amp;nbsp;always&amp;nbsp;by&amp;nbsp;your&amp;nbsp;side&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;reff2:&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah,&amp;nbsp;Insya&amp;nbsp;Allah&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;you’ll&amp;nbsp;find&amp;nbsp;a&amp;nbsp;way&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah,&amp;nbsp;Insya&amp;nbsp;Allah&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;ada&amp;nbsp;jalan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;turn&amp;nbsp;to&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;He’s&amp;nbsp;never&amp;nbsp;far&amp;nbsp;away&lt;br /&gt;put&amp;nbsp;your&amp;nbsp;trust&amp;nbsp;in&amp;nbsp;Him,&amp;nbsp;raise&amp;nbsp;your&amp;nbsp;hands&amp;nbsp;and&amp;nbsp;pray&lt;br /&gt;oh&amp;nbsp;Ya&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;tuntun&amp;nbsp;langkahku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;jalanmu&lt;br /&gt;hanya&amp;nbsp;engkaulah&amp;nbsp;pelitaku&lt;br /&gt;tuntun&amp;nbsp;aku&amp;nbsp;di&amp;nbsp;jalanmu&amp;nbsp;selamanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;reff3:&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah,&amp;nbsp;Insya&amp;nbsp;Allah&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;we’ll&amp;nbsp;find&amp;nbsp;our&amp;nbsp;way&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah,&amp;nbsp;Insya&amp;nbsp;Allah&lt;br /&gt;Insya&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;we’ll&amp;nbsp;find&amp;nbsp;our&amp;nbsp;way&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;repeat&amp;nbsp;reff3&amp;nbsp;[until&amp;nbsp;fade]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;ins style="border: none; display: inline-table; height: 60px; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: 234px;"&gt;&lt;ins id="aswift_1_anchor" style="border: none; display: block; height: 60px; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: 234px;"&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-3994132892095227025?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/3994132892095227025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/maher-zain-feat-fadly-insha-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3994132892095227025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/3994132892095227025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/maher-zain-feat-fadly-insha-allah.html' title='maher zain feat fadly insha-allah'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-484475708108293711</id><published>2011-08-15T08:09:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T08:09:11.104-07:00</updated><title type='text'>Kedekatan Kepada Allah SWT di Hari Kiamat</title><content type='html'>&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa			&lt;/span&gt; 			&amp;nbsp;&amp;nbsp; 			&lt;/td&gt; 		&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; 				&lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt; 				Sunday, 14 August 2011				&lt;/td&gt; 			&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; 							&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;			 							&lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kita membaca hadits Rasululllah Saw dengan riwayat Nabi kita Muhammad Saw&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ&lt;br /&gt;سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ  فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلَيْكَ  يَوْمَ الْقِيَامَةِ   &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;	 (صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah ra, ia mendengar Nabi SAW berdoa : “Wahai  Allah, maka siapapun mukmin yang pernah kucela, maka jadikanlah hal itu  kedekatan padanya kehadirat Mu dihari kiamat”  (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ  عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ  هَذَااْلمَجْمَع وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ فِيْ هَذَا اْلجَمْعِ  اْلعَظِيْمِ   &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/habibana05.jpg" title="Image" width="170" /&gt;Limpahan  puji ke hadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Yang Maha Menerbitkan  hidayah di dalam sanubari hamba – hambaNya dari kegelapan, Yang Maha  Menerbitkan cahaya pengampunan muncul pada hamba – hambaNya, Yang Maha  Menerbitkan kekuasaan-Nya kepada hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya  menuju keridhoan, meninggalkan kehinaan, Maha Menerbitkan kebahagiaan  pada kehidupan hamba-Nya sepanjang waktu dan zaman, Maha Menguasai  kerajaan alam semesta mulai detil sel terkecil, partikel yang tidak  terlihat mata sampai  molekul terbesar dari seluruh makhluk Allah, dari  apa yang bisa dilihat dan yang tidak bisa dilihat baik itu yang dhohir  berupa para malaikat, para syaithan iblis dan semua hal – hal yang ghaib  dan tidak ada yang lebih ghaib dan tersembunyi selain Allah, Dialah  (Allah) Yang Maha Baik, yang tidak satu pun makhluk ghaib mengetahuinya,  tidak pernah dilihat oleh satu hamba pun kecuali Sayyidina Muhammad Saw  wabarak alaih wa ala alaih. &lt;br /&gt;Maka pahamlah kita dari hal ini bahwa makhluk yang paling mengetahui  hal yang ghaib adalah Nabi kita Muhammad Saw karena yang ghaib itu  banyak, ada malaikat, ada surga, ada alam – alam lainnya, ada alam yang  lautan diatasnya didalam dan dibawahnya, ada lautan yang dipinggirnya  adalah awan diatasnya adalah awan dan dibawahnya adalah awan. Ada masing  – masing bentuk – bentuk daripada sifat – sifat ciptaan Allah yang  ghaib, kesemua hal yang ghaib itu tidak pernah berjumpa dengan Yang Maha  Ghaib yaitu Allah Swt kecuali izin untuk satu makhluk yang bernama  Muhammad Saw. Maka izinpun sampai diminta, ketika diminta oleh  Nabiyallah Musa &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  رَبِّ أَرِنىِ أَنْظُرْ إِلَيْكَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( (الأعراف : ١٤٣ &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Allah beri kesempatan aku untuk melihat-Mu” (QS. Al A’Raaf : 143) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah Swt berfirman&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   قَالَ لَنْ تَرَنِى وَلَكِنِ انْظُرْ إِلىَ الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَا نَهُ ، فَسَوْفَ تَرَنِى    &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ((الأعراف : ١٤٣   &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“kamu sekali – kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke  bukit itu maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sediakala) niscaya  kamu dapat melihat-Ku. (QS. Al A’Raaf : 143)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sungguh engkau tidak akan sanggup melihat-Ku, kecuali ada gunung  didepanmu. Kau lihat kalau gunung itu tetap pada tempatnya maka kau akan  bisa melihat Aku (Allah).&lt;br /&gt;Maka Allah Swt berkata&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكّا وَخَرَّمُوْسَى صَعِقًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; (الأعراف : ١٤٣)  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Tatkala Tuhannya membuka sedikit tabir kewibawaan Nya kepada  gunung itu[565], jadilah gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh  pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci  Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama  beriman”. ( QS. Al A’Raaf : 143 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah berkata  &lt;b&gt;&lt;i&gt; satu  saja  tabir  yang menutup tabir itu  dibuka yaitu tabir yang menutup antara makhluk dengan Allah, satu tabir  dibuka maka gunung itu pun lebur  menjadi debu tidak tersisa sedikit  pun. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Dalam riwayat Imam At-Thabari bahwa gunung itu  membenamkan dirinya kedalam bumi dan tak berani muncul hinga kiamat.  Dari takutnya kepada satu singkapan terungkap dari Cahaya Kewibawaan  Allah. Hadirin – hadirat, 70 ribu tabir yg menutupi Alah dan makhluk  Nya, jika satu hijab itu dibuka hancurlah alam semesta, namun semua  tabir itu dibukz untuk Sayyidina Muhammad Saw. &lt;br /&gt;Sampailah kita di malam – malam luhur, malam – malam Nabi Saw sedang  dilanda keluhuran dan kemuliaan, ketika beliau selalu menutup keinginan  untuk menyendiri maka datanglah Jibril alaihi salam di Gua Hira seraya  berkata &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   اِقْرَأْبِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ ، خَلَقَ اْلإِ نْسٰنَ مِنْ عَلَقٍ اِقْرَأْوَرَ بُّكَ اْلأَ كْرَمُ ، اَلَّذِى عَلَّمَ بِاْلقَلَمِ ، عَلَّمَ اْلإِ نْسٰنَ مَالمَ ْيَعْلَمْ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  (العلق : ١-٥)   &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia  telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmulah  Yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalian. Dia  mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS. Al ‘Alaq : 1  – 5)  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman mengutus Jibril alaihi salam, maka berkata malaikat Jibril اِقْرَأْ &lt;b&gt;&lt;i&gt; “bacalah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka berkata Nabi Saw&lt;b&gt;&lt;i&gt;  maa aqra’???  “apa yang harus kubaca?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      demikian riwayat Shahih Bukhari. Maka Jibril alaihi salam memeluk  Nabi sampai hampir tidak bisa bernafas lalu mengulanginya dan berkata  اِقْرَأ , maka Rasul berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt; maa aqra??? “apa yang harus kubaca?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     maka Jibril memeluknya yang kedua kali dan berkata&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اِقْرَأْبِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  (العلق : ١)  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“baca dengan Nama Tuhanmu Yang Maha mencipta”  (QS. Al Alaq : 1)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  خَلَقَ اْلإِ نْسٰنَ مِنْ عَلَقٍ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  (العلق : ٢)  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“yang menciptakan manusia” (QS. Al Alaq : 2) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi presiden, yang jadi raja, yang jadi penguasa, yang jadi  ratu, perhiasan indah, yang yang yang yang, awalnya adalah dari  Tuhan-Mu. &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَلَّذِى عَلَّمَ بِاْلقَلَمِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  ( العلق : ٤)  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“yang mengajari manusia dengan al qalam”. (QS. Al Alaq : 4)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makna pertama Al Qalam adalah pena, makna kedua adalah pena yang  menulis seluruh kejadian yang ada di bumi. Segala kejadian. Daun yang  jatuh dari salah satu pohon tertulis di al qur’an.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اِقْرَأْوَرَ بُّكَ اْلأَ كْرَمُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( (العلق : ٣   &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“bacalah dengan Nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (QS. Al Alaq : 3)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَلَّذِى عَلَّمَ بِاْلقَلَمِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  ( العلق : ٤) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Yang Maha Mengajari manusia dengan al qalam” (QS. Al Alaq : 4)  Dengan pena-Nya manusia banyak belajar. &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  عَلَّمَ اْلإِ نْسٰنَ مَالمَ ْيَعْلَمْ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; ( ( العلق : ٥ &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS. Al Alaq : 5)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau makna yang ini yang di maksud al qalam pena yang mengajar  manusia pada apa yang dia tidak tahu. Al Qalam : Yang Menulis ketentuan –  ketentuan yang tidak diketahui manusia. Banyak diketahui oleh manusia  tapi atas kehendak Allah. Hal – hal yang akan terjadi di masa mendatang  banyak yang diberitahukan oleh Allah kepada hamba – hambaNya yang  tertentu yang dikehendaki-Nya. ….hzl fajihr huwa ??, apakah ia fajir  apakah ia shalih?, Fir’aun sudah diberitahu tukang  sihirnya bahwa akan datang pemuda dari bangsa bani israil menghancurkan  kerajaannya, sudah tahu. Demikian pula banyak sebaliknya para shalihin.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Kemuliaan – kemuliaan diberikan oleh Allah Swt berupa &lt;b&gt;&lt;i&gt; mukasyaah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       memahami apa yang akan terjadi. Bahkan bayi pun, Allah Swt berikan  kemuliaan, riwayat Shahih Bukhari. Ketika seorang ibu sedang  menggendong bayinya maka lewatlah seorang ksatria dengan gagahnya, ibu  itu berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Allah jadikan bayiku seperti dia”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka disaat ia berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Allah jadikanlah putraku bayiku ini seperti ksatria itu, gagah perkasa, kaya raya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      bayinya bicara &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Allah janganlah Kau jadikan aku seperti dia”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maka ibunya diam heran bayinya bisa bicara. Maka lewatlah seorang  wanita yang  di hinakan,dilempari dikejar – kejar  kesana kesini.maka  ibu itu berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt;  ”Ya Allah jangan jadikan bayiku seperti dia”,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     bayinya menjawab &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Allah jadikan aku seperti dia”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Kenapa? Ditanya oleh para sahabat kalau bayi yang melihat pertama  kali ksatria itu ternyata adalah ksatria yang dhalim, penguasa yang  dhalim yang jahat dan dia adalah orang yang fasik sedangkan wanita yang  dikejar – kejar itu adalah dituduh mencuri dan dia hanya menjawab   حَسْبِيَ اللهُ….. حَسْبِيَ اللهُ. Hadirin – hadirat yang dimuliakan  Allah, bayi bisa mengetahui nasibnya orang, riwayatnya Shahih Bukhari.  Ini menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Mengetahui bisa memberikan kepada  hamba-Nya sebelum hamba-Nya bertaqwa. Terkadang orang terjebak dengan  pemahaman kalau tidak bertaqwa maka tidak akan bisa mendapatkan  kemuliaan. Itu salah satu sebab saja, tapi tidak menutup kemungkinan  Allah memberikan kemuliaan tanpa orang itu meminta. Para Nabi dan Rasul  tidak kesemuanya shalih dulu baru diangkat jadi Nabi, Nabiyallah Isa  dari kecil sudah jadi Nabi tanpa amal ibadahnya. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, &lt;br /&gt;Banyak sekali kejadian – kejadian yang Allah berikan orang itu diberikan  keshalihan, kemuliaan, didekatkan kepada Allah bukan sebab amalnya, ada  juga yang sebab amalnya, ada yang sebab doa orang lainnya, padahal  dianya kafir, fasik, faajir, ada sebab doa nabi Muhammad Saw. Siapa?  ibunya Abu Hurairah, tiap hari diajak masuk islam tiap hari membangkang.  Sampai yang terakhir kali menangis Abu Hurairah datang kepada  Rasulullah &lt;b&gt;&lt;i&gt; “ya Rasulullah saya tidak tahan lagi, akan kubunuh  ibuku”, “kenapa?”, “karena hari ini ia mengucap hal yang sangat merusak  hatiku menghancurkan hatiku tentang engkau” (kasarnya mencaci Nabi  Muhammad).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Ini ibunya Abu Hurairah kafir, fasik, zahir,  &lt;b&gt;&lt;i&gt; “doakan ibuku supaya masuk islam”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Rasul berdoa &lt;b&gt;&lt;i&gt; Allahummahdiy ummu abu hurairah “wahai Allah beri petunjuk dan hidayah bagi ibunya abu hurairah”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Pulanglah. Pulang ibunya masih mandi jangan masuk dulu, ini riwayat Shahih Bukhari. Maka selesai mandi ibunya berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt; asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammad rasulullah,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      balik lagi Abu Hurairah,&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “wahai Abu Hurairah sekarang kau datang bukan lagi dengan wajah seperti saat tadi kau datang?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      maksudnya saat pertama kali datang wajahnya suram dan ini yang kedua datang dengan wajah yang cerah. Abu Hurairah berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Rasulullah ibuku masuk islam di tanganku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      masuk islam sebab anak bukan ibunya. Bisa sebab ayah bundanya, bisa  sebaliknya, bisa sebab temannya, bisa sebab yang lainnya dan bisa  seluruh umat (shahih Muslim). &lt;br /&gt;Doakan Nabi kita Muhammad. Bukankah seluruh umat disyafa’ati oleh  Sayyidina Muhammad?  Bukankah bulan ini bulan turunnya Alqur’an hadiah  agung untuk Sayyidina Muhammad. Hadiah luhur untukku dan kalian yang  termuliakan dengan setiap hurufnya mencapai tangga – tangga kesucian  menuju keridhaan Allah yang Allah bukakan lewat pintu  Muhammad Saw  wabarak alaih. Semoga Allah menerangi jiwaku dan jiwa kalian dengan  indahnya tuntunan Sayyidina Muhammad Saw, dengan indahnya Alqur’an dan  bulan Alqur’an dan shohibul Alqur’an Sayyidina Muhammad Saw.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,  Rasul Saw bersabda &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ، أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى، مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  ((صحيح البخاري &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aroma yang tidak sedap dari mulutnya orang yang berpuasa itu  lebih wangi di sisi Allah daripada aromanya misik”. (HR. Shahih Bukari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah Allah suka sekali dengan aroma bau busuk mulut orang yang  berpuasa, bukan itu maksudnya. Yang dimaksud adalah Allah menghargai  orang yang tabah dan bersabar menahan aroma yang tidak sedap di mulutnya  itu, dihargai oleh Allah sehingga Allah menganggapnya lebih wangi dari  misik. Jadi begini, misalnya kalian kedatangan tamu lima orang  pakaiannya bersih – bersih, rapi – rapi, wangi – wangi, datang satu  pakaiannya kotor, mana yang kalian hargai? tiada pantas orang ini  pakaiannya kotor begini masuk rumah. Dari mana kamu? saya berjalan dari  jauh sampai 20km, nggak naik kendaraan. Maka tentunya Ia dihargai  daripada yang lain, yang lain dikalahkan. Hingga hujan, basah, lewat  sawah sampai kesini. Nah, inilah yang dimaksud bahwa aroma yang kurang  sedap dari mulutnya orang yang berpuasa itu lebih wangi di hadapan Allah  daripada wangi misik. Maksudnya seakan – akan walaupun seorang itu  berbaju kotor karena ia datang dari jauh, karena niatnya yang demikian  hebatnya dan kuat sampai, kotorannya itu tidak dimarahi oleh saudagarnya  walaupun ia lewat dengan lumpur – lumpur mengotori rumah, tidak  dimarahi, kalau yang lain dimarahi. Kenapa tidak dimarahi? Jauh ini  jalan kaki, hujan, basah, lewat sungai, sawah, lumpur kotor. Hadirin –  hadirat, kenapa? Karena ia datang dengan pengorbanan yang besar.&lt;br /&gt;Nah, sekarang kita kembali kepada diri kita sendiri, dimana hukumnya  kalau sikat gigi batal puasanya? Tidak batal puasanya. Bagi mereka yang  sikat gigi, sikat gigi silahkan. Sikat gigi nggak ada larangannya tapi  tidak mendapatkan pahala sunnahnya, hukumnya makruh. Tapi kalau  seandainya kita terjebak didalam hal – hal yang mesti kita lakukan,  misalnya kerjaannya sales, kerjaannya menerima tamu, gimana menerima  tamu kalau ada aroma tidak sedap dari mulutnya? Kan repot pekerjaannya,  akhirnya digantikan orang lain. Gimana caranya? Maksudnya kalau  terjebak, secara ringkasnya terjebak pada hal yang bersih, ia tidak  boleh mulutnya beraroma tidak sedap. Misalnya suster, pasiennya orang  nggak waras, pas deket bau mulutnya nggak sedap malah ngamuk – ngamuk  orang yang nggak waras. Jadi nggak apa – apa sikat gigi, tapi jangan  dimakan pasta giginya. Mentang – mentang puasa, odolnya dimakan, kalau  dimakan itu dodol bukan odol. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, jadi kita pahami hal ini,  hati – hati!. Ya gosok gigi boleh – boleh saja, tidak membatalkan puasa  tapi hati – hati jangan sampai tertelan. Ya yang bagusnya sih tidak,  kenapa? Allah tunjukkan iman orang itu, kalau seandainya ia tidak gosok  gigi itu ia malas bicara. Karena kalau orang lapar, haus, apa yang ia  perbuat kalau bukan bengong. Kalau ia nggak punya teman, bisa repot  ngomong juga, ngomong sana ngomong sini, laper nih, ngeluh ini, nah ini  ngumpat, nah ini yang dijauhkan orang lain, akhirnya menggunjing orang  lain mungkin aromanya sedap. Tambah ngomong tambah jauh orang – orang.  Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, jadi hal – hal seperti itu  mesti kita fahami bahwa di dalam setiap hal – hal telah diperbuat oleh  Allah Swt dan sunnah Nabi kita Muhammad Saw ada hikmahnya. &lt;br /&gt;Dan juga bagi orang – orang yang berpuasa itu Allah Swt  siapkan  Ar-Rayyan (pintu sorga yang disebut Ar-Rayyan) riwayat Shahih Bukhari  bahwa pintu itu terbuka khusus untuk orang yang berpuasa. Saat orang –  orang berkumpul di padang mahsyar, Allah Swt memanggil mereka, &lt;b&gt;&lt;i&gt; aina shaaimun “dimana orang – orang yang banyak berpuasa dulu di muka bumi?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     berdiri mereka, idza dakhaluu kulluhum fughliqal baab, &lt;b&gt;&lt;i&gt;  “setelah mereka semuanya masuk, tidak ada orang – orang yang suka  berpuasa tersisa, sudah masuk semuanya, pintunya ditutup dan tidak  pernah dibuka lagi selama – lamanya”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Lalu Rasul Saw  bersabda riwayat Shahih Bukhari bahwa nanti orang – orang memperbanyak  sholat masuk dari pintu sholat, yang banyak jihad masuk dari pintu  jihad, yang puasa dari pintu Al-Rayyan, yang banyak sedekah masuk dari  pintu sedekah dan masing – masing masuk dari pintu amal yang paling  banyak ia perbuat. Maka berkatalah Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq  radiyallahu anhu wa ardhah &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Rasulullah apakah mungkin kalau seandainya aku masuk dari semua pintu?” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     dipanggil dari semua pintu maksudnya, karena mengamalkan semuanya. Rasul berkata &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  نَعَمْ وَأَرْجُو أَنْتَ مِنْهُمْ يَاأَبَابَكْر &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“bisa, aku berharap engkau salah satunya diantara mereka wahai Abu Bakar”. (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para Sahabat dan Rasul itu tidak repot - repot pakai pintu sorga dan  sorganya. Sorga itu diciptakan untuk orang – orang yang taat kepada  Allah Swt, taat kepada Sayyidina Muhammad Saw. Surga itu tidak terbuka  pintunya kalau belum dibuka oleh Muhammad Rasulullah Saw. Orang yang  cinta kepada Rasul, tidak dilupakan oleh Rasul Saw. Mudah – mudahan kita  bisa bersama Rasul Saw, kita tidak jumpa di dunia insyaAllah jumpa di  akhirat, dunia dan akhirat, Yaa Allah…………!, apa gunanya alam semesta dan  seluruh makhluk jika di hari kiamat wajahmu dibutakan dari melihat  wajah Sayyidina Muhammad Saw, apalagi kalau dibutakan dari melihat  Allah. Wajah Rasul dilihat indah diari kiamat, celakalah orang g tidak  melihatku dihari kiamat.  Siapa mereka? Siapa lagi kalau bukan orang  yang lebih cinta pd harta dan keduniawian, lalu siapa yang bersama  Rasul? siapa lagi kalau bukan yang rindu pada Rasul, karena janjinya  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  (صحيح البخاري)  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“setiap orang bersama dengan orang yang ia cintai”. (HR. Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dicintai Nabi.&lt;br /&gt;Bulan ramadhan bulan dermawannya Rasululllah, bukan dermawan kepada  hamba saja tapi dermawan bagi segenap sifat – sifat lainnya. Paling baik  dan mudah menemui Rasul, makanya banyak orang jumpa Rasul Saw di bulan  ramadhan. Kenapa? karena Rasul ini orang yang tidak bisa menolak  permintaan orang selama beliau mampu memberinya, lebih – lebih di bulan  ramadhan. Kita semua minta agar jumpa dengan Nabi kita Muhammad Saw.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, kita lanjutkan ke masalah yang perlu diketahui  yaitu zakat fitrah. Zakat fitrah itu sudah boleh dikeluarkan dari mulai  terbenamnya matahari awal bulan ramadhan. Malam 1 ramadhan itu sudah  boleh dikeluarin, sekarang sudah boleh zakat fitrah dikeluarkan, boleh  tapi belum wajib. Wajibnya zakat fitrah itu adalah orang yang hidup di  bulan ramadhan yang hidup di bulan syawal. Jadi maksudnya yang wajib  sekarang nggak apa – apa, kalau meninggal sebelum bulan syawal ya sudah  sunnah saja. Tapi wajibnya itu untuk orang yang hidup di sebagian bulan  ramadhan sebagian bulan syawal. Misalnya, besok lebaran, sekarang atau  tadi ashar lahir, adzan maghrib adzan isya, abis isya meninggal, wajib  tuh kena zakat fitrah. Kenapa? karena hidup di sebagian kecil di bulan  ramadhan dan hidup di sebagian kecil bulan syawal. Kecuali kalau  misalnya besok lebaran, hari ini ashar lahir sebelum maghrib meninggal,  nggak wajib. Kenapa? karena ia tidak melewati bulan syawal. Atau  lahirnya setelah terbenamnya matahari di bulan ramadhan masuk 1 syawal,  enggak wajib, kenapa? karena hidupnya sepotong di bulan syawal  enggak  hidup di bulan ramadhan. Jadi kalau mau dari sekarang zakat fitrah,  masjid almunawar menyalurkan zakat fitrah bukan Majelis Rasulullah.  Majelis Rasulullah tidak menerima zakat fitrah. Zakat fitrah di masjid –  masjid, di masjid almunawar dibuat zakat fitrah. Makanya malam lebaran  yang mau ngambil, Ayoo,.yang mau ngambil jadwal malam lebaran, takbiran  akbar. Kebetulan pas malam selasa, silahkan mendaftarkan ke contact  person karena bukan di masjid almunawar. Karena kita dapat kabar masjid  almunawar mengajukan permohonan kalau bisa malam selasa jangan di   almunawar karena bertepatan dengan malam lebaran dan pembagian zakat.  Repot, kacau balau nanti. Jadi malam lebaran kita majelis, memang malam  lebaran majelis juga bib? Majelis!!. yang mau hadir, hadirlah, yang  nggak mau hadir karena ada kesibukan maka tidak apa – apa. irin, &lt;br /&gt;InsyaAllah bulan ramadhan kita sukses, acara kita insyaAllah sukses.  Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, sebagaimana biasa kita mulai  majelis itu pk.20.45wib, kan kalau hari biasa pk.20.30wib (setengah  sembilan). Kalau ramadhan ini mulai pk.20.45wib jadi selesainya juga  pk.22.15wib (sepuluh lima belas). Jadi kita ringkas.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, &lt;br /&gt;Di masa Imam Malik alaihi rahmatullah ada seorang temannya datang, Imam  Malik itu imam besar, gurunya Imam Syafi’i. Imam Malik bin Anas bin  Malik, bukan Anas bin Malik sahabat, bukan. Imam Malik bin Anas bin  Malik alaihi rahmatullah, gurunya Imam Syafi’I, orang yang mengarang  kitab Al Muwattha’ Kenapa disebut Al Muwattha’ artinya  yang menginjak,  kenapa? karena dengan kitab itu, terinjak seluruh kitab yang ada di masa  itu oleh kita Al Muwattha’ Imam Malik. Imam Malik, imam besar dan  sangat menghargai adab. Beliau kalau ditanya tentang hukum, tentang  suatu pertanyaan soal hukum. Kalau tanya hukum, tanya mau di jalan, mau  sambil duduk, mau dipasar, silahkan tanya.  Kalau nanya hadits, ke  rumah. Di rumah beliau berwudhu lagi, pakai sipat matanya, pakai minyak  wanginya, pakai jubahnya, pakai sorbannya baru berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt; “Qaala Rasulullah Saw”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Berani mengangkat suara disaat ia sedang membaca hadits, dipukul dengan keras oleh Imam Malik. &lt;b&gt;&lt;i&gt; “jangan mengeraskan suara didepan hadits Rasulullah Saw”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       Beliau dimana – mana, di Madinah Al Munawarrah tidak berani  memakai sandal. Bagaimana berani memakai sandal di tanah bekas pijakan  kaki Muhammad Rasulullah Saw? Imam Malik bin Anas bin Malik ini ketika  duduk bersama para sahabatnya, karena sedang santai melunjurkan kaki  lagi dipijiti kakinya, mzkz ia mdlunjur santai tidak bersila, murid –  muridnya semua. &lt;br /&gt;Lalu Datang tamu tak dikenal, sorbannya besar, di saat itu. Beda dg  zaman sekarang, sebagian masih memegang kebiasaan itu. Tigkatannya  disebut Tholib (pelajar), orang yang sudah hafal kitab bidayatul  hidayah, itu pakai sorban panjangnya 5 hasta, juga Tholib,  kalau ia  sudah mengajar maka panjang sorbannya 7 (saya masih menggunakan 7  hasta), kalau ulama besar 9 – 12 hasta. Ini imamah/sorbannya besar  tamunya, ulama besar darimana nih? Maka Imam Malik yg sedang berlunjur  santai, segeramenarika kakinya untuk bersila menghormatiualam bersorban  besar ini, tidak boleh sembarangan, harus sopan. Apa yang bisa kubantu?,  ia berkata : Aku datang mau bertanya”. Imam malik bertanya lagi : Apa  pertanyaanmu hadits, ayat atau hukum? kalau hadits tunggu dulu atau  ayat, biarkan aku bebenah dulu. &lt;br /&gt;Maka sorban besar itu berkata, tidak, aku mau tanya masalah hukum’. &lt;br /&gt;Imam malik berkata :  Iya apa pertanyaanmu? &lt;br /&gt;Si sorban besar bertanya : pertanyaannya bagaimana kalau besok matahari tidak terbit??&lt;br /&gt;Imam Malik diam, lalu menunduk, dan bergumam.. besok matahari nggak  terbit, oh.. jawabannya berarti aku boleh duduk berlunjur kaki lagi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya apa?, orang ini tidak waras. Bagaimana matahari tidak  terbit hari esok, tanda kiamat belum beres. Besok bukan hari jum’at,  nanya besok matahari nggak terbit lagi, nggak waras berarti. Jawabannya &lt;b&gt;&lt;i&gt; aku boleh selonjor lagi. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, jadi menghadapi pertanyaan – pertanyaan yang ditanya oleh orang – orang &lt;b&gt;&lt;i&gt; mubtadi’in&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      nggak perlu dijawab kalau seandainya keluar dari akidah dan nggak jelas. Apa itu &lt;b&gt;&lt;i&gt; mubtadi’in? Mubta’d’in &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;itu  segala – segalanya bid’ah, ini bid’ah itu bid’ah bid’ah bid’ah. Imam  Malik udah pegel ngeliat orang kaya gini, yang model kaya gini udah ada  di zaman Imam Malik. Kalau dibilang kecebongnya lah, kalau sekarang udah  jadi. Kalau dulu kecebongnya udah ada. Imam Malik…………. ia berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt; ya imam, kheif……inallah…….., &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Imam Malik menjawab &lt;b&gt;&lt;i&gt;  majhul, ma’qul, imaan bihi wajib, wa su’al ‘anhu bid’ah  “masuk akal,  tidak diketahui maknanya dan mempertanyakan masalah itu bid’ah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan ia dari hadapanku, kata Imam Malik. Di zaman Imam Malik kecebongnya diusir. &lt;br /&gt;Hadirin, demikian saudara – saudariku, yang demikian jangan dimusuhin  ya, kasihan saudara – saudara muslim kita banyak yang dijebak hal ini,  segala – gala bid’ah segala – gala bid’ah. Justru hal – hal yang bid’ah  mereka memperbuatnya. Kalau kita hal – hal yang sunnah kita qiyaskan,  kita buat seperti maulid, nisfu sya’ban, dan lainnya. Qiyas untuk syiar  justru malah diperangi, tapi justru hal – hal yang betul – betul yang  tidak perlu ditambah, mereka tambah – tambahi.  Seperti zakat profesi,  kapan munculnya hukum zakat profesi. Zakat profesi tidak pernah ada di  seluruh madzhab, karena apa? zakat itu hal yang fardhu, mau ditambahin.  Ya tapi sekarang banyak orang yang masuk non muslim, keluar dari islam  gara – gara kelaparan karena muslim nggak ngeluarin zakatnya. Ooo..jadi  kalau gitu orang banyak ibadah, banyak maksiat, sekarang sholat tambahin  juga jadi 6 waktu, nggak bisa begitu. Yang fardhu fardhu, nggak bisa  ditambah. Ya tapi sekarang bagaimana dengan banyaknya orang yang  kelaparan ini? Ya kita setujui sedekah profesi, setuju!. Mau tiap hari,  mau tiap bulan, mau ½ persen, 50 persen, kalau perlu 100 persen. Tapi  sedekah profesi jangan ngomong zakat profesi. Kalau zakat = fardhu,  nggak bayar, halal darahnya. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,  hal seperti ini justru diputar – balikkan oleh mereka menjadi zakat  profesi, itu yang justru bid’ah dhalalah.  &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Robbana dzolamna anfusana wa ilam taghfirlana watarhamna lanakunana minal khasirin…..(do’a nabi adam) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdoa Nabiyallah Adam alaihi salam ketika telah melakukan hal yang  dilarang oleh Allah Swt, karena ia sudah terkecoh oleh godaan syaithan  maka berkata Nabi Adam &lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Allah kami telah berbuat salah pada  diri kami, jika tidak Kau kasihani kami dan tidak Kau ampuni kami, kami  adalah orang – orang yang merugi”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      Inilah doa ayahbunda kita Nabi Adam dan Siti Hawa. &lt;br /&gt;Wahai Allah dengarlah doa kami, hal – hal yang baik yang ada pada-Mu.  Sebab kejahatan kami, barangkali sebab dosa besar kami, barangkali  sebab maksiat kami,  anugerah – anugerah yang baik yang mestinya kami  dapat jadi tertahan gara – gara dosa kami. Jangan tahan wahai Allah  setiap anugerah yang akan Kau berikan hanya karena sebab dosa – dosa.  Wahai Allah jangan Kau haramkan setiap anugerah yang akan Kau berikan  pada kami, maafkan kesalahan kami, seluruh anugerah dan seluruh rahmat  yang Kau berikan.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  ( البقرة : ٢٨٦)  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Allah janganlah Kau siksa kami jika kami lupa dan kami salah”( QS. Al Baqarah : 286)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى  الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا  بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا  فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  ( البقرة :٢٨٦ )  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban  yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.  Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak  sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan  rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap  kaum yang kafir." (QS. Al Baqarah : 286)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allah jangan Kau siksa kami dengan hal – hal yang sangat berat  yang membuat kami tidak mampu untuk menanggungnya, wahai Allah jangan  bebani kami seperti orang – orang sebelum kami, wahai Allah jangan  bebankan kami jika kami tidak mampu,  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Katakanlah bersama – sama……..&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ... يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Pastikan seluruh wajah ini kelak berjumpa dengan-Mu dengan sambutan  yang hangat, pastikan seluruh wajah kami ini akan dipanggil mengahdap-Mu  dengan pandangan yang indah, wahai Allah beri kami kesempatan memandang  Dzat-Mu Yang Maha Indah, jangan butakan kedua mata kami saat orang –  orang yang Kau beri kenikmatan memandang keindahan Dzat-Mu, sungguh  banyak orang yang akan buta di hari kiamat tidak diizinkan melihat Allah  karena matanya menghina Allah, matanya menghina orang – orang muslim di  dunia, matanya menghina saudaranya di dunia, mata seperti itu tidak  pantas melihat Allah. Masih tertuliskah nama kami dari kelompok yang  akan melihat Dzat-Mu wahai Allah, atau sudah terhapus nama kami dari  kelompok yang melihat-Mu Rabbiy, ya Rabbiy..&lt;br /&gt;Rasul bersabda 7 kelompok, salah satunya yang akan melihat Allah disaat  semua orang berada dalam kesuliatan, salah satunya adalah ketika ia  mengingat Allah mengalir air matanya. &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  رَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“seseorang yang jika mengingat Allah mengalirlah air matanya” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini berhak melihat Allah. Jika mereka diusir dari  kelompok orang yang melihat Allah, maka mereka tidak diizinkan melihat  Allah, ditutup tabir oleh para malaikat, maka Allah bertanya &lt;b&gt;&lt;i&gt; “kenapa kau tutupi mata mereka wahai malaikat-Ku?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      malaikat menjawab &lt;b&gt;&lt;i&gt; “mata – mata mereka penuh dosa wahai Allah, tidak pantas melihat keindahan-Mu”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Allah berfirman &lt;b&gt;&lt;i&gt;  ‘irfaul hujub……………………….liqa’i,  angkat tabir yang memisahkan-Ku dengan  mereka karena mata mereka sering menangis rindu jumpa dengan-Ku, mereka  berhak melihat-Ku.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;Dimana ayahbunda kami, dimana keluarga kami, suami, istri kami, anak –  anak kami, kerabat – kerabat kami, dimana mereka ya Allah. Manusia  saling tindih berlari kesana – kemari, lari dari dosa – dosa dan orang –  orang yang pernah ia berbuat dosa takut dituntut, lari dari ayahnya  takut dituntut tidak bakti, lari dari suaminya takut dituntut tidak  bakti, lari dari istrinya takut dituntut tidak bakti, lari dari anaknya  takut dituntut tidak bakti, lari dari tetangganya, lari dari  kelompoknya. Mereka risau akan kemana mereka pergi, disaat itulah muncul  wajah Sayyidina Muhammad Saw maka mereka memanggil – manggilku, kata  Rasul. Maka aku berjabat tangan, aku (Muhammad saw) yang akan bersujud  untuk memohonkan syafa’at maka beliau bersujud. Pastikan kami diantara  mereka yang cepat mendapatkan syafa’at. Ayahbunda kami, keluarga kami,  rumahtangga kami, saudara – saudari kami, orang yang kami cintai, &lt;br /&gt;Orang yang mengigat Allah hingga mengalir airmata dari matanya, lalu  mereka pun kembali kepada keluarga dan saudara – saudaranya riang  gembira seperti orang yang mendapatkan wisuda. Wisuda yang tunggal dan  abadi, wisuda keridhoan Allah, mahkota cahaya yang kekal, keridhoan-Mu  Rabbiy, betapa bangganya melihat kau mendapatkan wisuda keridhoan Rabbul  ‘Alamin, mahkota keluhuran Ilahi menuntunmu pada kebahagiaan yang  kekal, &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لَاإِلهَ إِلَّا الله... لَاإِلهَ إِلَّا الله... لَاإِلهَ إِلَّا الله &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Sidang akbar itu akan datang pada kita, ada yang lulus dengan wisuda  keridhoan Allah. Ada yang tidak lulus dan tempatnya adalah penjara  kehinaan, semoga kita semua lulus oleh Allah. Orang yang mendahulukan  kebaikan untuk Allah Swt semasa hidupnya dan husnul khatimah, mereka  jauh dari neraka.&lt;b&gt;&lt;i&gt;  Laa yasma’uuna  hasiisahaa “desisnya mereka tidak dengar”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       langsung masuk menuju surga-Nya Allah ta’ala. Semoga aku dan  kalian diantara mereka. Selanjutnya kita dengarkan tentang Nabi kita  Muhammad Saw lalu doa penutup guru kita AlHabib Hud bin Muhammad Bagir  Al Atthas.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, sebagian besar mungkin sudah mengetahui malam 17  Agustus yang akan datang bertepatan dengan malam 17 Ramadhan, bertepatan  dengan malam Nuzulul Qur’an dan malam Badr Al Kubro. Ketika malam 17  Agustus 1945 itu adalah dan juga malam 17 Ramadhan. Jadi 3 acara berpadu  satu, tasyakuran malam kemerdekaan sekaligus nuzulul qur’an sekaligus  haul alhul badr. Jadi waktunya kita nggak bisa terlalu lama, ya nggak  bisa seperti kemarin. Jadi diringkas. Kalau kemarin itu kan semuanya  bisa sampai 3 jam, waktunya mungkin tidak selama itu. Tempatnya di  Istiqlal. Kita mulai pk. 21.00wib, insyaAllah. Semoga acara kita sukses.  Di Istiqlal mulai pk.21.00wib, jangan terlalu awal juga karena  tarawihnya selesai pk. 21.15wib. jadi masih ada kesempatan. Mau terawih  disana, ya silahkan. Nanti pembagian bukanya berebut. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-484475708108293711?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/484475708108293711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/kedekatan-kepada-allah-swt-di-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/484475708108293711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/484475708108293711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/kedekatan-kepada-allah-swt-di-hari.html' title='Kedekatan Kepada Allah SWT di Hari Kiamat'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-6319520595689713896</id><published>2011-08-14T02:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T02:44:40.131-07:00</updated><title type='text'>Biografi Al-Habib ‘Umar bin Hafiz</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://assajjad.files.wordpress.com/2008/12/habibana-umar.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Al-Imam Al-'Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh" class="size-thumbnail wp-image-453" height="240" src="http://assajjad.files.wordpress.com/2008/12/habibana-umar.jpg?w=128&amp;amp;h=96" title="Al-Imam Al-'Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Imam  Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin  Muhammad bin Hafidh. &amp;nbsp;Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad  putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari  Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari  al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari  ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh  ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera  dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad  putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali  Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi  putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad  putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera  dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali  Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari  pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari  Rasul Muhammad s.a.w.&amp;nbsp;&lt;span id="more-451"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://assajjad.files.wordpress.com/2008/12/sejuknya-pandanganmu1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="sejuknya-pandanganmu1" class="alignright size-thumbnail wp-image-454" height="320" src="http://assajjad.files.wordpress.com/2008/12/sejuknya-pandanganmu1.jpg?w=80&amp;amp;h=96" title="sejuknya-pandanganmu1" width="265" /&gt;&lt;/a&gt;Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut,  salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh  dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang  dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam  keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan  ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang  Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh  Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam  yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan  pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau  secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah  meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua  kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah  yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama  dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan  kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya  dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul  dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia  dibesarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an  pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti  dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang  membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh  begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin  Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar  di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai  ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal  syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan  perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan  keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang  ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu  dan dhikr.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun secara tragis, ketika al-Habib  ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh  golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya  dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya  tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa  tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam  bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera  yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak  itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara  bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang,  membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras  demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas  mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat  dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan  untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia sesungguhnya telah benar-benar  memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari  Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan  kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim  ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang  menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang  sayyid muda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disana dimulai babak penting baru dalam  perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar  ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib  Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga  dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga  Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk  sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan  perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan  kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat  dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya  s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan,  pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian  gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan  hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para  pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan  dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka  sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru  mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai  memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia  dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu, sekelompok besar  orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi  beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau  dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada  masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat  diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari  mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan  pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan  perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia  memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri  beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama setelah itu, beliau melakukan  perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk  mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz,  beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para  ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad  al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat  semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan  sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap  sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah  seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu  dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed  Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz  mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam  menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang  tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak  sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini  menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia  lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap  saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan  dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang  mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada  didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling  terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga  sampai ke Dunia Baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negara Oman akan menjadi fase berikutnya  dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik  undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan  menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan  tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian.  Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di  Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke  Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan  diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik  balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal  melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti  kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda  sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk  belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya,  menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah.  Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu  pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian  singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari  berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan  ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari  Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya,  Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara  Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh  Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang  kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam  tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai  institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah  manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam  penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi  orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari  mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman  dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai  sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih  memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya  sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi  berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan  mulianya.&lt;/div&gt;Sumber: http://hotarticle.org/al-habib-umar-bin-hafiz&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-6319520595689713896?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/6319520595689713896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/biografi-al-habib-umar-bin-hafiz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/6319520595689713896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/6319520595689713896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/biografi-al-habib-umar-bin-hafiz.html' title='Biografi Al-Habib ‘Umar bin Hafiz'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-1118651401572766706</id><published>2011-08-13T08:23:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T07:11:49.719-07:00</updated><title type='text'>Final Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun Tujuan adalah satu yaitu saat berjumpaan dengan Rabbul 'alamin,  berakhir seluruh apa yang kita lewati dari kehidupan dunia kepada tujuan  tunggalnya yaitu berjumpa dengan Allah. Hadirin hadirat ingatlah akan  datang suatu saat bibir kita tidak bisa lagi bergetar menyebut nama  Allah, disaat itu kita di turunkan ke dalam kubur kita, dan wajah kita  dibuka, dan wajah kita diciumkan ke tembok kubur kita, lalu kita di  kuburkan dan ditinggalkan oleh semua kerabat, disaat itu tidak ada  kekasih, disaat itu tidak ada jabatan, disaat itu tidak ada harta,  itulah Hadirin hadirat kita sendiri dan disaat itu beruntunglah mereka  yang selalu berdzikir,&amp;nbsp; yang mengingat allah dan allah mengingatnya,  yang merindukan Allah, Allah merindukannya Allah masih terus bersabar  yang ditunggu adalah Hamba pendosa, Hamba yang hina yang hidup dari  berasal dari sebutir sel dan akan berakhir sebagai bangkai  makanan-makanan Hewan di dalam tanah menanti Hambanya memohon tobat,&amp;nbsp;  Dia-lah Yang Maha Baik, Dia-lah Yang Maha mulia setelah kita diberikan  kehidupan diberi jasad lantas Allah meminjamkan pula dunia ini berserta  isinya, meminjamkan matahari, meminjamkan bulan, meminjamkan daratan,  meminjamkan&amp;nbsp; Hewan dan Tumbuhan, meminjamkan air&amp;nbsp; dan lautan yang  kesemuanya adalah milik Allah. Kita tidak menyewanya, tidak pula  membelinya tidak pula berdoa untuk meminjamnya, Allah yang memberinya  sebelum kita meminta. Hadirin hadirat sedemikian luasnya rahmat Illahi  dan kasih sayangnya melebih semua kasih sayang. Melebihi kasih sayang  Ibunda kita kepada kita, melebihi kasih sayang kekasih kita kepada kita.  Hadirin hadirat jangan tahan lidahmu menyebut nama Allah, jangan berat  menyebut nama Allah, Dosa apa yang membuat lidah kita berat menyebut  nama Allah? kami berlindung kepadamu dari pedihnya siksa kubur, kami  berlindung kepadamu dari&amp;nbsp; pedihnya siksa neraka, pastikan kami selamat  dari ini semua.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-1118651401572766706?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/1118651401572766706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/final-kehidupan_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/1118651401572766706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/1118651401572766706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/final-kehidupan_13.html' title='Final Kehidupan'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-6575428466096063408</id><published>2011-08-12T00:06:00.000-07:00</published><updated>2012-02-01T05:11:18.704-08:00</updated><title type='text'>Final kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/U_lp07Vd6HU/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/U_lp07Vd6HU&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/U_lp07Vd6HU&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;Final Kehidupan &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun Tujuan adalah satu yaitu saat  berjumpaan dengan Rabbul 'alamin,  berakhir seluruh apa yang kita lewati  dari kehidupan dunia kepada tujuan  tunggalnya yaitu berjumpa dengan  Allah. Hadirin hadirat ingatlah akan  datang suatu saat bibir kita tidak  bisa lagi bergetar menyebut nama  Allah, disaat itu kita di turunkan ke  dalam kubur kita, dan wajah kita  dibuka, dan wajah kita diciumkan ke  tembok kubur kita, lalu kita di  kuburkan dan ditinggalkan oleh semua  kerabat, disaat itu tidak ada  kekasih, disaat itu tidak ada jabatan,  disaat itu tidak ada harta,  itulah Hadirin hadirat kita sendiri dan  disaat itu beruntunglah mereka  yang selalu berdzikir,&amp;nbsp; yang mengingat  allah dan allah mengingatnya,  yang merindukan Allah, Allah  merindukannya Allah masih terus bersabar  yang ditunggu adalah Hamba  pendosa, Hamba yang hina yang hidup dari  berasal dari sebutir sel dan  akan berakhir sebagai bangkai  makanan-makanan Hewan di dalam tanah  menanti Hambanya memohon tobat,&amp;nbsp;  Dia-lah Yang Maha Baik, Dia-lah Yang  Maha mulia setelah kita diberikan  kehidupan diberi jasad lantas Allah  meminjamkan pula dunia ini berserta  isinya, meminjamkan matahari,  meminjamkan bulan, meminjamkan daratan,  meminjamkan&amp;nbsp; Hewan dan  Tumbuhan, meminjamkan air&amp;nbsp; dan lautan yang  kesemuanya adalah milik  Allah. Kita tidak menyewanya, tidak pula  membelinya tidak pula berdoa  untuk meminjamnya, Allah yang memberinya  sebelum kita meminta. Hadirin  hadirat sedemikian luasnya rahmat Illahi  dan kasih sayangnya melebih  semua kasih sayang. Melebihi kasih sayang  Ibunda kita kepada kita,  melebihi kasih sayang kekasih kita kepada kita.  Hadirin hadirat jangan  tahan lidahmu menyebut nama Allah, jangan berat  menyebut nama Allah,  Dosa apa yang membuat lidah kita berat menyebut  nama Allah? kami  berlindung kepadamu dari pedihnya siksa kubur, kami  berlindung kepadamu  dari&amp;nbsp; pedihnya siksa neraka, pastikan kami selamat  dari ini semua.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-6575428466096063408?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/6575428466096063408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/final-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/6575428466096063408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/6575428466096063408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/final-kehidupan.html' title='Final kehidupan'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-7142590321463160850</id><published>2011-08-08T02:52:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T02:52:37.539-07:00</updated><title type='text'>Kedermawanan Rasul SAW di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa			&lt;/span&gt; 			&amp;nbsp;&amp;nbsp; 			&lt;/td&gt; 		&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; 				&lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt; 				Sunday, 07 August 2011				&lt;/td&gt; 			&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; 							&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;			 							&lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; K&lt;/i&gt;edermawanan Rasul SAW di Bulan Ramadhan&lt;br /&gt;Senin, 01 Agustus 2011 &lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin &amp;amp; hadirat yang dimuliakan Allah SWT, khususnya para  habaib, para sesepuh, para ulama juga Dewan pimpinan Masjid Raya  AlMunawar yang hadir di malam ini bersama kita KH. Ali Nurdin  mata’anallahbihi&lt;br /&gt;Kembali kita membaca riwayat Nabi kita Muhammad Saw &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ :كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ  حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ  رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَة  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  (صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dari Ibn Abbas ra berkata: Bahwa Rasulullah saw adalah manusia  yang paling dermawan, dan bahwa beliau saw lebih dermawan lagi dibulan  Ramadhan, ketika sering dikunjungi Jibril (as) dan bahwa ia dikunjungi  (Jibril as) setiap malam dibulan Ramadhan dan memperdalam Al Qur’an, dan  Sungguh Rasulullah saw lebih dermawan terhadap perbuatan baik dari  angin yang berhembus (sangat ringan dan cepat berbuat baik tanpa merasa  keberatan)” (Shahih bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ  عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا  اْلجَمْعِ اْلعَظِيْمِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="320" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/habibana%20%2810%29.jpg" title="Image" width="242" /&gt;Limpahan  puji kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Yang Maha Memuliakan hari –  hari kita dengan tuntunan ma’rifat yang lebih indah dari sebelumnya dan  semoga semakin indah di masa mendatang. Segala Puji atas Rahmat Allah  Swt yang mengumpulkan kita dan mendapatkan keagungan Nya swt, yang  paling kecilnya atau pada pengampunan-Nya. Segala puji Rahmat Allah Swt  yang melimpahkan keberkahan bagi hamba – hambaNya di malam – malam bulan  ramadhan ini. &lt;br /&gt;Sudah kita lewati tadi sholat tarawih 20 rakaat, yang jumlah 20  rakaat itu berarti sujudnya berjumlah 40x. Malam ini kita telah  melakukan 40x sujud kepada Allah Swt, maka apabila diteruskan selama  sebulan maka akan berjumlah 1.200x sujud. Selamat datang wahai bulan  seribu sujud, selamat datang wahai bulan yang dimuliakan Allah Swt,  selamat datang wahai bulan harapan atas terkabulnya hajat pada Yang Maha  Tunggal, selamat datang bulan pembersih kesedihan yang selama ini  selalu menghinggapi sanubari kami. Selamat Datang Rahmat Allah Swt,  selamat datang Rahmat Ilahi yang berlimpah zhahiran wa bathinan. Swlamat  Datang hari pengampunan dan pembebasan kami dari api neraka. Itulah  Janji Sayyidina Muhammad Saw &lt;br /&gt;Hadirin &amp;amp; hadirat, bulan ramadhan adalah bulan yang wajib  berpuasa di siang harinya, yakni bagi yang muslim, bagi yang sehat, bagi  yang aqil baligh dan bagi yang tidak dalam keadaan safar karena kalau  di dalam keadaan safar tidak diwajibkan berpuasa. Sebagaimana dalam  madzhab Imam Syafi’I, syarat safar ada 2, yang pertama adalah sebelum  subuh berangkat ke tempat tujuan dan yang kedua jarak perjalanan sudah  lebih dari 82km (marhalahtain) maka dengan syarat safat tersebut boleh  melakukan qashar pada sholat dan puasa ramadhannya boleh dibatalkan.  Apabila Pergi ke bandung dengan jarak tempuh 100km &amp;amp; menetap selama 3  hari sementara berangkatnya pagi (sesudah subuh) maka tidak bisa kita  buka puasanya di hari itu namun di hari esoknya (hari ke 2 &amp;amp; ke 3)  baru dibolehkan untuk tidak berpuasa. Karena seluruh madzhab sudah  sepakat bahwa jarak yg boleh jamak qashr adala marhalatain, yaitu  82km/lebih, pada pertanyaan waktunya safar itu berapa lama ? waktunya  safar 6 hari. Pastinya atau lebih jelasnya secara syariahnya 4 hari  selain hari datang dan hari pulang.  &lt;br /&gt;6 hari itu, misalnya datang hari senin maka dihitung senin, selasa,  rabu, kamis, jum’at &amp;amp; pulang hari sabtu. Selama 6 hari itu boleh  terus jamak sholat &amp;amp; boleh batal puasa (puasa kelak di qadha)  apabila syarat perjalanan lebih dari 82km. Sementara apabila niat  tinggal lebih dari 6 hari itu maka selesailah masa untuk jamak sholatnya  dan masa boleh batal puasanya dg masuknya ia pertama kali pada hari  pertama ke wilayah tujuannya.  &lt;br /&gt;Contohnya lagi rumah saya di daerah Depok, perbatasan dengan Jakarta  hanya beberapa meter dari rumah saya, sementara saya kerja di Jakarta  bagaimana hal ini ? berbeda wilayah namun hanya berjarak beberapa  kilometer saja, boleh jamak shalat, berapapun jarak &amp;amp; waktu yang  ditempuh namun sudah beda wilayah. Sementara Apabila masih di wilayah  Jakarta, misalnya dari Jakarta Utara masuk ke Jakarta Barat maka tidak  boleh menjamak shalat walaupun beberapa puluh kilometer jaraknya.  &lt;br /&gt;Hadirin &amp;amp; hadirat yang dimuliakan Allah, Jamak shalat disini  hanya jamak saja bukan jamak qashar. Dan yang dapat di Jamak waktu  shalat itu ada 2, yakni menjamak sholat waktu dhuhur ke waktu ashar atau  ashar ke waktu dhuhur dan waktu maghrib ke isya atau isya ke waktu  maghrib. Sementara shalat Subuh tidak dapat dijamak akan tetapi kalau  kelewatan sholat subuh maka di Qadha namanya bukan dijamak. Jika  perjalanan melebihi 82 km maka boleh jamak qashr. &lt;br /&gt;Maka ketika ia sedang dalam keadaan safarnya itu, safar dunal  maksiah, tapi safarnya ini adalah safar yang mubah atau safar yg bukan  untuk hal dosa, Safar yang mubah itu adalah safar yang dibolehkan &amp;amp;  tidak berdosa, sementara safar yang mendapat pahala yakni safar yang  sunnah, seperti ziarah. Ziarah bukan bid’ah melainkan sunnah. Tapi  karena haditsnya   &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ  الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  (صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Janganlah kalian berjuang memaksakan diri untuk berangkat ke  masjid kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan  Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yakni Tidak disuruh berangkat ke Masjid Sunan Bonang, Sunan Ampel  atau Sunan Kalijaga &amp;amp;  Nabi Saw hanya menyebutkan 3 masjid. &lt;b&gt;&lt;i&gt;  Dalam hal ini Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalani didalam Fathul Baari  bisyarh Shahih Bukhari menjelaskan tetang hadits tersebut yang dimaksud  adalah ziarah masjidnya bukan ziarah makamnya. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Hadirin &amp;amp; hadirat, semua masjid sama kecuali 3 masjid tadi yakni  Masjidil Haram, Masjid Al Aqsa, Masjid Nabawi. Cuma 3 masjid sementara  masjid yang lain sama. Saya mau berangkat ke masjid keong mas, maka sama  pahalanya dg shaalat di masjid lainnya selain 3 mashid agung diatas,  pahalanya sama juga tapi kalau niatnya untuk ziarah maka hal ini  berbeda, demikian yang dikatakan oleh Imam Ibn Hajar. Misalnya Saya  datang ke masjid Sunan Ampel bukan mau ke masjid Sunan Ampelnya tapi  ziarah ke Sunan Ampelnya itu diBolehkan. hadirin &amp;amp; hadirat yang  dimuliakan Allah. Misalkan lagi Saya mau pergi ke Yordan, saya mau pergi  ke Mu’tah untuk ziarah ke masjid sayyidina Jakfar bin Abi Thalib ra  untuk singgah ke masjidnya Imam Ja’far bin Abu Tholib yang makamnya  ditengah masjid, hal itu dibolehkan karena mau ziarah ke Sayyidina  Ja’far bin Abu Tholibnya bukan ke masjidnya,&lt;br /&gt;demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah. Jadi kadang – kadang orang itu memahami hadits sepotong – sepotong saja.  &lt;br /&gt;Nah demikian itulah yang disebut safar sunnah. Ada yang disebut safar  wajib, safar wajib seperti jihad fisabilillah. Ada pula yang disebut  safar makruh, apa itu safar makruh ? yaitu safar sambil menjual barang –  barang yang makruh, barang makruh ada banyak. Ada safar  yang haram  yaitu safar sambil menjual barang – barang yang haram.  Kalau barang –  barang yang haram nggak usah kita sebutkan, seperti jual senjata tajam,  jual bom dll, nah semua itu tak bisa kita jamak shalatnya walaupun  safarnya jauh, tidak pula bisa tidak puasa dg alas an safar, kecuali  jika untuk safar yg mubah, sunnah dan wajib. . &lt;br /&gt;Hadirin &amp;amp; hadirat hal ini perlu dibahas namun sebelumnya saya  meminta Maaf kepada saudara – saudariku bahwa kaki saya agak sedikit  kambuh jadi kalau bicara saya miring kesini &amp;amp; miring kesana &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Saya menyarankan pada saudara – saudariku yang kucintai, yang  kumuliakan, adik – adikku yang InsyaAllah selalu bersamaku didalam  keluhuran dunia dan akhirat. Hindarilah di bulan Ramadhan dari pada  pemakaian petasan. Saran dari orang yang sangat menyayangimu dunia dan  akhirat. Apabila nasib saya di neraka maka kalian di sorga. Tapi kalau  saya masuk sorga, tak satupun dari kalian yang kulupakan sebelum kalian  sampai ke sorgaNya Allah. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jadi hindari pemakaian petasan, kalau bisa tidak usah digunakan. Hal  Ini sesuai dengan haditsnya yang kita baca bahwa Nabi Saw itu adalah  orang yang paling dermawan dan paling dermawan di bulan ramadhan dan  beliau itu dermawannya seperti angin yang berhembus, kalau angin  berhembus itu tak peduli siapa yg beliauberi dan tak mengingat ingatnya,  mungkin lupa, dulu kamu pernah memberi saya, nggak tau saya lupa,  demikian dermawannya Rasul saw, .dermawannya seperti itu, seperti angin  cepatnya. Cepat sekali. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, &lt;br /&gt;Masalah petasan nih, gimana kalau kita bersedekah aja.  Kenapa?,.masalahnya saudara – saudariku, yg senang dan terhibur kan Cuma  kita sendiri, beda jauh dg sedekah, orang lain yg mendapat manfaat  banyak darimu daripada pahala, dan tidak menngganggu orang lain. Tapi  kalau petasan, kalian yang senang, orang lain yang terganggu apalagi  kalau sudah sepuh (lanjut usia, lain lagi kalau orang yg bangunkan sahur  orangnya tak bangun bangun, apalagi kalau sudah  setengah lima belum  bangun maka dibunyikan ditelinganya…. (dg Nada canda)   &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Agar kalian ketahui, membangunkan orang sahur itu biar saja bangun  sendiri tanpa perlu petasan jam 2, setengah 2, setengah 3, maka biarkan  saja. Mau sahur nggak sahur, jam 4 dibangunkan, kini semua rumah sudah  ada alarm, beda dg dulu. &lt;br /&gt;saudara – saudariku,  maafkan saya karena ada sedikit kaget kalau  dengar petasan itu sedih. Kenapa ? karena Ayah saya meninggal sebab  dengar suaraletusan  petasan. Ayah saya itu kalau dalam perhitungan  hijriyahnya wafat pada 19 sya’ban tapi kalau masehinya makam tahun tahun  1996 atau 1997 beliau memiliki penyakit jantung. Disuatu waktu tetangga  sebelah membakar peytasan dan beliau memegang dadanya berkali kali dan  kesakitan kerena keget, setelah letusan itu berkali2, maka beliau  meninggal. &lt;br /&gt;Saya tak jumpa dg almarhum dan tak menyaksikan pemakamannnya, karena  masih sekolah di hadramaut, pulang tahun 1998 cuma lihat pusaranya saja.  &lt;br /&gt;hadirin – hadirat, jadi kalau saya mendengar petasan maka miris hati  saya karena Ayah saya dulu wafat gara – gara benda ini.  Tapi jangan  dijadikan patokan hukum ya ,jangan karena sebab kisah tadi maka kalian  katakana pada orang2 bikin petasan itu haram.. yang haram adalah  mengganggu masyarakat, .cuma saran saya lebih baik kumpulkan dananya  untuk para fuqara agar  para fuqara supaya nggak memikirkan ketupat  saja. 10 hari sebelum ramadhan udah mikirin ketupat belum dibeli, nggak  usah repot, nih dananya sudah siap..!, Cuma biasanya kalau ramadhan  banyak fuqaranya, berjejer dijalanan, kenapa nih? Kemarin duduk disini  sekali lewat ada yg beri 10.000, 20.000, saya berhenti dulu jadi tukang  gado gado, ngemis aja dibulan ramadhan, untungnya lebih besar, tapa pake  modal pula.., duh jangan sampai begitu, .demikian hadirin – hadirat  yang dimuliakan Allah.  &lt;br /&gt;mennyalakan petasan, berbeda kalau dalam perayaan maulid, atau ada  acara besar, yah, masih bisa dimaklumi, walau saya tetap kurang suka,  namun karena sudah lumrah maka masih bisa diterima dan difahami, dan  semua orang juga tahu ada acara disitu, tapi kalau tengah malam,  setengah 2 malam, setengah 3, membangunkan sahur tiap hari disiksa  dengan itu, malam lebaran mati..! (nada canda). Tiap hari disiksa benda  itu lantas pada puncaknya habis.  &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, selanjutnya kita dengarkan  sekaligus kita renungkan khutbahnya Rasulullah Saw di akhir bulan  sya’ban, beliau bersabda &lt;br /&gt;Khutbah ini riwayatnya lemah tetapi telah diriwayatkan lebih dari 25  riwayat dan ditemukan juga di Musnad Ahmad, mustadrak ala shahihain,  di  shahih lainnya, kalau dipecah – pecah riwayat dhoifnya  haditsnya…..shahih. Tapi kalau dipadu belum ada hadits yang meriwayatkan  paduan ini, kecuali riwayatnya dhoif. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Wahai ………manusia, telah datang kepadamu  bulan yang agung,  bulan yang penuh keberkahan, bulan yang padanya terdapat satu malam yang  lebih baik daripada seribu bulan. Allah jadikan puasa wajib pada siang  harinya, Allah jadikan shalat malamnya sunnah. Barangsiapa yang mendekat  kepada Allah dengan segala hal yang baik maka sama dengan hal – hal  yang fardhu. Dikatakan oleh Allah yang melakukan sunnah di saat itu  pahalanya sama dengan menunaikan hal yang wajib. Barangsiapa yang  mengerjakan hal – hal yang fardhu di bulan ramadhan maka pahalanya 70x  lebih besar daripada di bulan-bulan lainnya. Mau sholat subuh sama  dengan 70x sholat subuh, mau sholat dhuhur sama dengan 70x sholat  dhuhur. Demikianpula Hal – hal yang sunnah pahalanya sama dengan hal –  hal yang fardhu. dIalah bulan sya’ban, dialah bulan ampunan dari Allah  yang balasannya adalah sorga, dialah bulan untuk berderma. Hari dimana  Allah Swt mensucikan orang – orang mukmin, orang – orang muslim di bulan  ramadhan. Barangsiapa yang memberikan hidangan buka puasa maka baginya  ampunan atas dosa – dosanya dan dibebaskan ia daripada api neraka.  Semoga kita diantara mereka, amin. Dan ia mendapatkan pahala yang sama  dengan orang yang berpuasa, yang diberi makan itu tanpa dikurangi  sedikitpun pahalanya. Kalau orang puasanya setengah – setengah,  pahalanya 50% , tapi kalau orang yang memberi makan yang puasa pahalanya  bukan 50% melainkan 100% pahalanya. Urusan kekurangan makanan itu  ditanggung sendiri,namun ia yg menafkahinya ia sempurna pahalanya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; ( Maka berkata para sahabat ) Tidak semua dari kita mampu  untuk memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, maka Nabi Saw  bersabda kalau Allah memberikan pahala bagi mereka yang memberikan buka  puasa pada orang yang berpuasa ramadhan ini walau hanya sekedar sebutir  korma atau segelas air atau hanya sedikit makan. Hadirin – hadirat yang  dimuliakan Allah, barangsiapa yang meringankan pada para pembantunya  maka Allah mengampuni dosa – dosanya, demikian Imam Ibn Hajar Al  Atsqalani menjelaskan. Misalnya Hadirin – hadirat, yang punya pembantu,  kalian adik – adik, mungkin ibumu punya pembantu dirumahmu janganlah  bersikap galak dengan pembantumu karena di bulan ramadhan Allah  menjanjikan pada sabda Nabi ringankan bebannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Saudara – saudariku yang kumuliakan, Rasul Saw bersabda  melanjutkan khutbahnya: .perbanyak padanya 4 hal yaitu 2 hal yang  diridhoi Allah dan 2 hal yang  kalian tak mampu mendapatkannya kecuali  dari kedermawanannya,. 2 hal yang membuka kerdihoan Allah adalah ucapan  asyhaduala laa ilaaha ilallah, dan istighfar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; (astaghfirullah)  dan dua hal yg kita tidak mampu  mendapatkannya kecuali dari Allah adalah meminta sorga dan minta  dijauhkan dari neraka, (ucapa asyhadul alla ilaaha illallah,  astaghfirullah, nas’alulaljannata wanaudzubikaminannaar), barangsiapa  yang memberikan minuman, makanan jamuan kepada yang berpuasa maka ia  tidak akan merasa haus selama – lamanya sampai ia masuk sorga.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita bermunajat, Ya Rabbiy di hari pertama dan di malam kedua bulan  ramadhan ini, kami bermunajat kepada-Mu, malam ini yaitu malam di hari  senin yang pertama di bulan ramadhan ini, kami berdoa kepada-Mu semoga  Kau limpahkan maghfirah (ampunan) dan kabulkan hajat kami Ya Allah,  amin. Bagi kami yang masih berputus asa dari memohon kepada-Mu  bangkitkan harapan kami Ya Allah, ramadhan ini..ramadhan ini..ramadhan  ini..jadikan tersingkirnya segala musibah, Kau selesaikan segala hajat  kami dan berikan segala kemudahan dhahiran wa bathinan. Rabbiy jaga kota  kami, Rabbiy jaga bangsa kami, dari musibah, dari bencana alam dari  musibah – musibah yang besar &amp;amp; ganti dengan limpahan hujan hidayah, &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Katakanlah bersama – sama…….. &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ... يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Hati yang berani kepada-Mu, hati yang penuh dengan sangka buruk  pada-Mu, hati yang percaya pada-Mu, hati yang rindu pada-Mu dan Engkau  Maha Melihat, Engkau Maha Tahu, Engkau Maha Mendengar, jangan biarkan  kami didalam kesusahan, izinkan kami memanggil Nama-Mu, runtuhkan semua  musibah,  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لَاإِلهَ إِلَّا الله... لَاإِلهَ إِلَّا  الله... لَاإِلهَ إِلَّا الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, &lt;br /&gt;Kita terus bekerjasama dengan para aparat keamanan dan juga masih banyak  ditemukan jamaah kita yang masih belum memakai helm. Jadi helmnya  dipakai kalau majelis, dijaga nama baik majelis kita. Kita berikan  contoh pada mereka bukan mengikuti mereka tapi kita jadi contoh, jadi  yang memiliki helm pakailah, yang belum mempunyai helm segera kalau ada  rezki untuk di beli. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, &lt;br /&gt;jagalah kepala kita ini jangan sampai celaka. menjaga amanahnya Allah  akan dapat pahala. Helm dimana – mana standar SNI, kita Majelis  Rasulullah pinjam 100 juta untuk beli 1.000 helm, ……sudah lunas  ……….untuk supaya harganya dibawah standar daripada harga yang dipasaran,  kita beli langsung ke pabriknya supaya tidak terlalu mahal dan harganya  standar tapi tetap standar SNI. Bagian personil Kios Nabawi pernah saya  tanya “helm, di malam nisfu sya’ban di monas laku berapa?”, “lumayan  bib, laku 3 buah (jamaah tertawa, karena habib menunjukkan wajah yg  aneh, ratusan ribu yg hadir majelis nisfu sya;ban malah helm yg laku  Cuma 3 buah saja)” yang punya kemampuan beli silahkan beli dimana saja  dan jaga nama baik Majelis Rasulullah Saw. Alhamdulillah… yang paling  laku jaket, sebulan sampai 1.000 jaket, MasyaAllah!! Sementara helm  hanya 3, bagaimana kalau saya instruksikan masuk ,asjid harus pakai  helm…………!maaf cuma becanda.. &lt;br /&gt;Jadi hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, kita harus jadi  panutan, itulah pemuda, makanya begitu pemuda bergerak yang lain  bergerak. Sumpah pemuda juga itu penggerak pemuda sebagai pelopor.  orangtua dibelakang ketinggalan,. kalau pemuda itu kan menerobos ke  depan……….untuk memberi contoh yang lebih baik. Rukun, aman, tertib,  seperti kita ahlussunnah wal jamaah banyak, muslim juga tapi kita tidak  dengan perbuatan anarkis……………….itu lebih jahat tuh. Itu kalau 1 bunyi  door!, dor nya mereka itu menyamai 1000 petasan,  dan darimana mereka  mendapatkan itu?, ya dari tukan petasan yg dijual orang kita juga,   1.000 petasan itu rubuh rumah.  &lt;br /&gt;Jadi hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, jangan bukakan  kesempatan, mumpung petasan rame dibeli petasan banyak, jadilah bom –  bom yang siap untuk diledakkan dimana pun. Yang disalahkan orang – orang  muslim, peci – peci putih bermain petasan. Dari petasan itu menimbulkan  bahan peledaknya yang lebih bahaya.  &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, saya tidak akan membahas  petasan ini lebih panjang. Malam selasa yang akan datang majelis akan  dimulai pada pukul 20.45wib, biasanya 20.30wib. tapi kita mundur 15  menit untuk memberi kesempatan orang tarawih. Jadi orang masih tarawih  majelis sudah mulai, akhirnya nggak tarawih, jangan begitu ya. Jadi kita  mulainya 20.45wib. atau 20.50wib kita mengikuti Masjid Almunawar,  demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.  &lt;br /&gt;beberapa hari lagi, sekitar 2 minggu lagi, acara Haul Ahlul Badr dan  Nuzulul Qur’an serta sekaligus dipadu dengan doa di malam kemerdekaan.  Ada apa doa di malam kemerdekaan ? 17 Agustus 1945 itu tepat pada 17  ramadhan dimasa itu, jadi kita merayakan hari kemerdekaan, di istiqlal  insya ALLAH, jadi bagian dari Haul Ahlul Badr, bagian dari Nuzulul  Qur’an. Tempatnya dimana? Yg jelas gratis, .dimana?, kalau di geora bung  karno bayar karcis. Kita mau bikin di Monas, tidak bisa Karena malam 17  Agustus itu, ring 1 banyak tenda – tenda tentara, jadi kita  mengadakannya di Masjid Istiqlal. Malam 17 Agustus 2011 insyaAllah di  Istiqlal. Kabar sudah sampai dari Guru Mulia Al Musnid AlHabib Umar bin  Muhammad bin Hafidz dan beliau gembira, kenapa? Karena waktunya sama, 1  ramadhan disana (tarim, Yaman) 1 ramadhan disini, jadi malam 17 ramadhan  disana malam 17 ramadhan disini. Beliau bergembira dengan acara kita,  insyaAllah acara kita sukses.amin.   &lt;br /&gt;Selanjutnya qasidah penutup dan demikian saudara – saudariku yang  kumuliakan, selanjutnya doa penutup oleh fadhilatul sayyid AlHabib Hud  bin Muhammad bagir alattas, tafadhol masykuro. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-7142590321463160850?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/7142590321463160850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/kedermawanan-rasul-saw-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7142590321463160850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/7142590321463160850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/08/kedermawanan-rasul-saw-di-bulan.html' title='Kedermawanan Rasul SAW di Bulan Ramadhan'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-4983897584708352651</id><published>2011-07-31T20:44:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T20:44:41.247-07:00</updated><title type='text'>Beramal Sesuai Dengan Kemampuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   &lt;/span&gt;    &amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;     Sunday, 31 July 2011    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;           &lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَصُومُ  شَهْرًا، أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ، يَصُومُ شَعْبَانَ  كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ : خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ، مَا تُطِيقُونَ،  فَإِنَّ اللَّهَ، لَا يَمَلُّ، حَتَّى تَمَلُّوا      &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; (صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berkata Siti Aisyah ra: Belum pernah Nabi SAW berpuasa (puasa  sunnah) di suatu bulan lebih banyak dari puasa beliau di bulan sya’ban,  dan pernah beliau SAW berpuasa (sunnah) dibulan sya’ban keseluruhannya,  (kecuali hari terakhir), dan beliau SAW bersabda: Beramallah dengan amal  yang sesuai kemampuan kalian, maka sungguh Allah tiada pernah bosan,  hingga kalian yang bosan” (Shahih Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Image" border="0" height="227" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar%208.jpg" title="Image" width="170" /&gt;Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ  عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا  اْلجَمْعِ اْلعَظِيْمِ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Limpahan puji ke hadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Yang Maha  Mengundang kita hadir di dalam acara dan kemuliaan yang luhur ini,  semoga Allah Memuliakan dan Meluhurkan setiap langkah kehidupan kita  dhahir dan bathin kita, amal – amal kita dimuliakan hingga semakin  terluhurkan sepanjang hidup kita hingga kita wafat dalam puncak  keluhuran, berjumpa dengan Rabbul ‘Alamin di hari kiamat di dalam puncak  kemuliaan sebagai tamu yang dimuliakan Allah, sebagaimana malam ini  kita hadir sebagai tamu Allah, tamu kehormatan yang dimuliakan Allah  maka semoga kelak di yaumal qiyamah nama kita dipanggil satu per satu  sebagai tamu kehormatan Allah, tamu kehormatan Rabbul ‘Alamin Swt.  Semoga cahaya menerangi sanubari kita, semoga cahaya menerangi hari –  hari kita, cahaya kenikmatan, cahaya kebahagiaan, cahaya keluhuran,  cahaya kesucian, cahaya ucapan, cahaya penglihatan, cahaya pendengaran,  cahaya dalam setiap nafas kita dan setiap apa – apa yang kita lakukan  Allah berikan cahaya keberkahan, cahaya kemuliaan, cahaya kesucian,  cahaya pengampunan, Ya Rahman Ya Rahiim. Malam – malam terakhir di bulan  sya’ban yang luhur berhadapan dengan bulan ramadhan bulan yang  terluhur. Raja dari semua bulan yaitu Bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Sampailah kita pada hadits mulia ini bahwa diriwayatkan oleh  Sayyidatuna Aisyah radhiyallahu Radhiyallau ‘anha anha wa ardhaha bahwa&lt;b&gt;&lt;i&gt;  “belum pernah Nabi Saw melakukan puasa, puasa sunnah lebih banyak dari  bulan sya’ban bahkan pernah beliau melakukannya sebulan semuanya di  bulan sya’ban”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    Namun maksudnya adalah sebagian besar  daripada bulan sya’ban, demikian dijelaskan oleh Imam Ibn Hajar Al  Atsqalani didalam Fathul Baari bi syarah Shahih Bukhari, makna &lt;b&gt;&lt;i&gt;sya’ban kullahu &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;   adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;sya’ban aktsarahu,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     jadi sebagian besar daripada bulan sya’ban Rasul Saw berpuasa. Namun  ada juga Imam Ibn Hajar mengatakan bahwa Rasul betul – betul berpuasa  seluruh bulan sya’ban kecuali hari terakhirnya yaitu hari &lt;b&gt;&lt;i&gt;syak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    hari penghujung bulan sya’ban memasuki bulan ramadhan.  &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Terdapat 2 pendapat di dalam puasa di bulan sya’ban di setengah yang  kedua setelah nisfu sya’ban, sebagian ulama mengatakannya makruh. Namun  dengan riwayat ini dan juga para Imam – Imam pendahulu kita para  shalafus-shalih, mereka memperbanyak puasa bahkan ada diantara mereka  dimulai dari bulan rajab sudah berpuasa. Rajab, sya’ban, ramadhan tidak  berhenti puasanya kecuali di hari &lt;b&gt;&lt;i&gt;syak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    yaitu hari  terakhir di bulan sya’ban. Kenapa mereka sebagian memakruhkan puasa di  setengah bulan sya’ban yang terakhir, 15 sya’ban setelah nisfu sya’ban?  karena sebagian Imam menjelaskan di hari – hari itu justru kita tidak  berpuasa sunnah supaya ramadhannya lebih terasa, namun itu di masa  mereka. Di masa mereka itu ibadah puasa itu sangat ringan terasanya maka  dibiarkan sya’ban berpuasa setengah bulan saja, maka mulai awal  ramadhan terasa kembali lapar dan hausnya hingga terasa puasanya.  Berbeda dengan kita, Di masa kini, yang saat kita lemah barangkali  sebagian dari muslimin bahkan sebagian besar muslimin lemah dari  beribadah puasa dan kuat berbuat dosa, justru layaknya memperbanyak juga  puasa di bulan sya’ban untuk mempermudah puasanya di bulan ramadhan.  Karena kalau puasa sya’ban setengah hari tidak kuat bisa batal karena  puasa sunnah bukan puasa yang wajib. Namun ketika sudah masuk bulan  ramadhan, ia sudah terbiasa dengan puasa di bulan sya’ban maka hal  itulah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw sebagaimana dijelaskan oleh Al  Imam Ibn Hajar Al Atsqalani bahwa Rasul memperbanyak puasa di bulan  sya’ban, karena bulan sya’ban ini bulan tengah antara awal bulan rajab  dan bulan ramadhan banyak orang ghaflah (lalai) di bulan sya’ban.  Demikian dijelaskan Al Imam Ibn Hajar maka Rasul justru memperbanyak  ibadah di malam itu, di malam – malam bulan sya’ban dan memperbanyak  puasa di bulan sya’ban.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Di hadapan kita bulan terluhur yang setiap pahala ditambahkan 700x  lipat. Setiap pahalanya dilipatgandakan 700x lipat bahkan lebih.  Dijelaskan oleh Hujjatul Islam wabarakatul anaam Al Imam Nawawi alaihi  rahmatullah bahwa puasa ramadhan adalah salah satu amal yang  dilipatgandakan padanya 700x lipat bahkan lebih untuk ibadah selain  puasanya di bulan ramadhan. Kalau ibadah puasanya tidak ada hitungannya,  sudah melebihi daripada itu karena Allah Swt telah menjelaskan langsung  di dalam firman-Nya &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  الصِّيَامُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِه  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“bahwa puasa itu adalah untuk-Ku (Allah) dan Aku akan membalasnya langsung”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka hadirin – hadirat, tanpa perhitungan 700x lipat lebih dari itu.  Setiap detik selain ibadah puasanya, tidak dibayangkan besarnya pahala  seperti apa puasa itu. Selain itu setiap detik ibadah kita 700x lipat  atau lebih karena hadits shahih bukhari dan shahih Muslim dan lainnya  menjelaskan itu, hujjatul islam imam nawawi mengatakan 10x sampai 700x  lipat atau lebih. Namun Al Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang 700x lipat  itu kapan? diantaranya di bulan ramadhan kalau secara waktu, kalau  secara tempat diantaranya Masjidil Haram atau di majelis – majelis  dzikir seperti sekarang ini, seperti saat ini tidak mustahil sekali  seakan – akan 700x lipat atau lebih karena di dalam perkumpulan yang  penuh keberkahan.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Bisa kita bayangkan setiap kali ibadah kita dikalikan 700x lipat. Kita  tidak tau apakah ramadhan yang akan datang masih akan kita temui atau  ini adalah ramadhan terakhir bagi kehidupan kita. Maka oleh sebab itu  perbanyaklah ibadah semampu kita sebagaimana hadits yang diteruskan oleh  Rasul Saw bersabda riwayat Sayyidatuna Aisyah &lt;b&gt;&lt;i&gt;“beramal lah sebagaimana kemampuan kalian”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    Jangan memaksakan diri, sekedar saja sesuai kemampuan kalian.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   إِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ، حَتَّى تَمَلُّوا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sungguh Allah Swt itu tidak pernah bosan sampai kalian sendiri yang bosan”. (HR. Shahih Bukhari),&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Allah Swt nggak ada bosannya. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Oleh sebab itu fahamilah bahwa di dalam rahasia kemuliaan ibadah itu  berbuatlah semampunya dan seindahnya. Jangan berbuat ibadah itu  semampunya tetapi kita tidak berbuat semampunya malah berbuat &lt;b&gt;&lt;i&gt;semaunya. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    Nah, kalau semampunya layaknya membuat ibadah itu seindah – indahnya  dan  semampu kita. Allah tidak memaksakan lebih daripada kemampuan kita.  Lalu Rasul Saw bersabda  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  اِكْلِفُوْا مِنَ اْلأَعْمَالِ مَا تُطِيْقُوْنَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(رواه البخاري)  &lt;b&gt;&lt;i&gt;“paksa dirimu sampai batas kemampuan”. (HR. Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya apa? Jhal ini penjelas dari lihat firman Allah swt &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; (البقرة :٢٨٦ )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Tiadalah Allah Swt memaksa seorang manusia itu melebihi kemampuannya”. (QS. Al Baqarah : 286)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian hadirin untuk bermalas – malasan, jangan sampai hal  itu terjadi, justru dijadikan Rasul Saw bersabda paksa dirimu sampai  batas kemampuanmu. Kalau sudah sampai batas kemampuan itu tidak mampu  lagi maka jangan paksakan lebih dari itu. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Sebagian dari kita justru memaksakan diri dalam hal – hal yang bersifat  fana, namun tidak memaksakan diri dalam hal – hal yang bersifat abadi.  Diriwayatkan didalam satu riwayat yang tsiqah (riqYt yg kuT Dasarnya)  ketika seseorang diberi ada sayembara dimana orang yang punya tanah yang  sangat luas, ia berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt;“aku berikan tanah ini pada siapa saja  yang ia pergi mulai terbitnya fajr (subuh) dan ia sudah kembali sebelum  terbenam matahari”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    sejarak yang ia tempuh ujungnya, tanah  itu miliknya. Silahkan ambil! Maka orang pun berduyun – duyun, salah  satu diantaranya dengan sigapnya ia mulai berangkat dari mulai terbitnya  fajr ia berlari dengan sekencang – kencangnya, belum sampai beberapa 1  jam baru mencapai waktu isyraq ia sudah terengah – engah namun ia  paksakan dirinya terus, karena apa? ini makin terik banyak tanahnya yang  harus ia capai ia dapatkan maka ia terus memaksa dirinya akhirnya  keberatan dengan bawaannya, makanan dan minuman pun ia tinggalkan, ia  teruskan lagi dan tidak kembali lagi ditaruh makanan dan minuman ini  maka ia tinggalkan. Sampai waktu dhuha ia sudah kelelahan, sampai waktu  dhuhur ia sudah berjalan perlahan – lahan namun ia masih terus  memaksakan dan ia harus kembali mencapai jalan yang ia sudah lewati  dengan berlari, berjalan cepat sampai berjalan sampai sudah tengah hari  ia mencapai jalan pulang dan belum sampai tempatnya ia sudah terjatuh  dan ia merangkak memaksakan dirinya untuk mencapai waktu terbenamnya  matahari di tempat ia mulai, namun belum sampai ke tempatnya ia sudah  wafat kelelahannya maka yang ia dapatkan hanya tanah 1 x 2 meter untuk  makamnya. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, hal seperti ini  teriwayatkan dan jangan sampai kita terjebak di dalamnya. &lt;br /&gt;Rahasia kemuliaan ibadah ditawarkan sedemikian 700x lipat dalam  setiap satu ibadah, sekali kau bersujud terhitung 700x sujud, sekali kau  memuji Subhanallah atau berdzikir dikalikan 700x atau lebih, betapa  agungnya!. Namun hadirin – hadirat, ada juga beberapa pahala yang perlu  kita pahami didalam rahasia kemuliaan bulan sujud ini. Bulan ramadhan  itu kalau kita hitung dengan perhitungan witir dan ba’diyah isyanya  1500x sujudnya, karena kalau 20 rakaat berarti 40x sujud dalam setiap  malamnya. 1 bulan kalau 30 hari 1500x, tambah witir 3 rakaat kalikan 30  kalikan 2, karena setiap 1 rakaat 2x sujud tambah ba’diyah isyanya 2  rakaat kalikan 30 hari kalikan 2 setiap rakaatnya, jumlahnya 1500x  sujud. Hanya ba’diyah isya, sholat tarawih, dan sholat witir.  Hadirin, ba’diyah isya, sholat tarawih, dan sholat witir 3 rakaat, ini  semua sudah 1500x sujud. Itu sholat malam kita. Hadirin – hadirat, dan  salah satu malamnya sudah tersirat malam lailatul qadr. Hadirin –  hadirat, terangi malam itu dengan kemuliaan malam seribu bulan, di bulan  ramadhan itu berapa banyak rahasia kemuliaan dari keberkahan yang Allah  berikan kepada hamba – hamba Nya berupa kemudahan khususnya bagi para  pecinta Sayyidina Muhammad Saw. Kejadian Badr Al Kubra kejadiannya di  bulan ramadhan, kejadian Fatah Makkah dimana Makkah Al Mukarramah  dikembalikan ke dalam iman ke dalam islam diruntuhkan 360 patung –  patung quraisy  berhala – berhalanya. Ka’bah dibersihkan dari 360  patungnya hal itu kejadiannya juga di bulan ramadhan. Dan di bulan  ramadhan juga kejadian yang sangat agung yang sudah kita kenal yaitu  Nuzulul Qur’an (turunnya alqur’anul karim) di bulan ramadhan juga dan  kejadian yang lain malam lailatul qadr.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Demikian agungnya bulan yang sangat suci dan luhur ini maka muliakanlah  semulia – mulianya ajakan Allah Swt. Didalam syarat orang – orang yang  wajib berpuasa atau puasa, ada 5 syarat yaitu: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang pertama Islam,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     sudah jelas. Kalau seandainya ia non muslim tidak perlu berpuasa  ramadhan. Hadirin – hadirat, lalu bagaimana bila ia seorang yang murtad  (sudah muslim keluar dari islam) lalu kembali lagi (ke islam lagi) maka  ia wajib meng qadha puasa ramadhannya yang ia lewati karena ia sudah  keluar islam di satu masa lalu ia murtad lalu ia kembali di satu masa  dan ia wajib meng qadhanya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang kedua Aqil dan Baligh.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     Berakal dan baligh (baligh adalah orang yang sudah mencapai usia  baligh). Berakal disini tentunya lepas dari orang – orang yang tidak  waras. Orang yang tidak waras tidak wajib berpuasa, namun jika  ketidakwarasannya itu sembuh maka ia mengganti dengan meng qadhanya.  Kalau ia pingsan, tidak disebut tidak waras. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang ketiga adalah Kemampuan,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     yang mampu melakukan puasa yaitu siapa? ada orang – orang yang  menyusui atau orang – orang yang hamil tidak mampu berpuasa, atau orang –  orang yang haram, haram itu sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa  maka tidak diwajibkan bagi mereka berpuasa. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang keempat Kesehatan,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     kalau ia sehat  termasuk padanya orang yang suci dari haidh dan  nifas, ini masuk kepada yang mampu. Kalau ia dalam keadaan haidh ataupun  nifas maka ia tidak berpuasa ramadhan namun ia meng qadhanya di waktu  lainnya. Selanjutnya masalah sehat, kalau seandainya ia sakit dan  dirisaukan akan membawa mudharat atau bahaya bagi dirinya jika ia  paksakan berpuasa maka ia hendaknya berbuka lalu meng qadhanya di hari  lainnya. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, demikian dan jika ia  tidak waras atau ia pingsan. Kalau pingsan membatalkan puasa maka ia  wajib meng qadhanya, kalau ia tidak waras lalu sembuh maka hendaknya ia  meng qadhanya. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, lalu &lt;b&gt;&lt;i&gt;yang terakhir adalah wajib berpuasa bagi orang yang tinggal di tempat tinggalnya,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    bukan dalam keadaan perjalanan. Kalau perjalanan melebihi &lt;b&gt;&lt;i&gt;marhalatain (yaitu perjalanan 82 kilometer)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     maka ia boleh melakukan buka puasanya namun hendaknya ia keluar dari  wilayahnya sebelum terbitnya waktu subuh, sebelum subuh sudah keluar,  dari Jakarta misalnya menuju bandung, gimana kalau di perjalanan bib,  boleh nggak? ya kalau tujuannya melebihi 82km, maka ia kalau safar  menuju jarak lebih dari 82km maka mulai ia keluar dari tempat /  wilayahnya, maka ia sudah boleh buka jika mau, karena tujuannya menxapai  82km, walau ia baru mencapai beberpa km saja, namun yg dijadikan acuan  hukum adalah jarak tujuannya, maka walau belum mencapai 82 km ia sudah  boleh buka puasa untuk perjalanan 82 km nya atau lebih, kalau kita safar  dan keluar dari wilayahnya sudah mencapai waktu fajarm mnaka tak  dibelohkan ia buka hari itu, walau jaraknya 82km, maka boleh buka pada  hari esoknya jika safar masih berlanjut. Kalau sudah sampai di tempatnya  ke tempat tujuannya sudah sampai maka selesai sudah masanya, nggak  boleh lagi kita berbuka puasa, kita harus melanjutkan puasanya. Kecuali  ia niat tinggal di tujuannya maksimal 6 hari, maka ia termasuk bileh  buka, asal jangan melebihinya, Demikian saudara – saudariku yang  kumuliakan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan qadha puasanya? Banyak sekali ditanyakan.  Wanita yang menyusui lalu batal puasanya sama hukumnya dengan wanita  yang hamil. Hukumnya sama, bagaimana? kalau ia batal itu sebab kelemahan  dirinya karena risau akan keselamatan dirinya maka ia batal, ia hanya  meng qadha puasanya saja. Tapi kalau karena janinnya atau ia menyusui  karena bayinya bukan karena dirinya atau karena keselamatan janinnya  maka ia meng qadha ditambah setiap hari sekali karena ia tidak puasa  maka qadha (misalnya 5 hari atau 10 hari) ia meng qadha ditambah setiap  harinya sedekah 1 mud fidyah. 1 mud itu berapa perhitungannya?  Perhitungan 1 mud itu seperti 12 mud itu sama dengan 10 liter, jadi kira  – kira 4 mud itu 3,5 liter, gampangnya begitu. 12 mud sama dengan 10  liter, itu fidyah. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, hal – hal  seperti itu layak kita ketahui karena barangkali kita melewati kejadian  seperti itu atau barangkali diantara kita ada yang tanya atau  keluarganya atau kerabatnya menyangkut masalah itu. Hal – hal yang  terjadi tanpa disengaja tidak membatalkan puasa. Muntah nggak sengaja  tidak membatalkan puasa, itu sudah kita bahas. Lalu keluar darah mimisan  juga tidak membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa itu suntikan  apabila ia masuk ke syaraf, di tangan tapi ke syaraf, itu syaraf  mengalirkan darah masuk ke jantung, itu membatalkan. Segala sesuatu yang  masuk dengan sengaja ke al jauf. Jauf adalah yang dibawah leher dan  diatas pinggang, pinggang ke atas sampai ke leher itu disebut al jauf.  Masuk kesitu maka membatalkan puasa. Untuk suntikan kalau ia dibius  lokal untuk wilayah lokal saja maka tidak membatalkan puasa tapi kalau  masuk ke urat maka urat akan mengalirkan ke jantung masuk ke al jauf  jadi membatalkan puasa. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan  Allah, saya sebutkan dan juga sudah sering kita bahas.&lt;br /&gt;Hal – hal selanjutnya akan kita bahas dan kita pahami bahwa rahasia  kemuliaan puasa itu tersimpan di dalam setiap usia kita. Patut bagi kita  untuk membuka dan memahaminya. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,  didalam rahasia kemuliaan ramadhan, Allah Swt berikan rahasia keagungan  di malam lailatul qadr. Di malam yang luhur itulah Allah Swt menjadikan  setiap ibadah yang beribadah di malam itu seakan pahalanya seribu  bulan. Bukan detik sa’atul ijabah, lailatul qadr itu &lt;b&gt;&lt;i&gt;turun malaikat dimalam itu sampai terbitnya fajar,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     sampai naik fajr. Itu kemuliaan sa’atul ijabah terus saat itu  sepanjang malam sampai subuh. Hadirin – hadirat, jadi bukan sedetik dua  detik, tapi sepanjang malam. Cuma malamnya yang mana? sebagian  mengatakan di 10 malam terakhir, ada yang mengatakan di malam – malam  ganjil di 10 malam terakhir, ada yang mengatakan di malam pertama bulan  ramadhan, ada yang mengatakan di malam terakhir bulan ramadhan, masing –  masing punya pendapat. Ya sudah perbanyak saja ibadah setiap malamnya,  pastikan salah satu malamnya kena. Siapa yang ibadah di malam itu  dikalikan seribu bulan. Kalau tarawih setiap malam nggak lepas pasti  salah satunya kena ke dalam malam yang kita lalui dikalikan seakan –  akan seribu bulan. Nah di malam itu ada sa’atul ijabah, yaitu apa detik –  detik dimana Allah Swt pasti mengabulkan doa hamba-Nya, apapun  macamnya.&lt;br /&gt;Sewaktu – waktu ada kejadian di Makkah, zaman kakek saya tinggal  disana. Ini cerita – cerita orang – orang badui yang muslim, mereka  suami istri jalan dengan onta. Masuk ke wilayah lembah dengan ontanya  jalan kaki dengan onta. Dua – duanya orang awam/dusun, istrinya berkata  “bagaimana kalau malam ini malam lailatul qadr dan kita kena pas saatnya  ijabah, kamu mau apa?”, suaminya : “aku ingin tidak capek”, “kenapa?”,  “kaki onta tinggi kalau kita berdiri”. Hadirin – hadirat, itu perutnya  masih di atas kepala kita. “pendekkan kakinya”, seperti naga gitu,  supaya apa? supaya mudah menaikinya, Begitu mengucap seperti itu tepat  disaat sa’atul ijabah di malam lailatul qadr, maka seluruh ontanya  menjadi pendek. Bingung dia cari ontanya lari – lari masuk ke semak –  semak tidak kelihatan, karena pendek sudah seperti ular bentuknya.  “Astaghfirullahal adzhim, ini gara – gara ucapanmu nggak bener”, kata  istrinya. Suaminya bingung dan berkata : aku tidak menyangka akan begini  sebab ucapanku, ontaku lari ke semak – semak tidak keliahatan sudah  seperti ular ntidak ada kakinya, kakinya pendek sekali”.&lt;br /&gt;Namun dijelaskan oleh para ulama kita memungkinkan bahwa lailatul  qadr itu sa’atul ijabah bisa datang dua sampai tiga kali. Dan hadirin –  hadirat, onta orang dusun itu yang satu kemana yang satu ke semak –  semak yang satu masuk ke rumah berpencar dan tidak ketahuan keeradaannya  kalau tidak ada kakinya onta kita itu”, tapi suaminya berkata “kalau  seandainya ini malam lailatul qadr berulang – ulang lagi, aku minta  dikembalikan semula lagi”, Subhanallah! Di waktu yang tepat. Itu cerita  dari kakek saya. Maka kembalilah semua onta itu pada bentuk aslinya  sebagaimana sebelum ia berdoa pertama kali, maka kembali adanya, maka  berkata istrinya “kamu ini bagaimana?, doanya koq seperti inii, onta  kita  mau pendek mau tinggi, coba minta/doa yang lain tadi”, suaminya  menjawab :“aku juga tidak tau, tadi bahwa ada saat ijabah lagi muncul  kedua kalinya”.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan kita sa’atul ijabah, kita minta satu dua kali  namun jadikan setiap detik adalah sa’atul ijabah, Ya Aziz semoga Allah  Swt menjadikan hari – hari kita didalam kemuliaan dhahiran wa bathinan  sepanjang waktu dan zaman. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, di malam ini kita akan membacakan fatihah untuk  yang wafat yaitu beberapa nama yang wafat diantaranya adalah AlHabib  Syauqi bin Syahab, usianya sepuh dan beliau seorang yang berjasa pada  majelis rasululllah saw dalam masa perkembangannya dan beliau wafat pada  beberapa hari yang lalu dan juga wafat AlHabib Salim bin alwi alhamid  kebun nanas beberapa hari yang lalu. Demikian pula hb syaugi bin shahab,  semoga Allah Swt memberikan maghfirah, diberikan keluasan di alam  barzah dan semua yang kerabat dan sahabat kita yang wafat. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Allahumma firlahum……ala hadziniyah wa kulli niyyatin sholihah wa ila hadrotin Nabi Muhammad saw,.alfatihah  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Kita berdoa bersama – sama semoga kita selalu mendapatkan  kesehatan dan afiah, Allah Swt tidak mewafatkan kita kecuali dalam  keadaan husnul khatimah, kumpulkan kami bersama orang – orang yang  mencintai Allah, jadikan kami orang – orang yang mencintai Nabi Muhammad  Saw, orang yang paling ramah, orang yang paling sopan, orang yang  paling indah budi pekertinya, orang yang paling berlemah lembut kepada  siapapun, Nabi kita Muhammad SAW wa barak’alaih wa ‘ala alih.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Maka kita memohon kepada Rabbul ‘Alamin di malam selasa ini, di minggu  terakhir bulan sya’ban ini, malam selasa yang akan datang kita masih  tetap di masjid ini dan majelis ini tidak ada liburnya. Hadirin –  hadirat yang masih bisa hadir silahkan hadir, kalau yang mudik semoga  diberi keselamatan. &lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Mari kita bermunajat bersama, memohon kepada Allah Swt seluruh hajatmu,  hadirkan apa yang kau inginkan, yang kau harapkan, Allah Maha Melihat  dan Allah Maha Mendengar  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Katakanlah bersama – sama……..&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ... يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Seluruh hajat kami, segala yang kami harapkan beri lebih dari yang  kami minta, beri kami kebahagiaan, beri kami kemudahan, beri kami  ketenangan, beri kami kesejahteraan dunia dan akhirat. Kau-lah Yang Maha  Tunggal dalam Keabadian, Tunggal dan Abadi dalam Kesempurnaan, Tunggal  dan Abadi dalam Keindahan, Tunggal dan Abadi dalam Kekuasaan, Tunggal  dan Abadi dalam segala kejadian dan ketentuan, Tunggal dan Abadi dalam  menguasai setiap nafas kita. Wahai Yang Maha Mengetahui berapa sisa  nafas kami yang akan datang, jangan akhirkan sisa usia kami pada sia –  sia, namun pada Kasih Sayang-Mu, pada Kelembutan-Mu, pada Pengampunan-Mu&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Robbana dholamna anfusana wa ilam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khasirin….. (doa Nabi Adam) Jika Kau tidak mengasihani kami, tidak mengampuni kami, kami………….dalam segala waktu dunia dan akhirat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di Majelis ini menjanjikan pengampunan-Mu  &lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   ياَابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ وَلاَ أُباَلِيْ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wahai keturunan Adam jika kau berdoa dan berharap kepada-Ku,  Ku-ampuni dosa – dosamu tanpa Ku-pertanyakan lagi, jika kau datang  dengan membawa dosa setinggi langit lalu kau meminta pengampunan  kepada-Ku, Ku-ampuni dosa – dosamu &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لَاإِلهَ إِلَّا الله... لَاإِلهَ إِلَّا  الله... لَاإِلهَ إِلَّا الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Kita ucapkan marhaban minkum kepada guru kita Fadhilatul Syekh Ridwan Al  Amri beliau bari kembali dari hadramaut, Tarim, menghadap Guru Mulia  AlMusnid Al Arif Billah AlHabib Umar bin Salim bin Hafidh. Beliau kita  doakan supaya dapat keberkahan, Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,  insyaAllah kita akan berjumpa lagi dengan beliau di malam – malam  berikutnya. Selanjutnya qasidah yang mengingatkan kita kepada indahnya  Nabi kita Muhammad Saw dan doa penutup oleh guru kita Fadhilatul Sayyid  AlHabib Hud bin Muhammad Bagir Al Atthas. Tafadhol masykura &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td align="left" class="modifydate" colspan="2"&gt;     &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8582038474196321076-4983897584708352651?l=alfianibnukharis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/feeds/4983897584708352651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/07/beramal-sesuai-dengan-kemampuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4983897584708352651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8582038474196321076/posts/default/4983897584708352651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfianibnukharis.blogspot.com/2011/07/beramal-sesuai-dengan-kemampuan.html' title='Beramal Sesuai Dengan Kemampuan'/><author><name>Alfian Ibnu Kharis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02022829410856736365</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-63ZP8rSryq4/TfwwjyHiJuI/AAAAAAAAABc/nKTYZ2FSrIA/s220/230105_1667809898653_1339490788_31399823_7232125_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8582038474196321076.post-2672966308116732456</id><published>2011-07-22T01:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-22T01:01:52.359-07:00</updated><title type='text'>Mazhab</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Pengertian_ulama_fiqih"&gt;Pengertian ulama fiqih&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Mazhab menurut ulama&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fiqih" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Fiqih"&gt;fiqih&lt;/a&gt;, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu&amp;nbsp;&lt;i&gt;furu'&lt;/i&gt;. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-mediamuslim_0-1" style="line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab#cite_note-mediamuslim-0" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Pembagian_Mazhab"&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Mazhab&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Mazhab yang digunakan secara luas saat ini antara lain&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Hanafi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mazhab Hanafi"&gt;mazhab Hanafi&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Maliki" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mazhab Maliki"&gt;mazhab Maliki&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Syafi%27i" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mazhab Syafi'i"&gt;mazhab Syafi'i&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Hambali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mazhab Hambali"&gt;mazhab Hambali&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dari kalangan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sunni"&gt;Sunni&lt;/a&gt;. Sementara kalangan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Syi'ah"&gt;Syi'ah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;memiliki&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dua_Belas_Imam" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Dua Belas Imam"&gt;mazhab Ja'fari&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ismailiyah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ismailiyah"&gt;Ismailiyah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaidiyah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Zaidiyah"&gt;Zaidiyah&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunni"&gt;&lt;br /&gt;Sunni&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;&lt;b&gt;Sunni&lt;/b&gt;&amp;nbsp;atau lebih dikenal dengan&amp;nbsp;&lt;b&gt;Ahlus-Sunnah wal Jama'ah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;pada awal mula perkembangannya banyak memiliki aliran, ada beberapa sahabat, tabi'in dan tabi'it tabi'in yang dikenal memiliki aliran masing-masing. Sampai kemudian terdapat empat mazhab yang paling banyak diikuti oleh Muslim Sunni. Di dalam keyakinan Sunni, empat mazhab yang mereka miliki valid untuk diikuti, perbedaan yang ada pada setiap mazhab tidak bersifat fundamental.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Hanafi"&gt;&lt;br /&gt;Hanafi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Didirikan oleh&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Abu_Hanifah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Imam Abu Hanifah"&gt;Imam Abu Hanifah&lt;/a&gt;, Mazhab Hanafi adalah yang paling dominan di dunia Islam (sekitar 45%), penganutnya banyak terdapat di&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Asia"&gt;Asia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Selatan (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakistan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Pakistan"&gt;Pakistan&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/India" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="India"&gt;India&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangladesh" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Bangladesh"&gt;Bangladesh&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Lanka" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sri Lanka"&gt;Sri Lanka&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maladewa" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Maladewa"&gt;Maladewa&lt;/a&gt;),&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bagian Utara, separuh&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Irak"&gt;Irak&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syria" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Syria"&gt;Syria&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Libanon" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Libanon"&gt;Libanon&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Palestina"&gt;Palestina&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(campuran Syafi'i dan Hanafi), Kaukasia (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chechnya" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Chechnya"&gt;Chechnya&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dagestan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Dagestan"&gt;Dagestan&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Maliki"&gt;&lt;br /&gt;Maliki&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Didirikan oleh&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Malik" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Imam Malik"&gt;Imam Malik&lt;/a&gt;, diikuti oleh sekitar 25% muslim di seluruh dunia. Mazhab ini dominan di negara-negara&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Afrika"&gt;Afrika&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Barat dan Utara. Mazhab ini memiliki keunikan dengan menyodorkan tatacara hidup penduduk&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sebagai sumber hukum karena Nabi&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muhammad"&gt;Muhammad&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt;, hidup, dan meninggal di sana; dan kadang-kadang kedudukannya dianggap lebih tinggi dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Hadits"&gt;hadits&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Syafi.27i"&gt;&lt;br /&gt;Syafi'i&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Dinisbatkan kepada&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Syafi%27i" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Imam Syafi'i"&gt;Imam Syafi'i&lt;/a&gt;&amp;nbsp;memiliki penganut sekitar 28% muslim di dunia. Pengikutnya tersebar terutama di&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Turki" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Turki"&gt;Turki&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Irak"&gt;Irak&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syria" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Syria"&gt;Syria&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iran" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Iran"&gt;Iran&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Somalia" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Somalia"&gt;Somalia&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaman" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Yaman"&gt;Yaman&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Thailand"&gt;Thailand&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Singapura"&gt;Singapura&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Filipina"&gt;Filipina&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Lanka" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Sri Lanka"&gt;Sri Lanka&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan menjadi mazhab resmi negara&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Brunei"&gt;Brunei&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Hambali"&gt;&lt;br /&gt;Hambali&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Dimulai oleh para murid&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad_bin_Hambal" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Imam Ahmad bin Hambal"&gt;Imam Ahmad bin Hambal&lt;/a&gt;. Mazhab ini diikuti oleh sekitar 5% muslim di dunia dan dominan di daerah&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Arab" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Semenanjung Arab"&gt;semenanjung Arab&lt;/a&gt;. Mazhab ini merupakan mazhab yang saat ini dianut di&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Arab Saudi"&gt;Arab Saudi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Syi.27ah"&gt;Syi'ah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;&lt;b&gt;Syi'ah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;atau lebih dikenal lengkapnya dari kalimat bersejarah&amp;nbsp;&lt;b&gt;Syi`ah `Ali&lt;/b&gt;&amp;nbsp;pada awal mula perkembangannya juga banyak memiliki aliran. Namun demikian hanya tiga aliran yang masih ada sampai sekarang, yaitu Itsna 'Asyariah (paling banyak diikuti), Ismailiyah dan Zaidiyah. Di dalam keyakinan utama Syi'ah, Ali bin Abu Thalib dan anak-cucunya dianggap lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai khalifah dan imam bagi kaum muslimin. Di antara ketiga mazhab Syi'ah terdapat perbedaan dalam hal siapa saja yang menjadi imam dan pengganti para imam tersebut pada saat ini.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Ja.27fari"&gt;&lt;br /&gt;Ja'fari&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Mazhab Ja'fari atau Mazhab Dua Belas Imam (&lt;i&gt;Itsna 'Asyariah&lt;/i&gt;) adalah mazhab dengan penganut yang terbesar dalam Muslim Syi'ah. Dinisbatkan kepada&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imamah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Imamah"&gt;Imam&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ke-6, yaitu&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ja'far ash-Shadiq"&gt;Ja'far ash-Shadiq&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muhammad al-Baqir"&gt;Muhammad&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali bin Husain"&gt;Ali&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Husain bin Ali"&gt;Husain&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali bin Abi Thalib"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt;. Keimaman kemudian berlanjut yaitu sampai&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Mahdi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muhammad al-Mahdi"&gt;Muhammad al-Mahdi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_al-Asykari" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Hasan al-Asykari"&gt;Hasan al-Asykari&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_al-Hadi" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali al-Hadi"&gt;Ali al-Hadi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Jawad" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muhammad al-Jawad"&gt;Muhammad al-Jawad&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_ar-Ridha" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali ar-Ridha"&gt;Ali ar-Ridha&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa_al-Kadzim" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Musa al-Kadzim"&gt;Musa al-Kadzim&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ja'far ash-Shadiq"&gt;Ja'far ash-Shadiq&lt;/a&gt;. Mazhab ini menjadi mazhab resmi dari Negara&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iran" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Iran"&gt;Republik Islam Iran&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Ismailiyah"&gt;&lt;br /&gt;Ismailiyah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Ismailiyah"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; font-weight: normal;"&gt;Mazhab Ismaili atau Mazhab Tujuh Imam berpendapat bahwa&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ismail_bin_Ja%27far&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Ismail bin Ja'far (halaman belum tersedia)"&gt;Ismail bin Ja'far&lt;/a&gt;&amp;nbsp;adalah Imam pengganti ayahnya&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jafar_as-Sadiq" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Jafar as-Sadiq"&gt;Jafar as-Sadiq&lt;/a&gt;, bukan saudaranya&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa_al-Kadzim" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Musa al-Kadzim"&gt;Musa al-Kadzim&lt;/a&gt;. Dinisbatkan kepada&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ismail_bin_Ja%27far&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Ismail bin Ja'far (halaman belum tersedia)"&gt;Ismail&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ja'far ash-Shadiq"&gt;Ja'far ash-Shadiq&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muhammad al-Baqir"&gt;Muhammad&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali bin Husain"&gt;Ali&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Husain bin Ali"&gt;Husain&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali bin Abi Thalib"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt;. Garis Imam Ismailiyah sampai ke Imam-imam&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aga_Khan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Aga Khan (halaman belum tersedia)"&gt;Aga Khan&lt;/a&gt;, yang mengklaim sebagai keturunannya.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: initial; border-bottom-style: none; border-bottom-width: initial; color: black; font-size: 17px; font-weight: bold; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Zaidiyah"&gt;&lt;br /&gt;Zaidiyah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Mazhab Zaidi atau Mazhab Lima Imam berpendapat bahwa&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Ali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Zaid bin Ali"&gt;Zaid bin Ali&lt;/a&gt;&amp;nbsp;merupakan pengganti yang berhak atas keimaman dari ayahnya&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Zainal_Abidin" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali Zainal Abidin"&gt;Ali Zainal Abidin&lt;/a&gt;, ketimbang saudara tirinya,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muhammad al-Baqir"&gt;Muhammad al-Baqir&lt;/a&gt;. Dinisbatkan kepada&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Ali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Zaid bin Ali"&gt;Zaid&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali bin Husain"&gt;Ali&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Husain bin Ali"&gt;Husain&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bin&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali bin Abi Thalib"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt;. Setelah kematian imam ke-4,&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Zainal_Abidin" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali Zainal Abidin"&gt;Ali Zainal Abidin&lt;/a&gt;, yang ditunjuk sebagai imam selanjutnya adalah anak sulung beliau yang bernama&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muhammad al-Baqir"&gt;Muhammad al-Baqir&lt;/a&gt;, yang kemudian diteruskan oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ja'far ash-Shadiq"&gt;Ja'far ash-Shadiq&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Ali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Zaid bin Ali"&gt;Zaid bin Ali&lt;/a&gt;&amp;nbsp;menyatakan bahwa imam itu harus melawan penguasa yang zalim dengan pedang. Setelah&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Ali" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Zaid bin Ali"&gt;Zaid bin Ali&lt;/a&gt;syahid pada masa&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Bani Umayyah"&gt;Bani Umayyah&lt;/a&gt;, ia digantikan anaknya&amp;nbsp;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yahya_bin_Zaid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #ba0000; text-decoration: none;" title="Yahya bin Zaid (halaman belum tersedia)"&gt;Yahya bin Zaid&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0.17em; padding-top: 0.5em; width: auto;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Khawarij"&gt;&lt;br /&gt;Khawarij&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="dablink noprint" style="font-style: italic; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 2em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.4em;"&gt;Mazhab Khawārij mencakup sejumlah aliran dalam Islam yang awalnya mengakui kekuasaan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Ali bin Abi Thalib"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt;, lalu menolaknya karena melakukan&amp;nbsp;&lt;i&gt;takhrif&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(perdamaian} dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muawiyah_bin_Abu_Sufyan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Muawiyah bin Abu Sufyan"&gt;Muawiyah bin Abu Sufyan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang mereka anggap zalim. Awalnya mazhab ini berpusat di daerah Irak bagian selatan. Kaum Khawārij umumnya fanatik dan keras dalam membela mazhabnya, serta memiliki pemahaman tekstual&amp;nbsp;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Quran" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #0645ad; text-decoration: none;" title="Al-Quran"&gt;Al-Quran&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang berbeda dari Sunni dan Syi'ah.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(170, 170, 170); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; color: black; font-size: 19px; font-weight: normal; margin-bottom: 0.6em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding
